Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Memutuskan Untuk Cerai


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


"Alina? Bukannya kamu sedang sakit perut? Lalu mengapa kamu langsung bangkit begitu saja?" Vano menyipitkan matanya


"Mass, aku kesal dengan mbak Kinara" Lirih Alina seraya menundukkan kepalanya


"Vano, kau tidak buta kan? Aku harap setelah kejadian ini, kau bisa menilai siapa yang berbohong" Ucap Kinara kemudian pergi meninggalkan kamar Alina


Vano pun melayangkan tatapan tajam pada Alina, "Kalau sampai kamu benar² mengatakan hal seperti itu pada Kinara. Maka aku akan sangat kecewa padamu. Kau disini hanya sebagai ibu pengganti, jadi jangan harap mendapatkan cintaku" Vano berkata tegas pada Alina. Kemudian ia pun juga pergi meninggalkan kamar Alina


Semua orang telah pergi dari kamar Alina dan hanya tersisa Alina seorang diri di dalam kamar itu


"Dasar Kinara si*l*n!!!" Alina berteriak seraya menarik rambutnya, ia benar² frustasi menghadapi Kinara


Setelahnya Alina terduduk lemas di samping tempat tidurnya, ia memejamkan mata berusaha mengontrol amarahnya, "Aku pasti akan merebut mas Vano dari mbak Kinara" Gumam Alina


.


.


.

__ADS_1


Di sisi lain, saat ini Kinara tengah duduk di balkon kamarnya, ia membaca sebuah majalah fashion seraya menyesap teh yang sempat ia buat tadi. Kinara tidak peduli tentang apa yang terjadi barusan


"Mulai sekarang aku tidak akan tinggal diam pada Alina. Aku akan membalas setiap perbuatannya yang kurang ajar" Gumam Kinara, ia pun kembali menyesap teh nya


"Aku tidak peduli Vano percaya atau tidak. Toh tidak ada gunanya juga" Ucap Kinara yang memang sudah tidak peduli dengan Vano


Saat tengah asik membaca majalahnya, tiba² saja Kinara mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamarnya


"Palingan juga Vano, biarkan sajalah" Kinara pun kembali membaca majalahnya. Namun ketukan pintu tersebut tidak kunjung hilang yang membuat Kinara risih


Kinara pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya


Ceklek


"Ada apa?" Tanya Kinara pada Vano dengan nada dingin


"Kinara" Lirih Vano, ia langsung memeluk tubuh Kinara


"Kinara maaf kan aku, aku sudah salah paham denganmu" Lirih Vano seraya menundukkan kepala


"Sudah? Tidak ada lagi?" Tanya Kinara dengan nada dingin


"Ti-tidak" Jawab Vano sedikit ragu


Setelah mendengar jawaban Vano, Kinara langsung menutup pintu kamarnya dan mengunci pintunya


Vano yang masih berdiri di depan pintu kamar Kinara merasa shock mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kinara


"Kenapa dia menjadi seperti ini? Dulu dia sangat hangat kepadaku" Lirih Vano, kemudian Vano pun beranjak pergi dari depan kamar Kinara

__ADS_1


Di dalam kamar, ternyata Kinara sedang mendapatkan pesan dari Malvin


("Apa kita bisa bertemu lagi? Ada sesuatu yang ini aku tanyakan padamu") Tanya Malvin dalam chat


Kinara yang saat ini memang sedang dalam suasana hati buruk langsung menyetujui permintaan Malvin, karena ia pikir ia akan sedikit lebih tenang jika ada teman yang di ajak bicara


("Baiklah, dimana kita akan bertemu?") Tanya Kinara


("Kita bertemu di danau kemarin saja bagaimana?")


("Baiklah aku setuju. Sampai bertemu besok")


Kinara pun meletakkan hpnya di kasurnya, "Lebih baik aku berendam saja, sudah lama juga aku tidak berendam"


Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian tidur. Kinara naik ke atas kasurnya untuk merehatkan tubuhnya


Namun lagi² Kinara merasakan mual pada perutnya, ia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju wastafel dan kemudian memuntahkan sebagian isi perutnya


Kinara pun kembali ke tempat tidurnya setelah puas memuntahkan isi perutnya


"Kenapa aku merasa kalau ada janin di dalam perutku?" Lirih Kinara


"Bagaimana kalau aku ternyata hamil? Pasti akan lebih sulit untuk bercerai dengan Vano" Kinara sudah memutuskan bahwa minggu depan ia akan meminta bantuan kakaknya untuk mengurus surat gugatan cerai pada Vano


"Sudahlah tidak usah di pikirkan, lebih baik aku tidur saja" Kinara pun memejamkan kedua matanya dan 10 menit kemudian ia telah terbang ke alam mimpinya


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2