
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰****
*
*
*
Vano hanya diam menunduk ketika sang istri mengatakan hal yang menyakiti hatinya, jujur saja Vano tidak ingin terjebak dalam ini semua, tapi apa yang bisa dia lakukan, daddynya bersikeras untuk mendapatkan seorang pewaris tanpa memikirkan perasaan anak dan menantunya
"Kenapa?!! Tidak bisa berbicara?!! Kamu memang seorang pria egois Vano Anggara!! Aku benar² sangat membencimu!!"
"Pantas saja tuhan belum memberikan kita seorang anak, karena sikap mu yang egois, tuhan bahkan takut menitipkan anak kepada kita" Sinis Kinara
Vano langsung berlutut di depan Kinara, kakinya melemas mendengar ucapan Kinara yang sangat menyakitkan
"Hikss.. betapa menyakitkan kata² yang kamu lontarkan kepadaku sayang, tapi aku tau jika sakit hatiku tidak sebanding dengan sakit yang saat ini kamu rasakan, tapi tolong jangan pernah membenciku Kinara, betapa besar cinta ku kepadamu Kinara, aku hanya mencintai mu seorang diri, tidak ada yang dapat menggantikanmu, sekalipun itu Alina" Ucap Vano dengan tangisan
Tak cukup hanya dengan tangisan, Vano pun menggenggam erat tangan Kinara seraya berkata, "Selama menikah dengan Alina, aku tidak pernah berhenti untuk membuat mu kembali tersenyum, tapi hanya kerana permasalahan yang kita dapatkan.. sikap mu berubah menjadi dingin kepadaku, aku sungguh merindukan kenangan kita disaat kamu selalu menyambutku dengan senyuman mu yang indah, kenapa semua itu hilang dari kehidupanku hikss, sungguh aku merindukan masa² itu sayang"
__ADS_1
Kinara menepis kasar tangan Vano seraya berkata, "Kenangan itu sudah tiada seiring dengan kesalahan yang kamu buat, pergilah aku sudah muak melihatmu"
Vano menggelengkan kepalanya, tanda bahwa ia tidak mau pergi dari sisi istrinya, "Tidak sayang hikss"
"Ku bilang pergi ya pergi!!!!" Bentak Kinara
Vano mulai bangkit dengan air mata yang terus mengalir, wajahnya memerah merasakan sesak yang teramat di hatinya
Perlahan Vano mulai melangkahkan kakinya meninggalkan sang istri dengan perasaan berat di hatinya
Kinara mulai meneteskan air matanya tak kala sara isak tangis Vano terus menggema di telinganya, dulu ketika Vano menangis.. Kinara selalu mendekap tubuh Vano dengan erat hanya untuk sekedar menenangkannya tapi sekarang hanya ada rasa kebencian walapun sebenarnya hati kecil Kinara ingin sekali mendekap tubuh Vano
Disisi lain ada seseorang yang juga sedang menangis, Yaa dia adalah Alina, ia juga merasakan sakit dan sesak pada dadanya ketika tidak sengaja mendengar perbincangan antara Vano dan Kinara
Alina pov:
Saat ini Alina tengah membereskan ruang tamu, tak lama setelah itu terdengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah
"Ohh.. mas Vano sudah pulang? Bagaimana meeting di kantor?" Tanya Alina dengan mengulurkan tangan kedepan Vano seraya tersenyum hangat menyambutnya
Namun Vano tidak membalas uluran tangan Alina, "Baik, yasudah aku kamar Kinara dulu ya" Ucap Vano lalu melenggang pergi meninggalkan Alina yang menatapnya sendu
__ADS_1
"Sebegitu khawatir nya kah mas Vano pada mbak Kinara? Sampai² ia tidak membalas uluran tanganku" Ucap Alina sendu
"Hah sudahlah mungkin mas Vano rindu dengan mbak Kinara, lebih baik sekarang aku buatkan minuman saja untuknya" Ucap Alina, lalu ia berjalan menuju dapur untuk membuatkan Vano minuman
Setelah selesai membuatkan minuman.. Alina segera bergegas menuju ke kamar Kinara, namun ia urungkan niatnya ketika mendengar ucapan Vano yang sangat² menyakitkan
~Aku hanya mencintai mu seorang diri, tidak ada yang dapat menggantikanmu, sekalipun itu Alina~
Deg..
Seketika kaki Alina melemas mendengarnya, bagaimana bisa suaminya berkata seperti itu? Walapun Alina hanyalah istri kedua, tapi setidaknya Vano dapat menghargai perasaan Alina
Merasa tidak kuat mendengar pembicaraan mereka, Alina pun memutuskan untuk pergi kembali ke dapur
"Hiks.. aku sadar aku memang bukan kekasih hatimu, aku sadar kalau aku hanya lah istri keduamu, tapi bisakah kamu mencintai ku walau hanya sedikit saja, aku ini juga wanita.. aku ingin di beri kasih sayang dan juga cinta oleh suamiku, padahal kamu selalu bilang akan bersikap adil, tapi kenapa kamu sekan tidak menganggapku mass..hiks" Alina memukul- mukul dadanya yang terasa sesak, yaa saat ini Alina sudah mulai jatuh cinta pada Vano
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.