
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Di kediaman Gio, saat ini mereka tengah makan malam bersama dengan damai, sesekali terdengar suara ocehan dari Zia anak Gio, "Tante Nara, mana suami tante? Ndak ikut kesini ya?" Tanya Zia
Kinara tersenyum hangat menatap keponakannya, "Suami tante sedang keluar kota sayang" Jawab Kinara
"Kenapa pergi keluar kota?" Tanya Zia lagi
"Zia.. nggak baik sayang.. makan sambil ngomong" Tegur Rania pada Zia, sedangkan Zia memanyunkan bibirnya, walapun begitu Zia tetap menurut pada ibunya
Kinara tersenyum melihat kelurga kecil kakaknya yang hangat dan saling melengkapi, "Aku sangat ingin memiliki keluarga kecil yang hangat seperti ini" Batin Kinara dengan tersenyum miris
******
Setelah makan malam selesai, Kinara membantu kakak iparnya membersihkan piring, "Kinara, sudah sekarang kamu istirahat saja, kamu kan sedang hamil, jangan sampai kamu kecapekkan" Ucap Rania
__ADS_1
"Tidak apa Mbak" Jawab Rania seraya tersenyum hangat kepada Rania
Rania tidak menjawab ia hanya membalas senyuman hangat sang adik ipar
Setelah selesai beberes, Kinara izin kepada kakak dan kakak iparnya untuk pergi duluan ke kamar
Kinara merebahkan badannya di kasur, ia menatap langit- langit kamar dengan mengelus perutnya, "Apakah aku salah memilih untuk pergi?" Lirih Kinara seraya memejamkan matanya
"Maafkan mama nak, maaf kan ke egoisan mama" Lirih Kinara . "Mama berjanji bahwa kamu akan selalu hidup bahagia walapun kamu hanya akan hidup berdua dengan mama" Ucap Kinara, air mata Kinara luruh begitu saja, ia tak kuasa menahan seluruh penderitaan ini
******
Di lantai bawah, Gio dan Rania sedang menonton tv bersama, sedangkan Zia sudah pergi ke kamarnya untuk istirahat
Bagaimana bisa seorang suami tidak mau mengakui anaknya sendiri" Ucap Rania dengan tatapan sendu mantap Gio
Gio menghela nafas berat, "Aku benar² menyesal dulu telah merestui pernikahan Kinara dan Vano, aku kira dia adalah pria yang terbaik untuk Kinara, ternyata dia lah yang justru membuat hidup Kinara seperti di neraka"
"Tidak tau bagaimana nasib Kinara selanjutnya, aku sangat berharap Kinara akan mendapatkan pendamping hidup yang lebih baik dari sebelumnya, yang akan senantiasa menyayangi dan menjaga Kinara dengan tulus" Lanjut Gio
"Lalu bagaimana dengan perceraian Kinara dan Vano? Kapan akan di urus?" Tanya Rania
"Secepatnya pasti akan diurus, aku tidak akan pernah membiarkan Kinara kembali pada laki² itu, sudah cukup sampai disini penderitaan yang Vano berikan pada Kinara" Tegas Gio
__ADS_1
"Oiya tadi aku mendengarmu berteriak saat diluar, memangnya ada apa? Aku tidak sempat keluar karena Zia sedang rewel"
"Tadi Vano datang kesini"
"Lalu? Apa yang dia lakukan?"
"Dia ingin membawa Kinara pulang namun Kinara menolak ajakan Vano untuk kembali kerumah itu"
Rania hanya mengangguk menanggapi ucapan Gio
"Yasudah, sekarang kita istirahat juga" Ajak Rania
Gio tersenyum ke arah Rania, "Kamu memang istri yang terbaik sayang"
Rania tersipu malu mendengar ucapan sang suami, kemudian mereka pun turut masuk ke kamar untuk melakukan ritual suami istri
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****
__ADS_1