
Pukul 6:00 pagi, Kyra membuka matanya secara perlahan, ia sudah melihat Kaila sedang duduk disampingnya sambil tersenyum menatapnya.
“Kamu sudah bangun sayang.” Tanya Kyra sambil mengucek – ngucek matanya yang masih mengantuk.
“Mama lupa bilang selamat pagi sama Kaila.”
Kyra langsung bangun dan mencium pipi anaknya.
“Selamat pagi sayang.” Balasnya sambil tersenyum.
“Sampai kapan kita disini. Kaila bosan disini terus, tidak ada Tante Ila, tidak ada Om Bagas. Kaila mau pulang ke tempat Tante Ila, ma.” Ucapnya dengan polos.
“Ia sayang.....kita disini dulu yah. Nanti Tante Ila datang kesini temani Kaila.”
Kaila hanya mengangguk pelan. “Terus hari ini kita Cuma dirumah saja.”
“Hari ini mama harus kerja, gimana kalau Kaila main dirumah Tante Tania dulu?”
“Tidak mau....Kaila mau ikut sama mama.”
“Mama harus kerja sayang. Kaila kan sudah besar, Kaila tidak boleh begitu.”
“Baiklah....Kaila tidak akan ikut tapi mama jangan lama – lama yah.”
“Ia sayang..” Balasnya sambil memegang kepala anaknya. “Sekarang mama hubungi Tante Tania dulu yah.”
“Ia...”
Kyra meraih HP yang ada meja samping tempat tidurnya. Ia menghubungi Tania lewat pesan kalau ia akan menitip Kaila padanya, ia tak lupa meminta alamat rumah temannya itu lewat pesan.
Ketika ada balasan dari Tania, ia kemudian menyimpan HP-nya kembali dimeja.
“Tante Tania setuju sayang, nanti kamu tidak boleh nakal yah disana. Harus nurut apa yang Tante Tania katakan.”
“Ia....”
“Kalau begitu kita mandi bersama sekarang.” Ucapnya sambil tersenyum.
“Kita mandi bersama lagi ma.”
“Ia....kita mandi bersama.”
“Asyik....” Balasnya dengan antusias sambil lompat – lompat dikasur.
“Sudah...jangan melompat – lompat begitu nanti kamu jatuh. Ayo kita mandi sekarang”
Kaila hanya mengangguk didepan ibunya.
Mereka berdua turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandinya.
Didalam kamar mandi....Kyra mandi bersama dengan anaknya. Itu sudah sering ia lakukan bersama dengan Kaila. Apalagi Kaila sangat suka kalau ia mandi bersama dengan ibunya.
Selama satu jam mereka mandi....Kyra dan Kaila pun keluar dari kamar mandinya. Ia membantu anaknya berpakaian kemudian melanjutkan dirinya berpakaian rapi untuk siap – siap pergi ke kantor.
Ia keluar dari apartemennya dan turun kebawah bersama dengan Kaila. Rencananya ia ingin menitipkan Kaila dirumah Tania sebelum berangkat kerja.
Tapi ketika ia berada diluar, ia sudah dijemput oleh seorang supir yang sudah disuruh Andi untuk menjemputnya. Sejak tadi ia berdiri didepan Apartemen menunggu kedatangan Kyra. Ketika melihat Kyra dan Kaila, ia langsung datang menghampirinya.
“Maaf nona....apa Anda Nyonya Kyra?” Tanya si supir.
“Ia...ada apa yah pak?”
“Tuan Andi menyuruh saya menjemput Anda ke kantor.”
“Tidak perlu pak, saya ingin membawa anak saya ke rumah teman saya dulu.”
__ADS_1
“Maaf nyonya....Tuan Andi bilang, ini perintah Tuan Aditya. Anda harus ke perusahaan bersama anak Anda. Anda tidak boleh menolaknya.” Jelasnya
Kyra langsung menghela nafasnya didepan supirnya itu.
“Baiklah...”
Supir itu kemudian membuka pintu mobil untuk Kyra dan Kaila. Mereka berdua langsung naik mobil ketika supirnya itu membuka pintu mobilnya.
Ia naik kedalam mobil setelah melihat Kyra dan Kaila naik mobil. Ia melajukan mobilnya menuju perusahaan Sinatria.
Didalam mobil, Kyra teringat ucapan Aditya tentang Aura. Ia meresa aneh, kenapa bisa Aditya begitu marah saat ia mengungkit Aura. Karena penasaran, ia pun bertanya kepada supir yang duduk didepannya.
“Pak..” Panggilnya
“Ia nyonya.”
“Apa saya boleh bertanya?” Tanya Kyra dengan serius.
“Silahkan nyonya.”
“Apa Anda sering melihat istri Tuan Aditya?”
“Istri...”
“Ia...”
“Kalau itu saya tidak pernah lihat nyonya. Saya hanya tahu kalau Tuan Muda selalu memakai cincin kawin dijari manisnya, semua dikota ini tahu hal itu. Bahkan banyak yang mengira kalau itu cincin pernikahannya, tapi ada juga yang mengatakan kalau Tuan Muda memakai itu karena tidak ingin diganggu oleh para wanita yang berusaha mendekatinya.”
“Jadi Tuan Aditya sama sekali tidak pernah menunjukkan istrinya.” Tanya Kyra yang semakin penasaran.
“Ia nyonya....tidak ada yang tahu siapa istrinya bahkan masa lalunya tidak ada yang tahu. Kalau ada berita tentang masa lalu Tuan Muda, Tuan Muda selalu membungkam para media supaya tidak memberitakan tentang masa lalunya itu. Tuan Muda seperti menutupinya dengan rapat apalagi Tuan Muda itu susah sekali diajak wawancara.”
Kyra hanya diam tanpa membalas ucapan supirnya itu, ia hanya berbicara didalam hatinya dengan wajahnya yang sedikit bingung.
Tiba – tiba mobilnya berhenti didepan perusahaan Sinatria. Supirnya langsung turun dari mobil dan membuka pintu untuknya.
“Silahkan nyonya, kita sudah sampai diperusahaan.”
“Oh....ia pak, terima kasih karena sudah mengantar kami.” Ucapnya sambil turun dari mobil bersama Kaila.
“Sama – sama nyonya. Itu sudah menjadi tugas saya.”
Kyra masuk ke dalam perusahaan bersama dengan Kaila. Ia mendatangi meja resepsionis untuk melapor.
“Ada yang bisa saya bantu nona?” Tanya pegawai resepsionisnya.
“Tolong panggilkan Tuan Andi, katakan kalau Nona Kyra sudah datang.”
“Baik nona. Tapi..apa Anda tidak tahu kalau disini dilarang membawa anak, nona. Anda bisa ditegur nanti, apalagi kalau sampai Tuan Muda tahu.”
“Disini dilarang membawa anak yah mba.”
“Ia nona....kalau karyawan lain yang lihat sih tidak apa – apa, paling mereka hanya mengusir Anda. Tapi kalau Tuan Muda yang tahu, dia bisa marah besar. Kami semua bisa dipecat. Nona pasti juga akan kena masalah.” Jelasnya.
“Begitu yah....Mba hubungi Tuan Andi dulu yah.”
“Baik nona.”
Pegawai resepsionis itu pun menghubungi Andi, hanya beberapa menit setelah Andi menerima pemberitahuan darinya. Ia langsung turun kebawah dan datang menghampiri Kyra.
“Kakak ipar....kamu sudah datang dari tadi.” Ucapnya.
“Ia...”
Andi kemudian menatap Kaila yang sedang berdiri disamping Kyra.
__ADS_1
“Hai....Kaila, apa kabar?” Tanya Andi sambil melambaikan tangannya dengan wajahnya yang tersenyum menatap Kaila.
“Om siapa?” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Om ini temannya mama kamu, Apa Kaila suka disini?”
Kaila hanya diam menatapnya tanpa membalas ucapan Andi.
“Maaf kak....Kaila memang sedikit cuek sama orang asing apalagi orang yang baru dikenalnya.” Sahut Kyra.
“Tidak apa – apa kok, aku mengerti. Tapi....kenapa tadi tidak langsung naik?”
“Katanya anak kecil tidak boleh masuk kesini. Lagipula aku baru pertama kali kan kesini”
“Aku sampai lupa kalau kakak ipar baru pertama kali datang ke kantor kakak. Dan masalah Kaila, dia bisa kok masuk disini sesukanya.” Jelasnya dengan serius.
Kyra hanya tersenyum mendengar ucapan Andi. Andi kembali bicara kepadanya.
“Ayo kita naik keatas sekarang.” pintanya sambil berjalan menuju lift.
“Terus dimana tuanmu itu?” Tanya Kyra sambil berjalan menuju lift
“Tuan Muda sedang rapat, dia suruh saya untuk mengantar Anda sampai keatas.”
“Baiklah.”
“Silahkan...” Ucap Andi sambil mempersilahkan Kyra dan Kaila masuk ke dalam.
Mereka naik lift menuju lantai paling atas. Setelah sampai, Andi mengajak Kyra dan Kaila masuk ke sebuah ruangan yang sudah dipenuhi dengan boneka dan beberapa mainan perempuan.
“Ini Aditya yang siapin.” Sahut Kyra sambil melihat ruangannya.
“Ia....” Balasnya.
Andi kemudian membungkuk didepan Kaila. Sedangkan Kyra berada sedikit jauh darinya. Ia sedang melihat – lihat semua mainan yang sudah disiapkan Aditya itu.
Andi langsung berbicara pada Kaila ketika ia sudah membungkuk didepannya.
“Kaila suka tidak dengan ruangannya.”
“Apa om yang siapin ini?” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Bukan....ini yang siapin Om Aditya sayang.”
“Siapa Om Aditya?”
“Aduh....kenapa anak ini bertanya terus, aku harus jawab apa. Kakak belum datang lagi. Lebih baik abaikan saja pertanyaannya?” Dalam hati Andi.
Ia kemudian berdiri tanpa menjawab pertanyaan Kaila karena ia tahu kalau Aditya sendiri yang ingin mengatakan pada anaknya.
“Kakak ipar disini dulu, aku akan memberitahu kakak kalau kamu sudah disini.” Ucap Andi kepada Kyra yang ada didepannya sambil membelakangi dirinya.
“Dimana meja kerjaku?” Tanya Kyra sambil menengok kearah Andi.
“Nanti saya tunjukkan, kakak ipar temani Kaila dulu sebelum kakak selesai rapat.”
“Baiklah..”
“Kalau gitu saya permisi dulu.”
“Ia...”
Andi pergi meninggalkan Kyra dan Kaila yang masih berdiri didalam ruangan itu.
Bersambung.
__ADS_1