Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Pergi ke Bar


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


...Pukul 20.00 ...


Sejak pertengkaran tadi siang, Vano sama sekali belum keluar dari kamarnya, dan Alina pun berinisiatif untuk memasakkan makanan kesukaan Vano


"Akhirnya selesai juga, sekarang tinggal panggil Mas Vano, semoga saja dia mau keluar" Ucap Alina dengan bersemangat, kemudian ia pun naik ke atas dan mengetuk pintu kamar Vano


"Mas, kita makan malam dulu yuk, aku sudah buatkan semua makanan kesukaan kamu" Alina berkata dengan nada lembut


Tak berselang lama pun pintu terbuka, menampilkan seorang Vano dengan pakaian yang rapi


Alina pun mengernyitkan alisnya saat melihat penampilan Vano, "Mas? Kamu mau kemana?" Tanya Alina


Vano menaikkan salah satu alisnya, "Kenapa? Apa urusannya denganmu?" Jawab Vano dengan sinis


"Mas, aku ini istrimu, aku berhak tau kamu mau pergi kemana?!" Alina menaikkan nada bicaranya


"Terserah" Vano pun berjalan meninggalkan Alina

__ADS_1


"Mas, aku sudah masakin makan malam buat kamu" Alina berusaha mengejar Vano yang terus berjalan


"Mas? Kamu denger nggak sih" Alina yang kesal pun menarik tangan Vano


Namun Vano segera menepis tangan Alina, "Diem kamu!! Aku lagi males ngomong sama kamu" Ucap Vano seraya menunjuk muka Alina


Setelah mengatakan kalimat tersebut, Vano segera beranjak pergi menuju mobilnya, ia akan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya


Sedangkan Alina, ia hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu sial, "Kenapa harus aku yang ngalamin semua ini, kenapa bukan mbak Kinara saja!!" Alina berteriak frustasi seraya menatap sendu makanan yang sudah ia buat dengan susah payah.. hanya demi menyenangkan hati Vano, namun justru Vano tidak mau melirik sekilas pun makanan tersebut


******


Saat ini Vano tengah memasuki sebuah bar, niatnya kesana hanya untuk sekedar menenangkan hatinya yang sedang kacau


Setelah memarkirkan mobilnya, Vano pun segera duduk di kursi yang sudah di siapkan, ia meminta pelayan bar untuk membawakannya satu gelas minuman beralkohol


"Pelayan, tolong berikan aku segelas wine" Perintah Vano pada salah satu pelayan


"Ini tuan minumannya" Pelayan tersebut pun menuangkan wine ke dalam gelas Vano, dan Vano pun segera meneguk habis minuman tersebut


Di sisi lain, ada seorang wanita seksi yang juga tengah memasuki bar yang sama dengan Vano, ia pun duduk di samping Vano, namun ia belum menyadari akan kehadiran Vano juga di bar tersebut


Hingga di saat ia mencari pelayan, netranya justru tidak sengaja menangkap Vano yang sedang asik meminum minumannya


"Vano? Sedang apa dia disini?" Gumam wanita tersebut


Tiba² saja sebuah ide gila terlintas di pikiran wanita tersebut, seringai licik pun terukir jelas di wajahnya yang tampak seperti pemeran antagonis

__ADS_1


Wanita tersebut pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja pelayan


"Ekhem, bisa aku biacara sebentar?" Tanya wanita tersebut dengan nada angkuh kepada sang pelayan laki²


"Iya nona, mau bicara apa?" Tanya pelayan tersebut


"Apa kau yang melayani pesanan laki² tersebut?" Tanya sang wanita dengan mengarahkan dagunya ke arah tempat duduk Vano


"Iya nona" Jawab sang pelayan


"Baguslah, minuman apa dia pesan selanjutnya?"


"Laki² itu memesan bir" Jawab sang pelayan lagi


"Bisakah kau masukkan obat perangsang ini ke dalam minumannya" Ucap wanita tersebut seraya menyodorkan sebuah botol obat, wanita tersebut selalu membawa obat perangsang saat akan pergi ke bar, entah untuk apa


"Sa-saya tidak berani nona, saya takut akan terkena masalah" Pelayan tersebut menolak permintaan wanita di depannya


Namun otak licik wanita tersebut masih tetap berjalan, ia mengeluarkan sebuah amplop uang yang berisikan sekitar 4 juta


"Bagaimana dengan imbalan 4 juta ini?"


Mata pelayan tersebut langsung berbinar, ia pun menyanggupi perintah wanita di depannya, "Baiklah saya menyanggupi permintaan anda" Laki² tersebut pun mengambil botol obat tersebut dan mencampurkannya pada minuman Vano 


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2