
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
"Sudahlah, tidak apa, aku akan beristirahat kamarku saja" Lirih Kinara
"Bagaimana kalau kalian berdua periksa saja? Aku tak tega melihat kalian" Sebenarnya Vano lebih mencemaskan keadaan Kinara
"Tidak, aku tidak mau ke dokter!" Alina berkata tegas
Vano menghela napas melihat tingkah Alina yang sangat keras kepala
"Kalau gitu aku akan menelpon mas Gio saja, agar dia yang mengantarmu kerumah sakit" Ucap Vano kepada Kinara
"Ke-kenapa mbak Kinara harus ke rumah sakit? D-dia tidak sakit apa² kan? Mungkin hanya kecapekan saja" Alina saat ini tengah panik sampai² ia berkata terbata-bata
"Sudah cukup Alina!!! Kau ini kenapa? Kinara istriku, aku yang lebih berhak atasnya, bukan kamu" Vano sangat jengkel dengan sikap Alina yang
"Aku lagi hamil mas. Jangan bentak aku" Lirih Alina
Namun Vano sama sekali tidak menggubris ucapan Alina, ia justru pergi meninggalkan kamar Alina
"Pokoknya mbak Kinara tidak boleh pergi!! Apa kalian tega meninggalkan aku sendiri?" Tanya Alina kepada Kinara
"Kamu sangat cerewet sekali. Aku yang akan di periksa, tapi kenapa sepertinya kamu yang terlihat ketakutan. Apa kamu menyembunyikan sesuatu?" Alina berkata tegas pada Alina
__ADS_1
"A-apa? A-ku tidak menyembunyikan apa pun. Sudahlah pokoknya mbak Kinara tidak boleh periksa" Alina berkata dengan gugup
"Kamu pikir aku peduli dengan ucapanmu?" Kinara menaikkan salah satu alisnya
"Kenapa kamu keras kepala sekali sih" Alina semakin kesal
Kinara hanya tertawa mendengar ucapan Alina
"Memangnya kenapa aku tidak boleh periksa? Hah? Apa kamu takut kalau ternyata aku juga hamil" Tanya Kinara seraya menyeringai
"Cukup!! Kamu tidak akan pernah hamil Kinara. Kamu itu wanita mandul!!" Alina bahkan memanggil Kinara tanpa sebutan "Mbak"
"Alina berani sekali kamu bicara seperti itu" Kinara mendekat ke arah Alina
"Kenapa? Kamu memang wanita mandul!! Yang tidak akan pernah punya anak" Alina kembali menghina Kinara
"Alina!!!" Kinara yang tersulut emosi langsung melayangkan tangannya ke wajah Alina
"Jaga ucapanmu Alina. Aku bersumpah kalau ternyata aku tidak mandul maka kau yang akan mandul" Kinara kemudian pergi meninggalkan kamar Alina dengan emosi
Alina memegang pipinya yang panas karena tamparan Kinara yang cukup keras
Alina mendengus, "Huh? Bersumpah? Dia pikir sumpahnya akan dikabulkan oleh tuhan?"
"Ta-tapi bagaimana kalau ternyata aku mandul? Sampai sekarang aku bahkan belum hamil" Gumam Alina
"Alina? Ada apa?" Vano yang mendengar keributan pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar Alina
"Ehh mas Vano, ada apa mas Vano kesini?" Tanya Alina dengan gugup
"Aku mendengar keributan jadi aku datang kesini. Memangnya ada apa?"
__ADS_1
"Apa? Ti-tidak ada apa² kok" Alina berusaha tersenyum
Vano mengangguk menanggapi ucapan Alina, namun kemudian ia mengamati ada yang salah di wajah Alina"Tunggu! Itu kenapa pipimu?" Tanya Vano
Gleg, Alina menelan ludahnya
"Bagaimana ini? Kalau aku jawab mbak Kinara menamparku, pasti mas Vano akan bertanya sebabnya" Alina mengigit bibir bawahnya
"Alina?" Vano kembali memanggil Alina
"Ehh i-iya mas?"
"Itu pipi mu kenapa? Kenapa memerah?"
"Aku menamparnya!" Kinara tiba² saja datang
Vano menatap Kinara seraya mengernyitkan dahinya
"Kenapa? Apa kamu tidak suka aku menampar ISTRI MUDA MU?" Kinara menekankan kalimat terakhirnya
"Kenapa kamu menampar Alina?" Tanya Vano lembut
"Tanyakan saja pada istri mudamu" Kinara berbicara dengan nada dingin
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****
__ADS_1