
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Sesuai janjinya pada Kinara, hari ini Gio akan berkunjung ke rumahnya
"Mass, enaknya bawa apa ya untuk Kinara" Tanya Rania yang sedang menidurkan sang anak di pangkuannya
"Kita belikan buah² an saja sayang" Gio mengusap lembut rambut sang istri
"Yasudah kalau gitu, kita berhenti di supermarket depan saja"
Setelah selesai membeli beberapa oleh² untuk Kinara dan Vano, mobil Gio pun melaju menuju kediaman Kinara
.
.
.
"Alina, untuk makan malam biar aku saja yang siapkan, kamu istirahat lah" Ucap Kinara
"Baiklah mbak Kinara, ah iya mbak .. aku tidak pernah melihat keluarga mbak Kinara, apa keluarga mbak Kinara tinggal di luar kota?" Tanya Alina
__ADS_1
Kinara tersenyum menanggapi ucapan Alina, lalu ia pun menjelaskan tentang keluarganya, "Keluarga ku awalnya tinggal di Jakarta, tapi mereka pindah ketika ayahku meninggal, mungkin untuk mengurangi rasa sakitnya kehilangan"
Alina seketika menundukkan kepalanya mendengarkan cerita dari Kinara, ia merasa bersalah karena telah lancang bertanya
Kinara pun menoleh ke arah Alina karena tidak mendapatkan respon, "Tidak apa Alina, kamu bertanya karena tidak tahu kan"
Ding
Dong
"Ehh.. apa Vano pulang secepat ini?"
"Biar aku periksa mbak saja mbak"
Kinara pun tersenyum manis menatap Alina tanda mengiyakan
Tak berselang lama sesosok pria yang sangat Kinara rindukan, pria yang selalu menjadi hero ketika ia sedang sedih kini sedang berdiri tegap di hadapannya, tidak lupa di sampingnya juga ada seorang wanita yang tengah menggendong anaknya
"Kemarilah Kinara" Ucap Gio seraya merentangkan kedua tangannya
Kinara pun berlari memeluk tubuh Gio dengan begitu erat, betapa rindunya hati Kinara setelah sekian lama tidak bertemu
Gio melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Kinara, "Ya Ampun, jika terlalu rindu seperti ini jadinya, biarkan kakak iparmu ini duduk dulu, kasihan dia sedang menggendong anakku" Gio pun segera mengambil alih gendongan sang anak
Kinara pun menghampiri Rania, dan memeluknya, "Mbak Rani, apa kabar?"
"Alhamdulillah mbak baik Nara"
Kinara pun mempersilahkan mereka untuk duduk
__ADS_1
"Jadi bagaimana kabar mu hmm? Apa Vano memperlakukan mu dengan baik?"
Deg..
Hati Kinara bergemuruh mendengar pertanyaan Gio, "Te-tentu saja mas, Vano tidak berani menyakiti aku karena aku memiliki kakak yang garang" Ucap Kinara seraya tersenyum getir
"Hahaha.. kau ini ada² saja Nara" Ucap Gio seraya mengelus kepala Kinara
Sungguh nyaman rasanya ketika ia bisa bercengkrama dengan bebas setelah sekian lama
Disisi lain Alina menatap heran mereka, sambil membawa nampan berisi minuman
"Oh iya mas, mbak, kenalin ini Alina" Ucap Kinara memperkenalkan Kakaknya pada Alina
"Dan Alina, ini kakak ku dan yang ini kakak iparku"
Alinapun menunduk, "Saya Alina"
"Jika dilihat dari penampilannya gadis ini masih muda, apa dia temanmu Nara?" Tanya Rania
"Di-diaa" Kinara masih ragu untuk menceritakan ini kepada kakaknya
"Dia istriku mass" Ucap Vano dengan suara yang menggema
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.