
...!Attention ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Ke-esokkan harinya, berita tentang Kinara pun menjadi trending topik nomer satu di pencarian sebuah aplikasi sosial media
Di dalam ruang kerja, Gio benar² pusing dengan berita fitnah yang kembali merebak tentang adiknya
"Apa lagi ini?!" Gio benar² merasa frustasi ketika melihat berita miring tentang adiknya
Akhirnya Gio pun memutuskan untuk menelpon seseorang
"Tolong kau cari orang di balik akun yang menyebarkan berita fitnah tentang adikku" Tegas Gio
Setelah selesai menelpon, Gio pun memutuskan panggilan secara sepihak
"Aku akan mencari bukti lain untuk membuktikan bahwa Kinara tidak bersalah" Gio bergumam namun penuh dengan ketegasan
"Berani sekali dia menyebarkan fitnah tentang Kinara. Aku yakin pelakunya pasti Vano, dia sengaja melakukan ini untuk mengembalikan nama baiknya" Tangan Gio sudah terkepal erat, wajahnya memerah seperti sedang menahan emosi
"Tapi tidak semudah itu Vano. Kau berurusan dengan orang yang salah" Gumam Gio lagi
Setelah tiga jam Gio mengumpulkan bukti² untuk menampik berita hoax tentang Kinara
Ia pun mendapatkan telpon dari orang suruhannya
"Kau sudah dapat orangnya?" Tanya Gio dalam telpon
"Sudah bos, saya tidak tau pasti siapa orang nya. Tapi nama orang tersebut adalah Alina Arabella, bos mengenalnya? Kalau tidak biar aku carikan informasi tentang orang tersebut" Jawab orang di seberang telpon
"Alina?" Gumam Gio dengan sangat samar
"Tidak perlu aku mengenalnya. Kau kirim saja bukti² tentang pemilik akun itu" Jawab Gio dengan nada emosi
__ADS_1
Gio pun kembali mematikan telpon secara sepihak
"Dasar gadis bodoh. Berani sekali kau bermain-main dengan adikku. Lihat saja kau pembalasan setelah ini" Gio menyeringai bak iblis yang sedang emosi
Drett
Gio mendapatkan sebuah email masuk, dan email tersebut berisikan foto² atau informasi tentang pemilik akun yang menyebarkan berita fitnah tentang Kinara, yang sudah pasti pelakunya adalah Alina
"Cihh, dasar istri kedua tidak tau malu" Gio pun akhirnya mengumpulkan kembali semua bukti² tentang kebenaran dari masalah ini
Gio mendapatkan bukti berupa foto² pernikahan kedua Vano, yang menampilkan kondisi Kinara yang sangat kacau, dan juga bukti² rekaman suara, bahwa selama ini Kinara tidak pernah menyetujui permintaan Vano untuk menikah lagi. Gio juga berhasil mendapatkan bukti dari rumah sakit yang menyatakan bahwa Kinara sama sekali tidak memiliki gangguan pada rahimnya, apalagi sampai mandul. Tidak lupa juga Gio berhasil mendapatkan bukti bahwa selama ini Kinara tidak pernah pergi ke club malam, Gio membuktikan ini dengan sebuah tangkapan layar dari hp nya, bahwa foto² yang sedang rame di perbincangkan bukan lah Kinara, melainkan foto tersebut di ambil dari aplikasi google
Gio pun menyeringai puas setelah berhasil mendapatkan bukti² kebenaran untuk menyerang balik Alina
"Bersenang-senang lah kalian saat ini. Aku yakin setelah ini senyuman kalian akan hilang ketika aku mulai menyebarkan bukti² ini" Gumam Gio seraya menatap sinis foto pernikahan Vano dan Alina
********
Di sisi lain, Alina sangat senang setelah berhasil membuat fitnah tentang Kinara
Ia tidak tau bahwa sebentar lagi akan ada bencana besar yang datang, karena ulah dari akibatnya ini
"Spertinya sangat seru membuat fitnah tentang mbak Kinara, hahaha. Pasti orang² akan berpikiran kalau selama ini mbak Kinara yang salah, bukan aku" Saat sedang asik membaca komentar² pedas dari netizen yang dilayangkan kepada Kinara, tiba² saja pintu kamar Alina di buka sedikit kasar oleh seseorang, dan orang tersebut adalah Vano
"Iya, memangnya kenapa? Salah?" Tanya Alina dengan jutek
"Astaga, apa² an kau ini Alina, kenapa kau selalu saja membuat masalah?!" Vano sedikit meninggikan nada bicaranya
"Membuat masalah? Apa kamu tidak bisa lihat mas? Dengan adanya fitnah yang aku tebarkan, itu sama saja mmebersihkan nama baik mu. Coba kamu lihat komentar orang², mereka menjadi berempati kepadamu, karena mereka berpikiran bahwa kamu sebenarnya adalah korban dari ke egoisan mbak Kinara. Bukan kah ini juga bisa berdampak baik untuk perusahaanmu?" Tanya Alina dengan menaikkan salah satu alisnya
"Kamu benar juga Alina" Vano pun diam² tersenyum tipis saat melihat pesan dari sekretarisnya bahwa orang² yang menarik saham dari perusahaan Vano kini mulai kembali berinvestasi lagi di perusahaan Vano
"Makannya jangan marah dulu" Ucap Alina dengan nada menyindir
"Kamu memang yang terbaik Alina" Vano pun memberikan kecupan hangat di dahi Alina
Vano dan Alina benar² menikmati kenikmatan sesaat ini, mereka berdua tidak tahu bahwa Gio, kakak dari orang yang mereka fitnah, sedang menyiapkan sebuah hadiah besar untuk mereka
********
__ADS_1
Di sisi lain, Kinara sedang bersantai di ruang tamu nya bersama dengan kakak iparnya dan keponakannya
"Tante Nara, ini yang lagi viral, foto tante Nara ya?" Ucapan Zia pun berhasil menyita perhatian Kinara dan Rania yang sedang asik mengobrol
"Coba sini tante lihat sayang" Kinara pun mengambil alih ponselnya yang sempat di pinjam kan kepada ponakannya
Kinara pun menutup mulutnya tak percaya dengan berita yang beredar
"I-ini? A-apa ini?" Lirih Kinara dengan suara serak
"Ada apa Kinara?" Kinara tidak bisa menjawab sepatah kata pun pertanyaan yang di lontarkan sang kakak ipar, ia hanya memberikan ponsel nya kepada sang kakak ipar, Rania
"Hah? Apa ini Kinara? Kenapa mereka mengatakan bahwa ini adalah kamu?" Respon Rania pun sama seperti Kinara, ia shock saat melihat foto² seorang wanita di sebuah club malam yang di duga oleh orang² adalah Kinara
Kinara tidak menjawab ucapan Rania, ia masih bungkam seribu bahasa, lidahnya terasa kelu, air mata indah Kinara pun sudah turun menghujani pipi mulus Kinara
Rania yang tidak tega pun segera memeluk erat tubuh adik iparnya yang bergetar
Mendapatkan tempat sandaran, tangisan Kinara semakin nanar, ia menumpahkan semua kesedihannya di bahu sang kakak ipar
"A-aku ti-tidak pernah per-pergi ke club ma-malam mbak" Tangis Kinara semakin pecah setelah berhasil mengatakan satu kalimat tersebut
"Aku tau Kinara, itu pasti hanya berita fitnah, mbak yakin pasti mas Gio sudah melakukan sesuatu untuk menepis beritahu fitnah itu Kinara, percayalah" Rania memberikan pengertian kepada Kinara seraya mengelus lembut punggung Kinara
Sedangkan Zia, ia hanya dapat menundukkan kepalanya, karena ia pikir Kinara menangis karenanya
Tanpa aba² Zia langsung menghampiri dan memeluk erat Kinara dari arah belakang
"Maaf in Zia tante Nara, Zia nggak tau, kalau gara² ini tante Nara jadi nangis" Zia mengucapkan kata maafnya kepada Kinara, seraya sesekali menghapus air matanya dengan tangan mungil nya, entah apa yang dipikirkan Zia, sehingga dia ikut menangis
Kinara pun melepaskan pelukannya dan berbalik menghadap Zia, Kinara pun langsung memeluk keponakannya dengan hangat, "Nggak sayang, tante Nara nangis bukan karena Zia, tapi tadi tante Nara kelilipan" Zia pun menatap wajah teduh Kinara, kemudian memberikan ciuman hangat di pipi Kinara
"Sudah ya, tante Nara nggak boleh nangis lagi" Ucap Zia seraya menghapus bekas air mata Kinara dengan tangan mungilnya
Rania pun tersenyum penuh haru melihat pemandangan di depan matanya
*
*
__ADS_1
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏