Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 30 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Keesokan paginya....Kyra sudah siap – siap untuk berangkat ke kantor. Seperti biasa, ia berpamitan pada Zahila dan anaknya. Ketika Kyra membuka pintu Apartemennya, tiba – tiba seorang wanita dengan setelan jas hitam ditubuhnya tengah berdiri didepannya. Umurnya sekitar 34 tahun, ia seorang pengawal pribadi yang sudah disewa Aditya untuk anaknya.


Wanita itu langsung menyapa Kyra saat ia melihat Kyra yang berdiri didepannya.


“Selamat pagi nyonya.” Sapanya sambil membungkuk hormat.


“Anda siapa?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.


“Nama saya Lina, pengawal pribadi yang disewa Tuan Aditya untuk anaknya.” Ucapnya dengan sopan.


“Tuan Aditya yang menyewa Anda.” Tanya Kyra


“Ia nyonya. Kebetulan saya dapat perintah dari Tuan Andi kalau mulai hari ini saya akan mengawal kemanapun Nona Kaila pergi.” Ucapnya.


“Maaf....tapi anak saya tidak butuh seorang pengawal. Kalau ada seseorang yang tiba – tiba menjadi pengawalnya, anak saya malah ketakutan.” Ucap Kyra dengan wajahnya yang terlihat serius.


“Tenang nyonya. Saya sudah menikah dan punya anak juga. Jadi saya bisa mengerti anak – anak itu seperti apa. Kalau Anda tidak setuju, Anda silahkan bicara terlebih dahulu dengan Tuan Aditya karena disini saya hanya menjalankan tugas. Selebihnya, itu bukan urusan saya.” Jelasnya.


Kyra terdiam sejenak sambil berpikir.


"Apa sebaiknya aku menerimanya dulu. Kalau Kaila tidak nyaman dengannya baru aku menyuruhnya pergi." Dalam hati Kyra.


Ia kemudian bicara kepada Lina.


“Baiklah...silahkan masuk dulu.” sambil mempersilahkan Lina masuk ke dalam apartemennya.


Lina pun masuk ke dalam Apartemen Kyra dan berjalan menghampiri Kaila yang tengah duduk bersama dengan Zahila.


“Halo nona kecil...” sapanya sambil berjongkok didepan Kaila dengan wajahnya yang tersenyum kepada Kaila.


“Tante siapa?” Tanya Kaila dengan polosnya.


“Mulai hari ini tante adalah teman main Nona Kaila. Nona Kaila ingin main apa saja, tante akan menemani Nona Kaila bermain.” Jawabnya sambil tersenyum.


“Apa tante bisa bermain bola?” Tanya Kaila.


“Tentu saja. Tante kan sudah bilang kalau tante bisa menemani Nona Kaila bermain.” Jawabnya sambil tersenyum.


“Benarkah...” Balasnya dengan antusias.


“Ia...”


“Baiklah! Karena tante bisa main bola jadi sekarang tante sudah menjadi teman Kaila.”


“Terima kasih Nona Kaila.”


Kyra yang melihat itu merasa lega karena ia bisa meninggalkan Kaila bersama dengan orang yang baru dikenalnya tanpa harus khawatir dengan perasaan Kaila yang tidak nyaman.


Ia membuka pintu Apartemennya. Tiba - tiba Zahila memanggilnya.


"Kakak..."


Kyra menengok ke belakang. Ia melihat Zahila berjalan menghampirinya.


"Ada apa?"


"Dia siapa?" Tanya Zahila penasaran.


"Dia pengawal yang di sewa Aditya untuk Kaila."


"Wah....Kak Adit sampai segitunya sewa pengawal untuk Kaila."


"Biarkan saja..."

__ADS_1


"Baiklah...."


"Aku pergi yah."


"Ia...hati - hati kak."


Kyra hanya mengangguk sambil tersenyum kepada adiknya.


Ia kemudian meninggalkan mereka di dalam Apartemennya. Ia masuk ke dalam lift menuju lantai paling bawah.


Saat ia sampai dibawah, ia langsung berjalan keluar gedung apartemennya.


Kyra sudah melihat Pak Malik yang sedang berdiri menunggunya. Kyra langsung datang menghampiri Pak Malik dan menyapanya.


“Selamat pagi pak.” Sapanya sambil tersenyum.


“Pagi nona...”


Kyra naik ke mobil setelah ia membuka pintu mobilnya disusul Pak Malik naik ke mobil. Ia melajukan mobilnya menuju perusahaan Sinatria.


Didalam mobil, ia teringat tentang Lea sahabatnya. Ia pun mengambil HP-nya didalam tas dan mencoba menghubungi Lea.


“Halo...siapa ini?” Tanya Lea dibalik telfon.


“Kyra...” Jawab Kyra


“Kyra....” Balasnya dengan suara yang sedikit terkejut.


“Ia..”


“Aku dengar kamu sudah kembali. Kenapa baru menghubungiku sekarang. Kamu jahat sekali yah Kyra?”


“Aku minta maaf karena baru bisa menghubungimu sekarang. Aku sangat sibuk di kantor. Oyah...apa kita bisa bertemu?”


“Bisa.....tapi sekarang aku tidak punya waktu. Bagaimana kalau besok?”


“Aku baik.....kamu bagaimana”


“Aku juga baik. Saat aku mendengar kalau kamu menikah dengan Kak Andi. Aku sangat senang, aku tidak menyangka kalau kamu menikah dengannya”


“Terima kasih! Tapi....aku sangat benci denganmu Kyra. Kamu pergi begitu saja tanpa memberitahuku.”


“Aku minta maaf karena waktu itu aku tidak punya pilihan lain.”


“Setidaknya kamu bertemu dulu denganku kan sebelum pergi.”


“Aku benar – benar minta maaf.”


Tiba – tiba mobilnya berhenti didepan perusahaan Sinatria.


“Eh...sudah dulu yah. Aku sudah sampai kantor. Nanti kuhubungi lagi.”


“Baiklah....”


Telfonnya pun ditutup.


Kyra menyimpan kembali HP-nya dan turun dari mobil.


“Terima kasih pak.”


“Ia nona...”


“Oyah pak....nanti bapak tidak usah menjemput saya.”

__ADS_1


“Kenapa nona?” Tanya Pak Malik penasaran.


“Saya harus ke pesta teman saya.”


“Jam berapa nona akan pergi?”


“Mungkin sore pak.”


“Kalau begitu saya jemput sore saja.”


“Tidak usah pak. Saya ingin pergi sendiri.”


“Maaf nona. Tapi saya harus mengantar jemput Anda kemanapun Anda pergi.”


Kyra menghela nafasnya dengan panjang. Ia kembali bicara pada Pak Malik.


“Baiklah! Terserah Pak Malik saja. Kalau begitu saya masuk yah pak.”


“Silahkan nona.”


Kyra masuk ke dalam perusahaan setelah berpamitan pada Pak Malik.


Ia berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai atas. Ketika sampai, ia langsung berjalan ke meja kerjanya yang ada di samping meja May.


“Mba May..” Panggilnya.


“Ia...”


“Apa saya boleh bicara sebentar?”


“Ia nona.”


“Panggil Kyra saja mba.”


“Baiklah....mau bicara apa?” Tanya May


“Kalau pekerjaan saya cepat selesai, apa saya boleh pulang lebih awal mba?”


“Silahkan.....itu tidak masalah.”


“Terima kasih mba.”


May hanya mengangguk dengan wajahnya yang terlihat kaku. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya begitupun dengan Kyra.


***


Pukul 12:00 siang, May menghentikan kesibukannya itu dan siap – siap untuk keluar makan siang.


“Kyra...ayo makan siang dulu.”ajaknya sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Mba May duluan saja. Saya ingin selesaikan pekerjaan saya dulu.”


“Baiklah! Kalau begitu saya makan siang dulu yah.”


“Ia....silahkan mba.”


Mba May pergi meninggalkan Kyra yang tengah sibuk mengerjakan semua pekerjaannya. Ia seperti itu karena hari ini ia harus pergi mencari gaun untuk ia pakai di acara pesta ulang tahun Ivan.


Saat May sudah tidak ada. Ia langsung menghela nafasnya dengan panjang.


“Benar – benar pekerjaan yang sulit. Aku salut sama Mba May karena dia bisa mengerjakan semuanya ini sendiri. Aku dulu di pemasaran banyak karyawan yang membantuku jadi aku tidak terlalu sulit mengerjakannya. Haaaa.....aku ingin kembali ke pekerjaan lamaku. Disini rasanya sulit sekali. Kalau di pemasaran, aku bisa lebih mudah mengerjakan semua pekerjaannya tanpa mengeluh seperti ini.” Gumamnya.


Kyra kembali fokus mengerjakan dan memeriksa semua dokumen – dokumennya.

__ADS_1


Itu memang sulit bagi Kyra yang tak pernah mengerjakan pekerjaan seorang sekertaris.


Bersambung.


__ADS_2