
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
...Pukul 14.00...
Alina kembali ke kamarnya dengan mengunci pintu kamar, ia pun segera mencari tas yang ia pakai saat bertemu dengan Ghea di cafe tadi, "Akhirnya dapat juga kartu namanya" Alina sempat ketakutan saat tidak menemukan kartu nama di tasnya, namun setelah ia mengeluarkan seluruh isi tasnya, ia menemukan kartu nama tersebut
Alina pun segera memindai nomer Ghea pada ponselnya, setelah itu ia langsung menelpon Ghea
(Di Telpon)
"Hallo, apa benar ini Ghea?"
"Yaaa, benar ini aku, siapa kau?" Tanya Ghea sedikit sinis
"A-aku Alina, yang tadi bertemu denganmu di cafe"
"Ooo kau rupanya. Ada apa? Apa kau menolak rencananya?"
__ADS_1
"Tidak-tidak bukan begitu, justru aku ingin rencananya segera di lakukan, aku tidak tahan melihat keromantisan Vano dan Kinara yang semakin bertambah setiap harinya" Ucap Alina dengan nada malas
Ghea yang sedang asik menikmati teh nya pun tersentak kaget, bahkan ia menyemburkan teh nya, "Apa? Vano dan Kinara semakin romantis?" Tanya Ghea dengan nada sedikit emosi
"Kenapa? Kenapa kamu jadi ikut emosi? Kamu tidak akan macam² kan?" Tanya Alina dengan nada mengintimidasi
"A-apa maksudmu? Aku hanya berniat membantu balas dendammu, tidak lebih. Kau pasti juga tau kan alasan aku membantumu" Ucap Ghea sedikit gugup
Alina menghela napas, "Baiklah, aku percaya padamu. Toh kita punya tujuan yang sama, menghancurkan mbak Kinara" Ucap Alina dengan nada sedikit aneh
"Itu kau tau" Ghea sedikit merasa lega karena Alina begitu mudah di bodohi. Namun tetap saja, pasti setelah ini Alina akan sedikit lebih was² kepadanya
"Sudahlah, langsung saja lada intinya, kapan kau mau menjalankan rencana ini?" Tanya Ghea berusaha mengalihkan pembicaraan
"Bagaimana jika besok?"
"Tidak papa, lebih cepat lebih baik" Ucap Alina penuh semangat
"Oiya, memangnya bagaimana rencananya?" Tanya Alina
"Kau pancing saja Kinara keluar rumah, setelah itu serahkan sisanya kepadaku" Ucap Ghea seraya menyeringai
"Baiklah, aku akan menutup telponnya, aku takut ada yang mendengar pembicaraan kita" Ucap Alina lalu mematikan telpon secara sepihak
.
__ADS_1
.
.
"Alina bodoh, mau saja aku manfaatkan, hahaha. Kita lihat saja bagaimana nasibmu selanjutnya" Ghea pun kembali menyesap teh nya, seraya memikirkan rencana² licik untuk menyingkirkan kedua istri Vano
Ia pun beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar, ia hendak menghubungi seseorang untuk meminta bantuannya
.
.
.
Saat ini Kinara sedang terbaring di tempat tidur dengan Vano, ia tidak memiliki kekuatan untuk mengusir Vano, karena kekuatannya sudah terkuras habis ketika ia menangis tadi
Vano mengusap lembut rambut Kinara, "Sayang, tidak apa jika kamu belum hamil. Mungkin kita memang belum di beri kepercayaan oleh Allah" Lirih Vano
Kinara hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Vano. Dan Vano pun mengerti keadaan sang istri, ia bahkan mendekap Kinara dengan sangat erat, berniat untuk memberikan Kinara kehangatan dan kenyamanan. Dan terbukti, Kinara tidak menolak, ia bahkan memeluk balik tubuh Vano
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****