
...!Attention! ...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Di sisi lain Reynal berusaha menghubungi nomer sang kakak sepupu, "Kemana bang Reynal ini, dari tadi ku telpon nggak diangkat sama dia"
Reynal terus berusaha menelpon nomer Malvin, namun sayang tidak ada jawaban sama sekali dari Malvin
"Haishh, Kemana sih kamu bang" Reynal terus menggerutu karena Malvin tidak mengangkat telponnya
"Dia bilang hanya keluar sebentar untuk bertemu seseorang, tapi nyatanya? Sampai sekarang dia belum datang ke kantor. Mana habis ini rapatnya dimulai lagi. Ckk siapa sih yang di ajak ketemuan sama bang Malvin" Gerutu Reynal seraya menatap jam tangan digital nya
Karena kesal Malvin tak kunjung menjawab telponnya, Reynal pun memutuskan untuk melacak keberadaan Malvin lewat gps hpnya
Reynal dibuat cukup shock ketika mengetahui lokasi terakhir Malvin, "Villa? Sedang apa dia disana?" Reynal mengerutkan kedua alisnyamengetahui lokasi terakhir Malvin . "Wait.. ini kan Villa untuk~"Reynal menutup mulutnya tak dapat melanjutkan kata²nya
Tanpa berpikir panjang Reynal langsung menyambar kunci mobilnya dan berangkat menuju Villa tempat lokasi terakhir hp Malvin aktif
__ADS_1
Namun saat hendak pergi, Reynal dihadang oleh sekretarisnya, "Tuan? Anda mau kemana? Setelah ini dapat dimulai"
"Aku tidak bisa hadir, kau saja yang menggantikan aku" Ucap Reynal dengan tergesa- gesa
"Ta-tapi tuan ~" Belum selesai sang sekertaris selanjutnya ucapannya, Reynal sudah pergi begitu saja meninggalkan sang sekertaris
******
Saat ini Vano sudah sampai di pekarangan Villa kecil yang dikirim oleh orang misterius
Vano segera turun dan mendapati sang penjaga Villa sedang duduk tak jauh dari Villa tersebut, tanpa basa basi Vano langsung menghampiri orang tersebut
"Pak permisi, saya mau bertanya" Ucap Vano dengan nada tegas
Sang penjaga Villa tersebut langsung bangkit, "Iya nak, mau tanya apa?"
"Ohh, kalo nggak salah namanya Kinara. Iya mbak Kinara" Ucap sang penjaga tersebut dengan ramah
"KINARA?" Vano mengulang nama Kinara dengan nada dingin
"I-iya tuan" Penjaga tersebut sedikit menundukkan kepala tak kala Vano menatapnya dengan tatapan yang tajam dan menakutkan, tak lupa Vano juga mengepalkan kedua tangannya
Di belakang Vano, Alina tersenyum puas melihat ekspresi Vano, "Nggak sia² aku nerima tawaran Ghea" Batin Alina seraya menyeringai
__ADS_1
*******
Malvin terbangun lebih dulu dari Kinara, ia memegangi kepalanya yang saat ini sangat sakit, ia pun melihat sekeliling, dan setelah menyadari dirinya tidak mengenakan pakaian, Malvin sangat shock, ia segera mengambil celananya dan langsung memakainya
Setelah mengenakan celana ia melihat ke arah kasur, "Kinara? Aku tidur dengan Kinara? Bukannya tadi kita di taman? Kenapa sekarang kita ada di sini?" Lirih Malvin, kepalanya masih sedikit pusing, ia tidak bisa mengingat jelas kejadian apa yang terjadi saat di taman tadi
Setelahnya Kinara pun ikut terbangun, ia menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan pandangannya untuk mengumpulkan kesadarannya
"Malvin!!" Kinara berteriak cukup keras, membuat lamunan Malvin langsung tersadar
"A-apa yang kamu lakukan?" Lirih Kinara
"Kinara, aku bersumpah aku tidak melakukan apapun, aku juga tidak ingat kenapa kita berada disini" Ucap Malvin
Di dalam lemari, ada Ghea yang sedang panik, "Astaga mereka sudah sadar, bagaimana ini? Kenapa mereka belum datang" Ghea menggigit kuku jarinya karena panik
Namun beberapa detik kemudian orang yang Di tunggu pun datang,
Seseorang mendobrak pintu kamar dengan sangat kencang, "KINARAA!!" Ucap orang tersebut dengan teriakan yang sangat menggelegar di ruangan
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****