Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Bertemu


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


Vano dan Alina saat ini sudah selesai bersiap untuk berangkat ke rumah sakit


"Sudah siap Alina?" Tanya Vano dengan lembut seraya mengelus kepala Alina


Alina hanya mengangguk menanggapi ucapan Vano, ia tidak berani menjawab ucapan Vano karena sedang gugup, kalau ia menjawab sudah pasti Vano akan semakin curiga dengan tingkahnya


Mereka pun berangkat menuju rumah sakit dengan mengendarai mobil milik Vano


Sepanjang perjalanan Alina meremas kedua tangannya, ia tidak tau respon apa yang akan diberikan oleh Vano saat tahu dirinya tidak hamil


Vano yang menyadari tingkah aneh Alina pun memilih untuk mengabaikannya saja


*****

__ADS_1


Selang beberapa menit, akhirnya Vano dan Alina pun sampai di rumah sakit


Vano segera membantu Alina turun, sedangkan Alina hanya tersenyum


Mereka berdua pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, hingga tiba mereka didepan poli kandungan, Vano pun mengambil nomer, dan kebetulan mereka mendapatkan nomer 6 yang berarti mereka harus menunggu sedikit lama


Setelah itu, Vano kembali duduk di samping Alina, ia menggenggam erat tangan Alina yang berkeringat


"Ada apa Alina? Kenapa tanggamu berkeringat? Apa kamu sedang panik?" Tanya Vano dengan lembut


Alina menghela napas panjang, "Aku hanya sedang gugup saja mas, karena ini pertama kalinya aku datang kesini" Alina berusaha menyembunyikan kepanikan nya


"Tidak perlu gugup Alina, aku akan selalu menemani kamu" Vano berkata dengan lembut seraya mengelus kedua tangan Alina


"Mas, sepertinya aku harus ke kamar mandi dulu" Ucap Alina


"Mas tidak usah ikut. Tidak apa kan mas tunggu disini?" Tanya Alina pada Vano


Vano menghela napas, "Yasudah, tapi kamu harus hati² ya" Alina mengangguk kemudian ia segera beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamar mandi rumah sakit


Setelah sampai kamar mandi, ia segera menelpon Ghea, berharap wanita itu dapat membantunya


Alina mengeluarkan ponselnya, kemudian ia segera menelpon Ghea, namun sayangnya Ghea tidak kunjung mengangkat telpon Alina

__ADS_1


"Haishh, kemana dia ini?" Gumam Alina, ia terus mencoba untuk menghubungi Ghea namun tetap saja, Ghea tidak mengangkat telponnya


Hingga sepuluh menit pun berlalu, tapi Alina masih belum beranjak dari tempatnya, ia terlalu panik untuk melakukan pemeriksaan nanti


Di sisi lain, Vano sedikit panik saat Alina tidak kunjung kembali dari kamar mandi


Vano pun memutuskan untuk menghampiri Alina ke kamar mandi


Belum sampai di kamar mandi, netra Vano tidak sengaja menangkap seorang wanita yang sangat ia kenal sedang berjalan menuju poli kandungan juga dengan seorang laki² yang juga ia kenal


Vano pun mendekat ke arah mereka, ia mengurungkan niatnya untuk melihat Alina


Saat Vano semakin dekat dengan sang wanita, wanita tersebut mengalihkan pandangannya ke arah Vano yang mendekat dengan senyuman


"Vano? Sedang apa kau disini?" Wanita tersebut bertanya dengan nada dingin seraya menatap sinis Vano


"Aku sedang mengantar Alina untuk memeriksa kandungannya" Jawab Vano dengan nada lembut


"Oh" Wanita tersebut hanya ber ^oh^ ria saja


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2