
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Ada beberapa hal yang berubah selama ini seperti keadaan Kinara yang sudah membaik, ke akraban Kinara dengan Alina yang semakin dekat, dan bahkan perhatian Kinara pada Vano mulai sedikit membaik karena bagaimanapun itu bukan kesalahan Vano melainkan kesalahan sang ayah yang terus menuntut Vano, dan juga saat ini Kinara masih istri sah Vano jadi ia harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri
Saat ini Kinara tengah memakaikan dasi untuk Vano, sementara Alina sedang mengambil pesanan bahan makan bulanan
Sedari tadi Vano terus memperhatikan Kinara dengan penuh perhatian, ia tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika hari ini Kinara terlihat sangat cantik karena setelah sekian lama Kinara berdandan di hadapan Vano
"Cantiknya istriku" Ucap Vano seraya menarik punggung Kinara
Kinara melepaskan rangkulan Vano dengan kasar dan melanjutkan kembali merapihkan pakaiannya
Tapi Vano kembali mendekati Kinara dan mencium bahunya lembut, "Sepertinya mas akan pulang cepat hari ini, bisakah kamu memakai lingerie ketika mas pulang sayang"
"Tidak!! Aku berdandan bukan kerana mu tapi karena aku sudah sangat lama tidak mempercantik diri!! Fikirkan Alina ketika kamu meminta hal seperti itu kepadaku!"
"Alina akan mengerti sayang, lagipula sudah lama semenjak mas tidak bercumbu denganmu, betapa mas merindukan harum tubuhmu yang selalu membuat mas terbuai sayang"
__ADS_1
Kinara pun mendongak menatap Vano dan melayangkan tatapan tajamnya, "Jangan bicara omong kosong Tuan Vano!!"
Melihat tatapan Kinara tidak membuat Vano takut, justru ia semakin mendekat dan mencium bibir Kinara dengan hangat
Namun Kinara segara mendorong tubuh Vano untuk menjauh darinya, " Pergilah!! Sudah waktunya kamu berangkat ke kantor" Lirih Kinara
"Rasanya hanya sebentar tapi mas sangat menikmatinya, Jangan pernah memanggilku dengan sebutan nama sayang.. panggil aku mas, dan aku pasti akan menantikan moment seperti tadi lagi" Ucapnya dengan tersenyum hangat
Merasa malu Kinara hanya menundukkan kepala dengan pipi yang memerah
"Lucunya" Gumam Vano . "Mas berangkat ya sayang, jaga dirimu baik², mas akan segera pulang" Ucapnya seraya mencium kening Kinara
Dengan penuh semangat Vano pergi untuk bekerja, untuk pertama kalinya Vano mengindahkan senyuman yang begitu tulus
(Di Kantor Vano)
Seperti biasa Vano sedang terfokus pada pekerjaannya, jika memang sudah bekerja.. Vano akan lupa dengan segalanya, namun fokusnya teralihkan ketika sang sekertaris datang bersama seorang wanita di belakangnya
Wanita itu berlari untuk memeluk Vano, entah siapa wanita ini, namun jika dilihat ia begitu dekat dengan Vano
"Kamu semakin tampan Mas, aku sangat merindukan mu, sayang sekali aku tidak bisa menemanimu karena harus meneruskan pendidikan di luar negeri, apa Mas tau disana sangat menyesakkan.. lebih baik aku tinggal di sini bersamamu" Ucapnya seraya mempererat pelukan
Vano melepaskan pelukan wanita itu sedikit kasar, "Lepaskan!! Itu juga kemauanmu untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, duduklah dan beritahu aku kenapa kamu bisa tau kantorku ada disini" Ucapnya dengan dingin
__ADS_1
Wanita itu segara mendaratkan bokongnya di sofa, "Daddy David yang memberitahuku, lalu bagaimana denganmu? Apa kau sudah memiliki kekasih?"
Vano menghela napas mendengar pertanyaan Ghea, "Daddy memberitahu dimana letak kantorku tapi Daddy tidak memberitahumu kalau aku sudah beristri, nanti ku kenalkan padamu"
Mendengar pernyataan Vano, seketika bola mata Ghea membulat sempurna, "A-apa, aku tidak salah dengar kan? Ka-kau sudah menikah?"
"Yaa aku sudah menikah, memangnya kenapa?" Tanya Vano seraya memincingkan mata
"Aa.. itu.. tidak aku hanya kaget saja kalau ternyata kau sudah menikah" Jawabnya dengan gelagapan
"Ya sudah kalau kau tidak ada urusan lagi, lebih baik kau pergi saja, karena aku sedang banyak pekerjaan" Ucap Vano dengan nada dingin
Ghea mendengus kesal, "Yasudah aku pergi" Ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Vano
Vano yang melihat tingkah Ghea pun hanya bisa geleng² kepala
Bruukk.. Ghea membanting pintu ruangan Vano cukup keras, "Bisa² nya Vano menikah dengan wanita lain, ini tidak bisa dibiarkan..., aku harus memisahkan mereka" Ucap Ghea dengan nada penuh emosi
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.