
...!****Attention****!...
****Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰****
*
*
*
Kinara memasuki rumahnya dengan langkah pelan dan sangat berhati-hati, ia takut sang suami akan marah padanya karena pulang larut malam
Kinara menghela napas ketika mendapati bahwa rumahnya sedang kosong, ia segera menuju kamarnya yang berada di atas dan membersihkan tubuhnya
Setelah membersihkan tubuhnya, Kinara keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, Kinara terkejut saat melihat Vano sudah berdiri di ambang pintu kamarnya dengan tatapan tajam dan penuh mengintimidasi
Vano pun berjalan mendekat kearah Kinara, ia mencengkeram kedua bahu Kinara dengan sedikit kasar yang membuat Kinara merasa sakit
Rasa cemburu yang teramat besar membuat Vano hilang kendali, apalagi Kinara adalah wanita yang paling ia sayangi
"Kemana kamu seharian ini hah?!!" Bentak Vano dengan nada ketus
"A-aku pergi dengan mas Malvin" Lirih Kinara, jujur saja ia sangat takut saat Vano marah
"Apa yang kamu lakukan dengannya?!!" Bentak Vano
"Aku hanya jalan² saja dengannya, lepaskan tanganmu, ini menyakiti ku" Ucap Kinara sedikit meninggikan suaranya, seraya menepis tangan Vano
__ADS_1
"Apa kau yakin tidak melakukan apa² denganya hah?" Ucap Vano dengan nada sinis. "Lihat rambut mu ini, kamu baru saja keramas, memangnya untuk apa kamu keramas malam² begini?" Ucap Vano seraya menunjuk rambut Kinara yang basah
Plak
Kinara menampar pipi Vano, "Apa maksudmu Vano.. apa kau memfitnah melakukan hal yang tidak²?" Ucap Kinara dengan mata yang sudah memerah menahan amarah, air matanya jatuh mengenai pipi mulusnya
"Kinara!!!! Berani sekali kamu menamparku?"
"Kenapa aku tidak berani, kamu sudah merendahkan harga diriku Vano" Bentak Kinara
"Aku tidak merendahkan harga dirimu!! aku hanya bertanya Kinara!!"
"Tapi itu tidak pantas di tanyakan Vano!!! Aku tidak pernah sekalipun berkhianat di belakang mu, aku tidak akan pernah selingkuh!!!" Ucap Kinara dengan emosi. "Aku bukan dirimu yang suka berkhianat" Kinara berteriak cukup keras
"Kinara!!!! Berani sekali kamu hah!!" Vano hampir saja melayangkan tangannya ke pipi Kinara, namun ada seseorang yang mencegah
"Alina" Ucap keduanya
"Mas, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mau menampar mbak Kinara, kalian bisa selesaikan ini dengan baik²" Lirih Alina
Alina melakukan ini bukan semata untuk menyelamatkan Kinara, namun ia hendak mencari muka di hadapan Vano, sebenarnya dalam hati Alina, ia sangat menikmati momen ini, namun ia juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk mencari muka di hadapan Vano
Vano menghela napas, "Baiklah, maafkan aku sayang" Lirih Vano, ia berusaha menyingkirkan egoisnya
"Kata² mu sungguh menyakiti hati dan harga diriku Vano, sekarang kalian pergilah! Aku mau istirahat" Ucap Kinara seraya menghapus kasar air mata yang jatuh di pipinya
"Kinara tolong maaf kan mas" Ucap Vano berusaha membujuk Kinara agar tidak marah lagi
__ADS_1
"Aku bilang pergi ya pergi!! Aku sedang tidak ingin berbicara dengan mu atau siapapun" Ucap Kinara lalu membalikkan badan, membelakangi Vano dan Alina
"Baiklah" Lirih Vano
.
.
.
Setelah Vano dan Alina keluar dari kamar Kinara, ia segera mengunci pintu kamar, tangis Kinara pecah saat itu juga, hatinya benar² hancur saat ini
Bagaimana tidak, suami yang selama ini ia sayangi dengan sepenuh hati, dengan entengnya mengatakan kalau ia telah selingkuh, ini benar² melukai harga diri Kinara sebagai seorang perempuan, padahal selama ini ia selalu menjaga dirinya dari laki² lain
Saat sedang asik menangis, tiba² saja kepala Kinara terasa pusing, perutnya pun mual
Ia segera menuju ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, setelah itu Kinara segera menuju ke tempat tidurnya untuk merebahkan tubuhnya yang lemas akibat muntah
"Sepertinya aku terlalu sering menangis, sampai² aku muntah" Gumam Kinara
*
*
*
Kira² Kinara sakit apa ya? 🤔 Ada yang tau?
__ADS_1
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏