
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Kinara menekan nomer sang kakak di hpnya
(" Halo Kinara? Ada apa kamu menelpon kakak? Apa disana baik² saja?") Walapun Kinara sempat mengecewakan kakaknya, namun bagaimanapun.. kakak tetaplah kakak, sudah kodratnya untuk melindungi sang adik, terlebih- lebih adiknya seorang perempuan
Dengan lirih Kinara berbicara, ("Mas aku tidak bisa menceritakan semuanya saat ini, tapi tolong datanglah kemari dan jemput aku, aku ingin pergi tapi Vano mengunci pintu kamarku, aku tidak bisa mendobrak karena aku sedang hamil, aku takut anakku kenapa²") Ucap Kinara dengan nada pelan, ia takut Vano akan mendengarnya
(" Kamu sedang hamil? Selamat ya Kinara, tapi.. kenapa kamu ingin pergi? Bukankah itu berita baik?") Tanya Gio
(" Aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan Mas, aku mohon segeralah menjemput ku, aku akan mengemasi barang² ku. Aku mohon") Lirih Kinara dengan suara serak
__ADS_1
Gio terenyuh mendengar suara sang adik, "Apa terjadi sesuatu pada Kinara?" Batin Gio
("Baiklah aku akan segera datang menjemput mu") Walapun Gio penasaran dengan permintaan sang adik yang menurutnya aneh, tapi Gio tetap melaksanakan nya
"Apa Kinara sudah tidak betah tinggal bersama Vano? Baguslah, laki² br*ngs*k sepertinya memang harus ditinggalkan" Gumam Gio seraya tersenyum puas
Gio pun beralih pada sang istri yang tampak sedang bermain dengan putrinya, "Sayang, Mas pergi dulu ya" Ucap Gio seraya mendekat ke arah sang istri
"Mau kemana mas?" Tanya Rania
Gio menghela napas, "Kinara meminta ku untuk menjemputnya, aku juga tidak tau apa alasannya, tapi sepertinya dia sudah tidak kuat tinggal disana" Jelas Gio
"Kasian Kinara Mas, oiya kalau begitu kamu ajak saja 2 bodyguard kamu itu, aku hanya takut kamu kenapa² Mas" Ucap Rania
"Tidak, pokoknya mereka harus ikut dengan mu" Ucap Rania
Gio pun menghela napas, "Baiklah²"
Gio pun menelpon 2 bodyguard nya untuk datang kerumah nya, sebenarnya mereka di sewa karena ada kejadian yang kurang mengenakkan dari rekan kerja Gio, berhubung rekan Gio tersebut sudah diringkus polisi, jadi ia tidak terlalu memerlukan bodyguard lagi
__ADS_1
******
Di sisi lain, Kinara tengah mengemasi baju² dan barang² yang sekiranya ia butuhkan, setelah selesai menata, Kinara mengirim kan pesan pada kakaknya bahwa ia sudah selesai berkemas, namun tiba² terdengar suara orang sedang membuka pintu, Kinara pun buru² memasukkan koper tersebut ke bawah ranjang agar tidak ketahuan, Kinara juga menyembunyikan hp nya di bawah bantal
Orang tersebut masuk membawa sebuah nampan berisi makanan dan susu, "Kamu makanlah dulu. Kalau kamu memiliki keinginan untuk melarikan diri, jangan harap kamu bisa Kinara, aku sudah menyita hp mu, aku juga akan mengunci pintu kamar mu dari luar" Ucap Vano seraya bersedekap dada
"Oh" Kinara hanya menjawab dengan ber "Oh" ria saja
Vano mengerutkan kening nya melihat sikap Kinara yang tampak tenang, namun ia segera menepis pikirannya dan pergi meninggalkan kamar Kinara, tidak lupa.. Vano mengunci pintu kamar Kinara
Dirasa Vano sudah pergi menjauh, Kinara mengambil hp yang ia sembunyikan di bawah bantal, ia membuka pesan sang kakak
("10 menit lagi kakak sampai")
Kinara pun mematikan ponselnya dan menunggu sang kakak dengan keadaan cemas
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****