
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Pukul 07.00 pagi
Mendengar suara gemericik air dari dalam kamar membuat Vano terbangun, ia teringat akan kejadian kemarin yang membuat Vano langsung bangun dari tempatnya, ia memegang gagang pintu yangkini masih terkunci, "Terlalu jahat kah aku padamu Kinara"
Vano sedang berpikir keras bagaimana caranya dia bisa masuk kedalam, sungguh tangannya sudah tidak sabar memeluk tubuh mungil sang istri
Pada akhirnya Vano pun mendobrak pintu kamar dengan cukup keras, ia tidak bisa berpikir lama-lama lagi sehinggga tidak ada cara lain selain mendobrak pintu
Sementara di sisi lain Kinara yang baru saja menyelesaikan mandinya kini terdiam mematung stelah melihat sang suami memaksa masuk kedalam
"Sayang" Lirih Vano, ia langsung memeluk tubuh Kinara yang masih terbalut handuk dengan dekapan yang begitu kuat, hingga tidak memberikan celah sedikitpun untuknya Kinara bergerak
"Lepaskan Aku!!!!" Ucap Kinara sedikit meninggikan suaranya
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskanmu, jangan pernah berfikiran untuk bercerai, aku tidak akan sanggup" Ucap Vano Lirih
"Lalu apa kau memikirkan betapa tidak ikhlasnya hatiku ketika mendengar suami yang aku cintai mau membagi cintanya dengan wanita lain, hanya karena kau ingin memiliki seorang anak, kamu mampu menyakiti ku, bukankah untuk menerimaku apa adanya adalah janjimu? Lantas mengapa tidak bisa kau buktikan? Hikss" Ucap Kinara dengan tangisan, ia tidak dapat membendung air matanya
"Aku berjanji akan bersikap adil sayang, tapi aku mohon jangan pergi, aku tidak sanggup" Ucap Vano seraya menggenggam kedua tangan Kinara
"Aku tidak peduli, lepas!! aku tidak mau satu atap lagi denganmu, aku benar² membenci mu" Ucap Kinara berusaha menepis tangan Vano
Plakk
"Apa itu cukup untuk membuat mu diam, sudah kubilang aku akan bersikap adil, lalu apa lagi yang kau inginkan, aku melakukan ini karena terpaksa tapi kau bersikeras untuk pergi, jangan harap kamu bisa pergi menjauh dariku, diamlah disini aku akan mempersiapkan pernikahanku!!!" Bentak Vano pada Kinara
"Hikss.. kamu bukanlah Vano yang aku kenal, aku membencimu.. sangat membenci mu" Ucap Kinara seraya mengelus pipinya yang panas akibat tamparan Vano
"Akan ku buat kau tidak membenciku, diam disini hingga persiapan selesai!!"
Pukul 17.00
Terdengar suara kunci pintu dibuka, Kinara yang sudah lemas karena menangis hanya bisa duduk diam di lantai dengan memeluk kedua kakinya, entahlah apa lagi yang harus di lakukannya, memohon, minta cerai, dan kabur sudah dilakukan namun hanya kekerasan yang ia dapat
"Kenapa kamu duduk di lantai, ayo naik ke atas, mas bawakan bawakan kamu makanan" Ucap Vano dengan tangan yang terisi sepiring makanan dan segelas air
Kinara hanya diam dan enggan menatap sang suami, Vanopun menghela napas kasar, ia memangku tubuh sang istri untuk mau duduk di atas ranjang
__ADS_1
Vano pun mengelus lembut pipi Kinara yang sempat ia tampar tadi, "Maaf sayang tadi mas nampar kamu, sungguh mas nggak berniat untuk nampar kamu"
"Ceraikan aku saja.. hiks" Ucap Kinara dengan suara yang lirih
"Permintaan itu lagi!! Kenapa kamu selalu minta cerai huh!! Apa kurang perhatianku padamu?" Ucap Vano meninggikan suaranya
"Kamu pasti mengerti kenapa aku meminta cerai padamu Vano!!"
"Memang apa yang harus ku mengerti huh?! Sudah kubilang aku akan bersikap adil, bahkan aku memutuskan untuk tidak mencintainya lalu kenapa kamu selalu merasa kurang, sebagai seorang istri seharusnya kamu mendukung keputusanku bukan malah menentang"
"Apakah aku harus mendukung keputusan yang nantinya akan membuatku tersiksa!! Katakan bagaimana bisa hatiku menerima bahwa suami ku yang selama ini aku banggakan ternyata berpoligami hanya karena aku belum bisa memberikannya keturunan"
"Kau benar-benar sudah keterlaluan, setuju atau tidak pernikahan akan tetap di langsungkan dan kamu!! Aku tidak akan pernah menceraikan mu!!"
"Br*ngs*k aku membencimu Vano!!!" Teriak Kinara ketika Vano meninggalkan Kinara dengan amarahnya
"Hikss.. kenapa tuhan memberi ujian sesakit ini kepadaku, kenapa aku harus menjadi cac*t yang tidak bisa memberikannya keturunan.. hiks, sakit sekali" Tangis Kinara pecah seraya memukul dadanya
*
*
*
__ADS_1
BAB selanjutnya nanti tentang dilangsungkannya pernikahan Vano sama istri keduanya..😊😊😊
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****..