Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
87. Sikap Acuh Kinara


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


"Pergi kau dari sini pria bajing*n" Teriak seseorang dari arah pintu kamar Kinara


Seketika kepala Vano pun menoleh ke arah belakang, " Mas Gio?" Lirih Vano


Ternyata sedari tadi Gio sudah datang, namun ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam dan memilih untuk menguping pembicaraan Vano dan Kinara dari balik pintu


Gio yang sudah tidak tahan mendengarkan ke egoisan Vano pun akhirnya memilih untuk menerobos masuk ke dalam kamar inap Kinara


"Mas Gio" Kinara berkata dengan lirih seraya menatap kakaknya dengan tatapan lesu


Gio pun mendekat ke arah Kinara dan Vano, tanpa aba² Gio langsung mencengkeram kerah baju Vano


Kemudian ia menghempaskan badan Vano ke lantai, "Pergilah dari sini sekarang juga Vano atau aku akan membuatmu lebih menderita" Gio berkata dengan nada dingin dan sedikit geram


"Aku masih ada urusan dengan Kinara. Dan lebih baik kau jangan ikut campur karena kau tidak tau apa²" Jawab Vano dengan sengit


"Siapa bilang aku tidak tau apapun? Aku sudah mendengarkan apa tujuan mu datang kemari" Balas Gio tak kalah sengit


Dengan sedikit gagap, Vano pun mengelak ucapan Gio, "Me-memangnya apa tujuanku? Tujuanku kemari hanya menjenguk Kinara, karena aku merasa iba padanya" Jawab Vano dengan terbata-bata


Gio pun menyeringai menatap Vano, "Kau pikir aku bodoh? Aku bahkan dari tadi sudah berdiri di balik pintu untuk mendengarkan percakapan kalian. Dan aku bahkan sama sekali tidak mendengarkan sebuah kalimat iba yang kau lontarkan kepada Kinara"


"Kau hanya melontarkan kalimat² egoismu. Tapi tidak heran, karena itu sudah menjadi tabiat permanen mu bukan?" Tanya Gio dengan sinis


"Aku tidak egois!!! Aku hanya meminta bantuan pada Kinara!!! Tapi dia menolaknya, bukankah berarti Kinara yang egois?"


"Sudahlah Vano, pergilah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau berhubungan apapun lagi denganmu" Lirih Kinara seraya menatap tajam Vano


"Kau benar2 egois Kinara!!" Vano membentak Kinara, kemudian ia pergi meninggalkan kamar inap Kinara

__ADS_1


"Bagaimana bisa dulu aku merestui pernikahan kalian" Gio berkata lirih namun masih bisa terdengar oleh telinga Kinara 


"Sudahlah mas, semua yang sudah terjadi tidak akan bisa kita sesali, lebih baik sekarang kita membuka lembar baru dalam hidup kita" Kinara berkata seraya menahan tangis nya


Gio pun menoleh ke arah Kinara dan berjalan ke arahnya, "Aku tau kau adalah wanita kuat Kinara. Mas yakin kau akan mendaptkan ganti yang lebih baik dari Vano" Gio mendekap tubuh adiknya  


Tok tok tok


"Apa aku sudah boleh masuk sekarang?" Tanya Malvin dari arah luar pintu


Kinara pun mengendurkan pelukannya, kemudian menjawab pertanyaan Malvin, "Masuklah Malvin"


Baru saja Malvin masuk kedalam kamar Kinara, tiba² saja dia sudah mendaptkan tatapan tajam dari Gio, "Kenapa adikku bisa masuk rumah sakit?" Tanya Gio dengan nada dingin


"Ta-tadi aku~" Belum selesai Malvin berbicara, Kinara sudah terlebih dahulu menyelatnya


"Malvin tidak melakukan hal apapun Mas, aku hanya kelelahan saja, mungkin terlalu banyak beban pikiran yang sedang aku tampung"


"Yasudah kalau begitu kau istirahat saja, aku akan berbicara berdua dengan Malvin" Kinara pun mengangguk menanggapi ucapan Gio, kemudian Gio menarik tangan Malvin untuk keluar dari ruangan Kinara


Setelah di rasa cukup aman, Gio pun mulai membukan pembicaraan, "Bagaimana dengan rencana mu yang akan membuat perusahaan Vano gulung tikar?"


"Baguslah, lalu apa rencana selanjutnya?" Tanya Gio, ia akan dengan siap membantu Malvin untuk menghancurkan Vano


"Apalagi? Menikahi Kinara lah" Jawab Malvin dengan santai


Mendengar jawaban Malvin, membuat Gio sedikit geram, "Cihh mana mau Kinara denganmu" Sinis Gio


"Baiklah mari kita buktikan nanti. Tapi kalau ternyata Kinara menyetujui lamaranku, maka mau tidak mau kau juga harus menyetujuinya, Bagaimana?" Malvin menaik turunkan alisnya


Gio hanya memutar malas bola matanya melihat kelakuan Malvin


*****


"Aarghhh sial, bagaimana ini, kalau sampai Kinara tidak melakukan klarifikasi tentang berita perceraian itu, maka perusahanku akan bangkrut" Vano menarik rambutnya frustasi


"Ini tidak bisa di biarkan!!! Aku harus terus menerus membujuk Kinara agar mau membuat klarifikasi. Aku yakin Kinara pasti akan luluh jika aku memintanya dengan tangisan, karena bagaimana pun Kinara pasti masih tetap mencintaiku" Gumam Vano diiringi dengan seringai


******

__ADS_1


2 hari kemudian, kondisi Kinara sudah stabil dan Kinara pun di diperbolehkan untuk pulang kerumah


Saat Rania sedang membantu membereskan pakaian² Kinara, tiba² saja Vano langsung masuk ke dalam kamar tempat Kinara di rawat


"Kau lagi, mau apa kau kesini? Hah?!" Kinara menyentak Vano


"Kinara, lihat ini, aku bawakan makanan untuk kamu. Aku datang kemari hanya untuk menjengukmu Kinara" Ujar Vano seraya membukakan makanan untuk Kinara


"Tidak perlu aku sudah makan" Jawab Kinara dengan jutek


"Kinara, aku telpon mas Gio dulu ya untuk jemput kita, pakaiannya sudah selesai aku bereskan" Ucap Rani


"Iya mbak, terimakasih sudah membantu membereskan pakaianku" Ucap Kinara


Rania pun hanya mengangguk seraya tersenyum tipis, kemudian ia pergi dari ruangan Kinara untuk menelpon Gio


"Kinara? Kamu mau pulang? Bagaimana kalau aku antar saja?" Vano menawarkan tumpangan untuk Kinara


"Tidak perlu Vano. Aku harap kau ingat bahwa saat ini kita sedang dalam masa perceraian, jadi tolong jaga sikap mu" Kinara berkata tegas pada Vano


Vano pun menghela napas kasar, "Kinara apa kamu tidak mau membuat klarifikasi. Ku mohon hanya sekali ini.. saja, aku janji setelah itu aku tidak akan mengusik ketenangan mu lagi"


"Heh, sudah ku duga" Gumam Kinara seraya memalingkan wajahnya dari Vano


"Aku mohon Kinara, sekali ini.. saja tolong bantu aku untuk membersihkan nama baikku" Vano pun mulai menjalankan drama menangis nya


"Kinara!!! Mas Gio sudah menunggu di bawah, ayo kita pergi sekarang" Rania mulai membantu Kinara turun dari tempat tidurnya dan membawakan tas Kinara


"Kinara, Kinara tunggu, kau belum menjawab pertanyaan ku" Vano mulai sedikit kesal dengan sikap Kinara yang acuh kepadanya


"Jawabanku tetap sama Vano, Tidak Mau" Kinara menekan kalimat terakhirnya kemudian pergi bersama Rania, meninggalkan Vano sendiri dalam ruangan itu


"Kenapa Kinara menjadi keras kepala sekali sih" Gerutu Vano


*


*


*

__ADS_1


Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏


__ADS_2