Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Jadi OB?


__ADS_3

...!Attention!...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


Kinara Tamara, namanya kini tengah di perbincangan di kalangan para pebisnis atau pengusaha. Nama Kinara di kenal sebagai seorang wanita janda yang hebat dalam berkarir, walaupun ia  hanya belajar beberapa bulan ini, tapi ia sudah bisa mengusai sedikit demi sedikit ilmu perkantoran


Di tambah lagi, kerjasama antar perusahaan Kinara dan Malvin, semakin membuat orang penasaran dengan perusahaan yang berhasil menggaet kerjasama dengan perusahaan raksasa milik Malvin


Awalnya memang Kinara menolak untuk bekerja sama dengan Malvin, dengan alasan bahwa Kinara ingin memulai karir nya sendiri


Tapi Malvin terus memaksa Kinara, yang pada akhirnya membuat Kinara hanya mampu pasrah dengan permintaan Malvin


Saat ini Kinara tengah bersiap untuk pergi menuju ke suatu tempat bersama sekertarisnya


"Bagaimana Clara? Apa kau sudah mencetak file yang di berikan orang tersebut?" Tanya Kinara pada orang kepercayaan nya


"Sudah nyonya, saya sudah mencetak dan menjadikan nya sebuah berkas" Jawab Clara dengan tegas. Clara adalah sekertaris kepercayaan Kinara, ia adalah orang yang memiliki sikap dingin dan cuek, ia bahkan tidak kenal ampun dengan rekan kerjanya. Dan itulah yang Kinara sukai dari Clara, karena selain sebagai seorang sekertaris, Clara juga bisa menjadi bodyguard pribadi Kinara


"Tapi apa nyonya yakin ingin membeli gedung ini? Apa kita tidak rugi? Dia menaruh harga yang sangat mahal hanya untuk sebuah gedung yang sudah cukup tua" Ucap Clara tanpa ekspresi sama sekali


"Sudah lah tidak apa, aku ingin melihat reaksi nya ketika aku membeli gedungnya" Kinara menjawab dengan penuh keyakinan


"Baik nyonya" Setelah selesai berbincang sebentar, mereka pun pergi ke sebuah gedung yang akan di beli Kinara menggunakan mobil terbaik dan termahal miliknya


Mobil Kinara yang dikendarai oleh Clara melaju dengan kecepatan yang cukuo tinggi


Style serba hitamn, kacamata hitam, rambut yang terurai, dan tak lupa wajah tanpa ekspresinya membuat Clara tampak sangat cool dengan penampilannya, hal ini berbanding jauh dengan penampilan Kinara, ia menggunakan gaun pendek bermotif bunga², rambut yang di gerai, dan juga perut buncitnya, yang membuat aura Kinara semakin mempesona. Kinara memang sengaja tidak menggunakan pakaian kerjanya karena ia ingin tampil cantik dan anggun di hadapan kliennya nanti


Setelah selesai menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka berdua pun sampai di sebuah gedung perusahaan yang tampak sepi tak berpenghuni


"Akhirnya kita sampai juga" Ucap Kinara dengan mengelus perutnya yang sudah mulai membesar


Kinara pun hendak melangkah mendahului Clara, namun ia mencegahnya


"Nyonya lebih baik anda berjalan di belakang saya, karena saya takut terjadi sesuatu yang buruk padamu" Ucap Clara


Kinara menghela napas berat, ia terlalu terburu-buru untuk masuk ke dalam hingga tidak memperdulikan kondisi bayinya


"Baiklah" Akhirnya mereka berdua pun berjalan menuju lobby kantor


Clara dan Kinara pun disambut oleh sang sekertaris


"Selamat pagi pak Kenzo" Sapa Clara pada sekertaris Vano


(Maaf othor lupa nama sekertaris Vano😅)

__ADS_1


"Pa-pagi nona" Jawab Kenzo dengan terbata-bata


"Baiklah siapa nyonya anda yang akan membeli gedung ini nona?" Tanya Kenzo


Tiba² Kinara pun muncul dari belakang Clara yang membuat Kenzo pun tak percaya dengan penglihatannya


Ia berkali-kali mengucek matanya untuk memastikan siapa orang yang ada di depannya


"Ki- Kinara?" Bukan Kenzo yang menjawab melainkan Vano sendiri


"Maaf anda siapa ya?" Sarkas Kinara


"Kinara? Sedang apa kau disini? Kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Vano lagi dengan penuh kepercayaan diri


"Cihh, menjijikan" Kinara pun menoleh pada Clara dan menyuruhnya untuk menjelaskan. "Jelaskan pada mereka Clara"


"Baik nyonya, jadi begini tuan², nyonya Kinara ini lah yang nantinya akan membeli gedung tua ini" Ucap Clara


"Apa? Hahaha, tidak mungkin wanita ini punya uang sebanyak itu" Vano justru malah tertawa mendengar ucapan Clara


"Maaf tuan Vano, tolong anda bersikap dengan baik dengan nyonya saya. Anda mungkin tidak terlalu mengenal nyonya Kinara kan? Tapi anda pasti tau dengan perusahaan yang bernama Investama kan?" Tanya Clara


"Ya sudah pasti semua orang tau dengan perusahaan tersebut, perusahaan yang berhasil bekerjasama dengan perusahaan raksasa, Wiratama" Jawab Vano dengan bersedekap dada


"Perusahaan Investama memang awalnya dikelola oleh orang lain, tapi perusahaan tersebut kini sudah berpindah tangan kepada nyonya Kinara!" Clara sedikit meninggikan nada bicaranya


"Astagaaa, Kau pikir aku percaya dengan guyonan kalian?" Vano menaikkan salah satu alisnya dengan sedikit tertawa ringan


Karena kesal dengan sikap Vano, Clara langsung melempar sebuah berkas berisikan tentang kepemilikan perusahaan Investama kepada Vano


"Baca saja, tidak usah banyak biacara" Ketus Clara


Dengan kesal pun Vano membuka berkas tersebut, seketika Vano pun membelalakkan matanya dengan sempurna saat melihat isi berkas tersebut


"I-ini tidak mungkin!"


"Sudahlah, aku tidak punya banyak waktu, cepat kau tunjukkan kelebihan dari gedung tua ini" Bentak Clara pada Vano dan sekertarisnya


Dengan keadaan yang sedikit shock, Vano pun akhirnya menuntun Kinara dan sekertarisnya untuk melihat-lihat bagian dalam gedung


Setelah sekitar 20 menit berjalan, Kinara pun mulai kelelahan, ia meminta sekertarisnya untuk berhenti dan langsung menyetujui saja


"Baiklah cukup sampai disini saja berkelilingnya, kita akan melakukan transaksi sekarang" Ucap Clara dengan tegas


Akhirnya mereka pun dituntun untuk menuju ruang meeting, sebelum ke ruang meeting, Clara izin untuk mengambil sebuah koper mini yang berisikan uang


Transaksi jual beli pun terjadi di ruangan tersebut


"Karena nyonya saya sudah setuju, maka saya akan langsung melunasi pembelian gedung ini tanpa menyicil" Clara pun mengeluarkan sebuah koper yang sempat ia ambil tadi


Clara membuka isi koper tersebut di depan semua orang

__ADS_1


Saat hendak menyerahkan kepada sekertaris Vano, tiba² saja Vano angkat bicara


"Tunggu, sebelum kalian menyerahkan uang tersebut, kalian harus tau, bahwa disini juga ada uang pemeliharaan gedung, jadi kalian harus membayar lebih untuk itu!!" Ucap Vano


"Berapa?" Tanya Clara dengan datar


"350 juta" Ucap Vano dengan santai


Mendengar hal tersebut Kinara langsung menolak dengan tegas


"Tuan Vano, jangan berani² nya anda memeras kita" Bentak Kinara pada Vano


"Aku tidak memeras kalian, memang seperti itu aturannya" Ucap Vano dengan wajah liciknya


Kinara yang kesal karena merasa dipermainkan oleh Vano pun akhirnya berkata tegas, "Baiklah kalau begitu kita tidak jadi membeli gedung ini"


Vano pikir Kinara akan setuju dengan permintaannya, namun ternyata ia salah, Kinara justru malah ingin membatalkan transaksi pembelian gedung milik Vano


"Tunggu! Kalian tidak bisa membatalkan seenak kalian!!" Tegas Vano


"Terserah kita lah" Jawab Kinara dengan nada jutek


"Sudahlah tuan Vano, tidak usah aneh² situasi saat ini sangat genting, tuan tidak ingin kan di bawa ke jalur hukum?" Kenzo berusaha menasehati Vano dengan suara lirihnya agar tidak terdengar oleh Kinara dan sekertarisnya


"Terserah!!" Akhirnya Vano pun pasrah, dan transaksi pun kembali berjalan dengan lancar walau ada sedikit hambatan dari sikap keras kepala Vano


Setelah selesai melakukan transaksi, Kinara dan Clara pun hendak pergi dari ruangan tersebut, namun Vano lebih dulu menarik tangan Kinara


"Aku ingin bicara dengan mu!" Ucap Vano pada Kinara


"Yasudah, bicara saja!" Jawab Kinara dengan dingin


"Tidak bisa aku ingin bicara empat mata dengan mu" Ucap Vano lagi


Kinara pun menghela napas kasar, kemudian ia menyuruh semua orang pergi dan menyisakan Vano dan Kinara


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kinara dengan cuek


"Kinara bisakah kau berikan aku lowongan kerja di perusahaan mu? Aku mohon  Kinara" Ucap Vano dengan memelas


"Aku bisa menggantikan posisi sekertaris mu itu" Ucap Vano lagi.


"Cihh, kalau kau mau bekerja di tempat ku, maka pekerjaan yang tersisa hanya sebagai ob, bagaimana? Apa kau mau?" Sarkas Kinara


"Apa² an ini.. aku tidak cocok bekerja sebagai ob Kinara.. aku lebih pantas menjadi sekertaris mu!" Vano sedikit meninggikan nada bicaranya


"Tidak peduli" Kinara pun pergi meninggalkan Vano sendiri, yang masih mengoceh di tempatnya


*


*

__ADS_1


*


Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏


__ADS_2