
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Saat ini Kinara dan Gio sudah berada di halaman pengadilan
Kinara memejamkan matanya sekilas, berusaha untuk menguatkan hatinya yang kembali gusar
Kinara Dan Gio pun berjalan menuju pusat bantuan hukum di pengadilan dengan membawa dokumen² lengkap yang nantinya akan diminta oleh petugas pengadilan
Kinara pun di tanyai oleh petugas disana seputar alasan dia mengajukan gugatan cerai
Kinara memberikan 3 alasan yaitu, dia tidak ingin dimadu, suami sudah menikah dengan wanita lain, dan adanya unsur kekerasan dalam rumah tangga, awalnya Kinara tidak mau menulis ini, namun Gio yang memaksanya untuk menulis
Setelah selesai mendaftarkan surat gugatan cerai, Gio membayar biaya² yang diperlukan untuk perceraian sang adik
Setelah selesai membuat surat gugatan cerai, Gio meminta kepada polisi setempat untuk mengirimkannya di kediaman Vano, dengan pastinya menambah biaya tertentu
Gio dan Kinara pun pergi meninggalkan pengadilan agama setelah urusannya selesai
******
Pada hari ini juga, polis yang ditugaskan untuk mengantar surat gugatan cerai segera berangkat menuju kediaman Vano
__ADS_1
Sesampainya di rumah Vano, security di rumah Vano mempersilahkan polisi tersebut untuk masuk kedalam
Polisi tersebut pun mengetuk pintu rumah Vano, dan keluarlah seorang wanita yang tak lain adalah Alina sendiri
"Eoh, pak polisi? Ada apa ya pak?" Tangan Alina bergetar ketakutan, orang mana yang tidak takut kalau tiba² saja rumahnya di datangi oleh seorang polisi
"Apa benar ini kediaman pak Vano Anggara?" Tanya polisi tersebut
"Be-benar pak" Pikiran Alina menjadi kalut, kenapa polisi ini mencari suaminya, tindakan apa sebenarnya yang dilakukan oleh suaminya sampai² mengundang polisi untuk datang di kediamannya
"Saya hanya ingin mengantarkan surat gugatan cerai" Polisi tersebut menyodorkan sebuah amplop coklat yang terdapat sebuah nama pengadilan agama yang mengawali pembukaan surat tersebut
"Kalau begitu saya pergi pamit dulu" Polisi tersebut pun meninggalkan kediaman Vano
Tangan Alina bergetar saat menerima surat tersebut, mungkinkah Vano menceraikan dia secepatnya ini?
Alina yang kesal dan sedih pun langsung menghampiri kamar Vano, ia mendobrak pintu kamar Vano yang untungnya tidak di kunci
"Tega kamu mas, secepat ini kamu gugat cerai aku? Padahal dokter bilang aku masih punya kesempatan untuk punya anak" Alina berteriak frustasi seraya menatap tajam Vano
"Gugatan cerai? Apa maksud kamu Alina?" Vano pun bingung sendiri dengan ucapan Alina
"Ini!!" Alina melemparkan sebuah amplop coklat ke pada Vano
"Aku tidak pernah menggugat siapapun Alina. Mungkin saja salah alamat" Vano kembali menyodorkan amplop tersebut kepada Alina
"Nggak mungkin salah alamat mas, orang tadi yang ngantar polisi kok" Sewot Alina
Vano mengernyitkan alisnya, seperdetik kemudian Vano membulatkan matanya, ia kembali menyambar amplop tersebut dari tangan Alina dan membacanya dengan seksama
__ADS_1
Dan ternyata dugaan Vano benar, surat itu dikirim oleh Kinara
Vano pun meremas surat tersebut saat mengetahui siapa yang mengirimnya, "Kurang ajar!!!" Vano menendang meja kecil di dekatnya
Alina pun tersentak kaget melihat reaksi Vano, "Kenapa mas? Kok jadi malah kamu yang marah sih?" Tanya Alina dengan kesal
"Surat gugatan ini dari Kinara!!" Vano berteriak frustasi
Alina pun turut terkejut mendengar ucapan Vano
"Aku akan pergi ke rumah Kinara sekarang" Vano pun pergi meninggalkan
Alina tidak melarang Vano untuk pergi sama sekali, justru saat ini dia sangat senang karena akhirnya Vano dan Kinara akan berpisah
"Ini sangat bagus, aku harus memberitahu Ghea, yaa walapun bukan mas Vano yang menggugat cerai mbak Kinara" Sampai sejauh ini pun Alina masih tetap percaya pada Ghea, ia bahkan tidak pernah menaruh rasa curiga sedikit pun pada rekan partner nya itu
("Ghea, hari ini Kinara mengajukan gugatan cerai pada mas Vano)" Tulis pesan Alina yang dikirimkan kepada Ghea
("Baguslah kalau begitu, mulai sekarang kamu harus menjaga suami mu dengan baik, agar tidak di rebut wanita lain") Jawab Ghea
Alina pun mengernyitkan alisnya saat membaca balasan pesan dari Ghea
"Mungkin maksud Ghea agar aku tidak bernasib sama seperti mbak Kinara" Gumam Alina dengan sedikit keraguan
*
*
*
__ADS_1
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏