
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Saat sedang asik berduaan dengan Kinara, tiba² saja perut Vano kembali merasakan mual, ia berlari ke kamar mandi kemudian memuntahkan isi perutnya
Kinara yang belum tidur pun menghampiri Vano untuk mengecek keadaanya
"Vano, kamu kenapa? Apa kamu sedang sakit?" Walapun membenci Vano, Kinara tetap khawatir dengan keadaan Vano
"Aku tidak tau, sepertinya aku masuk angin" Jawab Vano dengan kedua tangan yang masih bertumpu pada wastafel, setelah menjawab Kinara, Vano kembali memuntahkan isi perutnya
"Bagaimana kalau kita ke dokter saja? Dari pada kamu muntah² terus" Usul Kinara, seraya memijat tengkuk Vano
"Tidak perlu sayang, nanti juga sembuh sendiri" Vano tersenyum hangat menatap wajah Kinara yang teduh
"Tapi kamu muntah² terus. Apa kamu yakin kalau baik² saja?" Tanya Kinara seraya mengusap punggung Vano dengan lembut
__ADS_1
"Iya sayang, aku tidak apa²" Lirih Vano
Setelah puas memuntahkan isi perutnya, Kinara pun memapah Vano untuk kembali ke tampat tidur. Kinara juga membantu membaringkan tubuh Vano yang lemas, kemudian memijat kepala Vano
Namun lagi² perut Vano terasa mual, "Sudahlah Vano, kita periksa saja" Kinara kembali menyarankan Vano untuk periksa
"Tapi aku tidak kuat menyetir Kinara" Lirih Vano, bahkan hanya untuk sekedar bicara saja Vano sudah tidak memiliki tenaga
Kinara menghela napas, "Yasudah, biar aku saja yang menyetir" Ucap Kinara
"Sayang~"
"Vano! Kau ingin sembuh tidak?" Tegas Kinara seraya bersedekap dada
Melihat Vano yang melamun, Kinara pun menepuk pelan pundak Vano
Vano pun tersentak kaget, "Hah? Oh periksa ya, emm, aku tidak mau merepotkan kamu sayang" Lirih Vano seraya mengelus lembut pipi Kinara
"Vano, kau tidak pernah merepotkan ku" Ucap Kinara seraya memasang muka datar, ia tidak tau harus berekspresi seperti apa dalam keadaan seperti ini. Disisi lain ia sangat membenci Vano karena sikapnya yang egois, namun ia juga tidak tega melihat Vano terkapar lemah di kasur, karena bagaimana pun Vano adalah laki² yang pernah ia cintai dengan sepenuh hatinya
Vano memejamkan matanya, ia sangat senang karena Kinara masih memperhatikannya dan ia juga sedih karena sudah tidak ada senyuman lagi yang terulas di wajah Kinara untuknya
"Baiklah kita periksa, tapi dengan satu syarat" Ucap Vano seraya menatap mata indah Kinara
__ADS_1
"Apa?" Tanya Kinara seraya menaikkan salah satu alisnya
Vano menghela napas, "Bolehkah aku tidur bersamamu? Entah mengapa aku tiba² ingin selalu berdekatan dengamu" Lirih Vano
"Baiklah" Ucap Kinara yang akhirnya pasrah dengan permintaan Vano, sebenarnya ia sudah tidak mau seranjang dengan Vano, namun mau bagaimana lagi, ia juga tidak tega melihat Vano
Kinara pun menyiapkan beberapa keperluan untuk periksa nanti, tidak lupa ia mengambilkan pakaian Vano dan menyuruh Vano untuk menganti pakaiannya
Kemudian Kinara memapah Vano turun dari tangga, ternyata di ruang tamu sudah ada Alina yang sedang menonton film
Alina pun menoleh ke arah Vano dan Kinara, "Mau kemana kalian?" Tanya Alina seraya bersedekap dada
"Aku mau mengantar Vano untuk periksa, kau dirumah saja, kau kan sedang hamil" Entah mengapa Kinara pun berubah menjadi sedikit judes kepada Alina
"Apa?!! Periksa?" Tanya Alina, lalu ia pun segera bangkit dari duduknya
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****
__ADS_1