
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Di sepanjang perjalanan Kinara hanya menunduk, ia tak berani berkata sepatah kata pun, karena ia tau Vano saat ini tengah marah besar kepadanya
Sedangkan Vano, ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan Vano tidak peduli dengan kendaraan² sekitarnya
Saat ini Alina antara senang dan ketakutan, ia takut karena Vano yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Alina pun memutuskan untuk menegur Vano, "Mas, pelan² saja, aku takut" Ucap Alina dengan lembut seraya mengelus punggung Vano, ia berharap dengan tutur kata nya yang lembut mampu membuat Vano sedikit luluh, namun nyatanya, Tidak
__ADS_1
Vano yang sedang dibawah amarah.. langsung membentak Alina, "Diam lah!!!" Ucap Vano dengan emosi seraya menepis tangan Alina dengan kasar
Hati Alina sangat sakit mendapat perlakuan seperti ini dari Vano, "Sebenarnya apa kesalahan ku pada mu Mas? Kenapa kamu tidak pernah bersikap lembut kepadaku, aku bahkan sudah berusaha untuk menjadi wanita yang baik, tapi tidak pernah sekali pun kamu mengatakan cinta kepadaku. Namun aku tidak peduli, aku akan tetap berusaha keras untuk mengambil hatimu, saat ini hatimu tertutup karena ada kehadiran mbak Kinara, setelah mbak Kinara pergi dari kehidupanmu, aku yang akan menggantikannya" Batin Alina seraya menatap nanar wajah Vano
Setelah melalui perjalan yang cukup menegang kan, akhirnya mereka sampai di rumah, tanpa aba² Vano keluar dari mobil dan menarik Kinara keluar dari mobil juga dengan kasar
Sedangkan Kinara, ia tidak bisa berbuat apa², karena ia juga tidak memiliki bukti untuk membuktikan dirinya tidak bersalah
Vano menyeret Kinara kemudian menghempaskan nya pada sofa ruang tamu, "Sekarang jelaskan berapa lama hubungan kalian terjalin?" Bentak Vano
Lagi, dan lagi Vano menampar pipi Kinara dengan keras bahkan tamparan tersebut meninggalkan bekas di pipi mulus Kinara
"Tidak perlu berbohong Kinara, aku sudah melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, kau tidak menggunakan baju sama sekali di Villa tadi" Vano mencengkeram kuat pipi Kinara. "Bahkan Villa tersebut juga dipesan atas nama dirimu" Ucap Vano seraya menghempaskan Kinara
Kinara bangkit dari tempat duduk, "Cukup Vano!!! Aku juga tidak tau kenapa aku bisa disana, tadi aku hanya berniat bertemu Malvin di dekat danau, tapi tiba² datang beberapa pria menggunakan pakaian serba hitam, mereka memukul kepala Malvin, kemudian mereka membekap ku. Aku bersumpah Vano, aku tidak pernah berselingkuh sekalipun" Ucap Kinara dengan nada rendah
__ADS_1
"Kau pikir aku percaya dengan kata² mu? Laki² berpakaian hitam? Itu pasti hanya akal² an mu saja, iya kan?" Bentak Vano
Kinara menggeleng- gelengkan kepalanya tidak percaya dengan sikap Vano, "Kita sudah bersama selama bertahun-tahun, kamu pasti tau bagaimana aku" Lirih Kinara, kemudian ia hendak pergi meninggalkan Vano
Namun Vano menarik tangan Kinara dengan kasar, Kinara yang kehilangan keseimbangan pun terjatuh dan kepalanya terbentur meja, sedetik kemudian Kinara tidak sadarkan diri, darah segar pun turut keluar dari hidung Kinara
"Kinaraaa!!" Vano berteriak seraya menghampiri Kinara yang sudah terkapar tak sadarkan diri
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****
__ADS_1