
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Saat keadaan sedang memanas tiba² saja datang sebuah mobil mewah berwarna hitam yang langsung menjadi sorotan utama para wartawan, bahkan sebelum orang yang berada dalam mobil tersebut turun, para wartawan sudah berdesakan di sekitar mobil untuk menyoroti turunnya orang yang masih berada di dalam mobil
"Tolong minggir semuanya!" Para wartawan pun di desak untuk minggir oleh para penjaga kemanan di sana. Akhirnya mau tak mau, para wartawan pun menepi sedikit untuk memberikan jalan kepada pengguna mobil hitam di depan mereka
Ceklek
Dengan gaya yang angkuh dan sombong, Vano dan Alina pun keluar dari mobil tersebut
Seketika flash kamera pun langsung menyoroti mereka berdua
Namun belum sampai para wartawan memberikan pertanyaan kepada keduanya, Vano dan Alina langsung pergi begitu saja dengan di dampingi oleh pengacara Vano
Di persidangan kali ini Alina memaksa Vano untuk ikut ke pengadilan, Alina sengaja ingin bertemu dengan Kinara dan membuktikan bahwa ia yang menang dalam pernikahan ini
Alina sengaja memoles dirinya menjadi lebih cantik, ia juga memasang muka polosnya di hadapan semua orang
Walaupun nama baiknya sudah tercoreng, Alina tetap ingin tampil lebih menawan dari Kinara
Ia berfikir bahwa Kinara masih dengan style nya yang sedikit kuno
********
15 menit pun berlalu, ruang persidangan pun terbuka, yang dimana persidangan hampir di mulai
Para hadirin pun di persilahkan untuk masuk kedalam ruang persidangan
Alina, Vano, Gio dan para pengacaranya masing² pun masuk ke dalam ruangan, terkecuali Kinara, karena ia tadi izin pergi ke toilet
Setelah memasuki ruang persidangan, mereka akhirnya duduk di tempat masing²
Netra Alina berusaha mencari keberadaan Kinara, namun nihil, Kinara tidak terlihat di sudut ruangan manapun
__ADS_1
Akhirnya Alina menghela napas kasar, "Apa mbak Kinara nggak ikut ya? Cihh, dasar pecundang" Alina mengumpati Kinara dalam hati
Hingga tiba² pintu ruangan pun kembali terbuka, yang menampilkan seorang wanita yang sedikit berisi berjalan dengan anggun memasuki ruang persidangan
Semua mata pun tertuju pada Kinara, dengan balutan gaun yang elegan tapi memiliki kesan mewah yang sangat cocok di kenakan oleh Kinara
Kinara pun mendaratkan pantatnya di kursi sebelah kakaknya
Bahkan saat Kinara pun sudah duduk, mata orang² tidak bisa lepas dari kecantikkan ibu hamil yang satu ini
Alina pun menjadi shock dan sedikit emosi saat melihat perubahan Kinara, "Bagaimana bisa mbak Kinara menjadi se cantik itu?!!" Gerutu Alina dalam hati, ia benar² tidak bisa menerima dengan kenyataan yang ada di depan matanya
Kekesalan Alina pun menjadi semakin bertambah saat dia menoleh ke arah samping, tempat suaminya berada
Tampak Vano tengah memandangi Kinara dengan tatapan penuh kekaguman, bahkan Vano tanpa sadar mengatakan kalimat 'cantik' yang di tujukan untuk Kinara
Hal itu tentu saja membuat Alina menjadi sangat cemburu pada Kinara
Alina segera menginjak kaki Vano, dan Vano pun tersadar dari lamunannya, ia pun menoleh ke arah sang istri, yang dimana Alina ternyata sudah menghadiahi nya dengan sebuah tatapan tajam dan menusuk
Buru² Vano membetulkan dasinya untuk menetralkan suasana yang menjadi tegang
Nampak Vano sedikit enggan untuk berpisah dengan Kinara, namun Kinara dengan tetap pada pendiriannya bahwa ia ingin bercerai dengan Vano
Sidang pun akhirnya selesai dengan keputusan hakim bahwa keduanya sudah resmi bercerai
********
Setelah selesai mengurus surat² perceraian, semua orang pun keluar dari ruang persidangan
Di saat Gio dan Kinara hendak beranjak pergi, tiba² saja Vano mencegah Kinara dengan tiba² menghadang jalan Kinara
Kinara mengernyitkan alisnya saat melihat tingkah Vano yang aneh
"Kenapa?" Tanya Kinara dengan jutek
"Kinara, apa boleh setelah bercerai ini kita berteman?" Tanya Vano dengan sebuah senyuman cerah
"Cihh, tidak mau!!" Kinara dengan tegas mengatakan tidak kepada Vano, Lalu ia segera beranjak pergi bersama Gio tanpa menunggu jawaban selanjutnya dari Vano
"Kenapa kamu semakin cantik Kinara" Gumam Vano diiringi senyuman² aneh
__ADS_1
Alina yang melihat Vano dari kejauhan pun segera menghampirinya,
"Mass? Kok kamu ninggalin aku sih" Sebelum menyapa Kinara, Vano memang masih menunggu Alina di kamar mandi. Namun saat Kinara melewati kamar mandi, tiba² Vano berpikiran untuk menghentikannya, mumpung Alina masih di kamar mandi
"I-itu, ak-aku sedang ~" Vano yang sedang gugup pun kesusahan untuk mencari alasan, sehingga Alina langsung menyela ucapannya
"Sedang bertemu mbak Kinara?" Tanya Alina dengan nada meremehkan
"Tidak Alina, aku bahkan tidak melihat Kinara sama sekali" Vano berusaha membela dirinya dengan meyakinkan Alina bahwa ia tidak bertemu dgn Kinara
"Bohong!!! Kalau kamu emang nggak ketemu sama mbak Kinara, kenapa kamu jadi gugup gitu mas? . Kamu inget kan, kalau sampai kamu berani deket² lagi sama mbak Kinara, aku akan bawa anak kamu pergi dari rumah!!" Alina kembali menegaskan tentang perkataannya yang akan kabur dari rumah jika Vano berani berbuat macam²
"Tidak Alina, aku tidak menemui Kinara. Tadi pengacara ku pamit untuk pergi duluan, yasudah aku tinggal kamu sebentar" Vano tersenyum hangat seraya mengelus lembut pipi Alina
Alina tidak menjawab ucapan Vano, ia hanya membalasnya dengan sebuah senyuman juga
Semenjak mengetahui bahwa Alina memang sedang hamil beneran, Vano menjadi sangat perhatian dan penuh kasih sayang kepada Alina, hal ini ia lakukan agar Alina tidak menjadi stres, karena Vano tahu betul watak istri keduanya ini
Setelah berhasil meyakinkan Alina, Vano segera mengajak Alina untuk kembali ke rumah, ia mendapatkan pesan dari orang tuanya, bahwa mereka akan berkunjung hari ini
********
"Mas, apa kamu yakin mempertemukan aku dengan orang tuamu?" Tanya Alina dengan sedikit meremas ujung gaunnya
"Memangnya kenapa? Mereka hanya ingin bercengkrama dengan kamu dan bayi mu" Ucap Vano dengan lembut
"Tapi disaat pernikahan kita berlangsung, sepertinya Mommy tidak menyukai ku" Lirih Alina dengan menundukkan kepalanya
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan. Setelah mengetahui kamu hamil pasti Mommy akan merubah sifatnya, Alina" Ucap Vano lagi
Alina menghela napas panjang, "Huh, yasudahlah" Alina masih terbayang- bayang oleh wajah ibu mertuanya yang tampak culas dan meremehkan Alina di saat hari pernikahan. Awalnya Alina pikir itu adalah orang lain, ternyata ibu mertuanya sendiri, saat itu Alina sempat kesal dengan ibu mertuanya karena membicarakan hal² buruk tentang Alina kepada keluarganya
Namun secepatnya Alina menepis pikirannya, ia berusaha menetralkan kembali pikirannya yang kacau dengan mengelus perutnya
*
*
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏
__ADS_1