Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 74 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Aditya, Kyra dan Kaila sudah selesai makan siang. Mereka bertiga keluar dari sana menuju parkiran Restoran.


Terlihat Rey dan seorang wanita sedang keluar dari mobil yang di kendarai Rey. Rey sangat kaget saat melihat Aditya berjalan ke arah parkiran bersama keluarga kecilnya.


Dengan sigap, ia menarik wanita itu dan bersembunyi di belakang mobilnya.


“Kak Rey...ada apa?” Tanya wanita yang bersamanya itu.


“Hussstt....diamlah. Ada calon ibu mertua.” Sambil menutup mulut wanita itu dengan tangannya.


Calon ibu mertua yang Rey maksud, tentu saja adalah Aditya karena tingkahnya yang melarang ia berhubungan denagn Zahila. Ia sengaja memberikan nama panggilan itu pada Aditya karena rasa kesalnya pada Aditya yang bertingkah seperti seorang ibu yang cerewet.


Kembali ke Rey.


Rey sengaja bersembunyi karena sangat takut ketahuan oleh Aditya kalau ia sedang bersama dengan seorang wanita. Ia pasti akan di salah pahami lagi oleh Aditya.


Sedangkan Aditya yang sudah berada di dekat motornya, sesekali melirik ke arah mobil Rey yang terparkir di sana. Ia sudah tahu kalau Rey ada di dekat sini. Ia hanya tersenyum menyeringai sambil melirik mobil milik Rey.


“Huh....dasar bodoh. Kamu pikir dengan bersembunyi, aku tidak tahu kalau kamu bersama dengan seorang gadis. Sebelum bersembunyi, kamu sembunyikan dulu mobil merah mu itu. Benar – benar bodoh.” Dalam hati Aditya.


Ia kemudian meraih es krim yang di pesan Kaila saat mereka makan di Restoran tadi. Es krim rasa strowbery yang sangat di gemari anaknya itu.


“Sayang...es krimnya di buang saja ya. Es krim di Restoran ini tidak enak. Nanti papa belikan yang paling enak.” Ucap Aditya sambil membungkuk pada anaknya.


“Loh...kok mau di buang sih pa. Kaila kan belum coba, es krimnya juga belum di buka.” Balas Kaila.


“Tadi papa lihat. Es krimnya sudah tidak enak sayang.”


“Oh...ya sudah. Papa buang saja kalau begitu.”


“Sayang...kenapa mau di buang. Itu enak loh, aku tahu karena pernah bekerja di sini?” Sahut Kyra melihat suaminya memegang es krim milik Kaila.


“Mana kamu tahu kalau masih enak. Ini sudah lama sekali semenjak kamu bekerja di sini.”


Kyra hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah suaminya yang aneh itu. Sedangkan Aditya langsung membuka kotak es krim yang di bungkus si pelayan Restoran tadi. Ia langsung melempar kan es krim strowberynya itu di belakang mobil Rey.


“Makan tuh es krim. Beraninya bersembunyi dariku.” Dalam hati Aditya.


Tentu saja Rey tidak kena es krim yang di lempar Aditya tapi malah mengenai wanita yang bersama dengan Rey. Wanita itu hampir berteriak akibat perbuatan Aditya, untung saja Rey masih menutup mulutnya rapat – rapat.


“Ah...brengsek. Sepertinya aku sudah ketahuan dengan si sombong itu. Kalau aku keluar sekarang, harga diriku akan hilang di depan mereka. Tidak....tidak, aku tidak akan keluar.” Dalam hati Rey sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.


Aditya yang habis melempar es krim ke arah Rey dan wanitanya itu, langsung menaiki motornya bersama anak dan istrinya.


Ia tak ingin mencari masalah dengan Rey untuk saat ini karena ini adalah harinya bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


Sementara Rey yang sudah mendengar suara motor Aditya pergi, langsung berdiri bersama dengan wanita tadi.


“Kak Rey....lihat...bajuku kotor semua. Siapa sih yang melempar makanan bercair ini di sini.” Kesalnya sambil mengusap – ngusap bekas es krim yang masih menempel di bajunya.


“Ibu mertuaku.” Balasnya dengan wajahnya yang terlihat lesu.


“Hah...ibu mertua. Jadi Kak Rey sudah menikah.”


“Iya...”


“Aku tidak percaya.”


Rey tidak menanggapi ucapan wanita sexi yang berdiri di sampingnya. Ia hanya memikirkan tentang Aditya yang tahu kalau ia bersembunyi tadi.


“Bagaimana Aditya bisa tahu kalau aku bersembunyi di sini?” Dalam hati Rey.


Tiba –tiba ia sadar dengan mobil merah kesayangannya itu.


“Ah...brengsek. Aku lupa kalau ada si cantik di sini.” Dalam hati Rey.


Ia kemudian memukul – mukul jidatnya. “Dasar bodoh, dasar bodoh. Pasti dia semakin tak setuju kalau aku menikahi Zahila.” Dalam hati Rey.


“Kak Rey...ada apa?” Sahut wanita itu sambil menepuk bahu Rey.


Rey langsung menengok ke arah wanita yang berdiri di sampingnya.


“Oh oke...”


“Kenapa kau menghubungi ibuku dan mengatakan kalau kau adalah pacarku?” Tanya Rey dengan serius.


“Kita kan memang pacaran.”


“Sejak kapan. Aku sudah pernah bilang padamu kan. Aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggapmu sebagai teman tidur saja dan kau menerimanya begitu saja selama aku memberimu apa yang kau mau. Sekarang aku sudah bosan denganmu. Lagi pula aku sudah memiliki orang yang ingin kunikahi.”


“Loh....bukannya Kak Rey bilang tidak akan pernah menikah.”


“Aku berubah pikiran. Dulu aku mengatakan itu karena aku pikir tidak akan pernah jatuh cinta, tapi sekarang berbeda. Hatiku sudah ada yang punya.”


“Aku tidak yakin kalau Kak Rey mencintainya. Dia pasti sama dengan wanita – wanita yang pernah Kak Rey pacari.”


“Huh...aku pernah bilang padamu kan. Jika aku mengatakan pada ibuku tentang gadis yang kusukai. Itu artinya aku serius. Kau pikir dengan memberitahu ibuku kalau kau pacarku. Dia akan setuju. Huh...kau meremehkanku. Dia tidak pernah percaya pada wanita yang selalu menghubunginya. Dia hanya percaya pada anaknya sendiri. Ingat...aku paling tidak suka ada wanita yang terlalu lancang menghubungi ibuku. Kau, jangan pernah tunjukkan wajahmu di depanku. Dasar wanita murahan.” Dengan marahnya.


Wanita sexi itu langsung memegang tangan Rey.


“Kak Rey....aku minta maaf. Aku benar – benar tidak sengaja melakukannya. Itu karena aku sangat menyukaimu.”


“Minggir.” Rey langsung menghempaskan tangannya dan berjalan cepat menaiki mobilnya meninggalkan wanita yang pernah menjadi teman tidurnya.

__ADS_1


“Kak Rey...jangan pergi.” Teriaknya dengan keras melihat Rey melajukan mobilnya.


Di dalam mobil.


“Brengsek....wanita murahan itu. Berani – beraninya menghubungi ibuku.” Umpatnya.


Ia semakin melajukan mobilnya menuju Apartemen mewahnya yang berada tak jauh dari Perusahaan Sinatria.


Ketika sampai di sana, ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran Apartemennya.


Ia keluar dari mobil mewahnya lalu berjalan menuju lift yang membawanya ke lantai 5 Apartemennya.


Saat sampai di sana, ia langsung masuk ke dalam Apartemennya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ia langsung melemparkan dirinya di tempat tidurnya.


“Haaaa....” Menghela nafasnya sambil menatap langit – langit.


“Aku belum mendapatkan gadis kecil itu tapi aku sudah akan di bunuh dengan si sombong itu. Dia pasti memanggilku besok ke ruangannya dan memukul wajahku.” Gumamnya.


Ia kemudian memegang kedua pipinya, memutar – mutarnya di sana.


“Aku harus meregangkan wajahku dulu supaya besok aku tidak terlalu kesakitan saat menerima pukulan Aditya.” Gumamnya.


“Tapi tidak masalah. Mau dia pukul ratusan kali, aku akan terima demi Zahilaku yang cantik.” Senyum – senyum sendiri.


“Aduh...mengingat gadis itu jantungku langsung berdetak kencang.” Gumamnya.


Rey kemudian membayangkan Zahila yang sudah berada di Apartemennya. Ia membayangkan ketika gadis itu sudah menjadi istrinya.


Bayangan Rey.


Rey memakai celemek di tubuhnya. Ia habis memasak untuk sarapan mereka berdua. Dalam bayangannya, ia dan Zahila baru saja menikah.


“Istriku...ayo bangun.” Ucap Rey sambil memegang sendok makanan.


“Eeeemm...tidak mau.” Rengeknya dengan manja.


“Sayangku...Kak Rey sudah masak sarapan untukmu.”


“Gendong aku.” Manjanya sambil menyodorkan kedua tangannya di depan Rey.


Rey langsung menggendongnya dari sana.


Kembali pada Rey yang sekarang.


“Ya ampun...membayangkannya saja membuatku malu.” Gumamnya sambil senyum – senyum sendiri.


Ia lalu bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandinya. Di sana ia membasuh wajahnya untuk menghilangkan bayangan wajah Zahila yang terus ada di matanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2