
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Vano benar² tidak dikasih ampun dengan masalah yang terus berdatangan
Vano mendaratkan pantatnya di atas kasur, "Sebenarnya ada apa ini? Kenapa masalahku semakin rumit?" Gumam Vano seraya mengehela napas berat
Bahkan sampai sejauh ini pun Vano masih belum menyadari bahwa semua masalah ini adalah buah karma atas perbuatannya
"Siapa sebenarnya pemimpin perusahaan itu? Kenapa dia melakukan ini? Apa dia berniat menjatuhkan ku? Tidak mungkinkan seseorang akan menawarkan kerja sama gila ini tanpa sebab" Gumam Vano
"Semua akar masalah ini berasal dari Kinara, kenapa dia mengundang wartawan masuk kedalam ruang persidangan? Apa dia tidak punya hati sehingga tega mempermalukan ku di depan publik?" Lirih Vano
"Sudah lah. Kali ini aku harus berbicara dengan Alina tentang masalah warisan" Vano pun beranjak dari duduknya dan turun ke lantai bawah untuk membicarakan hal serius dengan Alina
"Alina, Alina.. dimana kau?" Vano berteriak sedikit keras setelah sampai di ruang keluarga
Seperdetik kemudian Alina pun keluar dari dapur, "Ada apa mas?" Tanya Alina dengan mata yang masih sembab
"Duduklah aku mau berbicara sesuatu denganmu" Perintah Vano
Melihat wajah Vano yang tampak tegang, Alina pun memilih untuk mematuhi perintah Vano, ia pun turut duduk di kursi sofa, di sebelah Vano
Vano menghela napas berat, "Alina dengarkan aku, dalam dua bulan ini kamu harus bisa hamil" Vano berucap lirih namun sedikit di tekan
Alina yang mendengar permintaan Vano pun mengernyitkan alisnya, "Apa harus dua bulan ini Mas? Aku bahkan belum melakukan tindakan apapun untuk penyakit ku ini" Jawab Alina
Vano pun berdesis kasar seraya memijat pelan pangkal hidungnya
"Tidak bisa Alina, daddy bilang dalam waktu dua bulan kau harus segera hamil, atau daddy akan mencoret ku dari ahli waris" Tegas Vano
"Lalu apa masalahnya mas?" Tanya Alina dengan lembut
"Apa masalahnya kau bilang? Hah?! Ini tentang warisan Alina!!! Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus segera hamil" Vano membentak Alina
"Tapi aku juga tidak bisa janji mas, kau tahu sendiri kan kalau aku punya masalah dengan rahimku" Alina meninggikan nada bicaranya
"Baiklah kalau kau tidak sanggup memenuhinya, aku akan mencari istri baru" Final Vano
__ADS_1
Deg....
"A-apa mas? Kamu mau menikah lagi?" Tanya Alina dengan lirih, air matanya pun juga turut keluar
"Aku tidak punya pilihan lain Alina" Tegas Vano
Seketika Alina pun langsung beranjak dari duduknya, "Tidak bisa Mas, kamu tidak boleh menikah lagi" Bentak Alina pada Vano
"Lalu bagaimana mau mu? Hah?!! Aku tidak mungkin melepaskan semua aset²ku berharga ku ini Alina" Vano balik membentak Alina
Alina pun menghela menghirup udara dalam² dan menghembuskan nya secara perlahan, "Baiklah mas, aku usahakan dalam 2 bulan ini aku sudah hamil. Tolong jangan menikah lagi mas" Pinta Alina dengan mata yang sudah memerah akibat menangis
"Semuanya tergantung pada dirimu Alina" Vano pun memilih pergi meninggalkan Alina sendirian di ruang keluarga
"Tidak boleh, ini tidak boleh terjadi, aku harus secepatnya hamil. Mas Vano hanya milikku, selamanya akan menjadi milikku" Lirih Alina dengan suara seraknya
******
"Hahaha, astaga, ini lucu sekali" Kinara tertawa terbahak-bahak saat melihat video perkelahian Alina dengan seorang ibu² di rumah sakit
"Eh, tapi tunggu dulu, ngapain Alina di rumah sakit? Di sini pun tidak terlihat kehadiran Vano, apa dia sedang sakit?" Gumam Kinara
"Sebenarnya ini bukan urusanku, tapi kenapa aku sangat penasaran ya, apa aku cari tau saja?" Pada akhirnya Kinara pun memutuskan untuk mencari tahu penyebab Alina datang kerumah sakit
Kinara pun bersiap-siap untuk bergegas pergi ke rumah sakit
"Kinara? Mau kemana kamu?" Tanya Gio saat melihat adiknya sudah mengenakan pakaian rapi
"Eumm, ak-aku mau pergi ke taman mas" Jawab Kinara seraya tersenyum tipis
Gio pun memincingkan kedua matanya saat melihat gelagat aneh adiknya, "Kamu yakin?" Tanya Gio dengan nada mengintimidasi
"Iyaa Mas, memangnya aku mau pergi kemana lagi?" Jawab Kinara berusaha meyakinkan kakaknya
"Siapa tau kamu mau menemui mantan suami mu itu" Ucap Gio
"Apa?! Cihh.. tidak sudi. Sudahlah mas aku mau pergi, bye" Tanpa menunggu jawaban sang kakak, Kinara langsung pergi begitu saja menggunakan mobil yang sudah diberikan oleh kakaknya
*****
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Kinara pun akhirnya sampai di tempat tujuannya, yaitu rumah sakit yang dikunjungi oleh Alina
Tanpa berpikir lama², Kinara segera menuju tempat pendaftaran
"Eumm, permisi sus, boleh saya lihat daftar pasien yang periksa pada hari ini?" Tanya Kinara dengan hati²
__ADS_1
"Maaf, untuk apa ya buk?"
"Begini sus, tadi adik saya periksa di rumah sakit ini, tapi dia belum pulang juga, jadi saya berniat untuk menyusul adik saya di poli tempat dia periksa" Kinara pun terpaksa mengakui Alina sebagai adiknya, walau dalam hati ia sangat muak dengan ini semua
Suster di depan Kinara tampak ragu dengan pernyataan Kinara, namun mau tidak mau ia pun akhirnya memberikan buku daftar pasien tersebut pada Kinara
Setelah mendapatkan buku daftar pasien, Kinara langsung mencari nama Alina, tepat di nomer 75, nama Alina tercantunkan dengan tujuan poli kandungan
"Tenyata dia ke poli kandungan, tapi kenapa seperti ada yang salah ya? Atau perasaanku saja?" Gumam Kinara
Karena tidak dapat membendung rasa penasarannya, Kinara pun memutuskan untuk beranjak pergi menuju dokter kandungan
Sesampainya di poli kandungan, Kinara langsung bertanya kepada suster yang berjaga di sana
"Sus kalau boleh tau, ibu yang namanya Alina Arabella apa periksa disini ya tadi?" Tanya Kinara
"Sebentar ibu saya cek dulu" Suster tersebut pun melihat riwayat pasien yang periksa di poli kandungan
"Benar ibu, ada pasien yang bernama ibu Alina" Jawab suster tersebut
"Apa keluhan yang dialami oleh ibu Alina?" Tanya Kinara
Sama seperti suster di depan tadi, suster kali ini pun juga memincingkan matanya, "Maaf kalau boleh tau ibu siapanya ya?"
Kinara pun menghela napas, "Saya kakaknya dok, adik saya tidak mau memberitahukan penyakitnya karena ia bilang takut membuat saya khawatir" Lirih Kinara dengan wajah yang dibuat sendu
"Ohh begitu ya, jadi ibu Alina ini mengalami penyumbatan pada tuba falopi nya" Jelas sang suster
"Bu-bukannya dia hamil ya sus?" Tanya Kinara lagi
"Tidak, Ibu Alina tidak sedang hamil"
Kinara pun terpaku mendengar penjelasan sang suster, "Berarti selama ini Alina hanya berpura-pura? Tapi mengapa hasil tespecknya positif?" Batin Kinara
"Ba-baik sus terimakasih, tolong dirahasiakan hal ini ya sus, saya tidak mau nantinya adik saya akan marah"
"Baik bu" Suster tersebut pun menyanggupi permintaan Kinara untuk merahasiakan hal ini
Setelah itu Kinara berpamitan pada suster tersebut dan beranjak pergi meninggalkan poli kandungan tersebut
"Darimana Alina mendaptkan tespeck positif itu?" Gumam Kinara
*
*
__ADS_1
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏