
...!Attention!...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Setelah mengetahui bahwa Villa tersebut di pesan atas nama Kinara, Vano langsung menerobos masuk ke dalam Villa tersebut, dan ia melihat sebuah kamar utama, tanpa berpikir panjang Vano langsung mendobrak pintu kamar tersebut, sekali dobrakkan pintu tersebut langsung terbuka, dan memperlihatkan kan sepasang laki² dan wanita yang tengah bertelanjang, "KINARAAA!!" Vano berteriak sangat kencang tak kala pintu kamar tersebut terbuka
Kinara yang masih berbalut selimut dan Malvin yang baru sempat memakai celana seketika menoleh ke arah sumber suara, "Vano?" Lirih keduanya
Vano mendekat ke arah Malvin, ia langsung memukuli Malvin tanpa ampun, sedangkan Alina, ia berpura-pura peduli pada Kinara, ia memunguti pakaian Kinara dan mengantar Kinara ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya
"Mbak, ayo ikut aku ke kamar mandi" Alina membantu Kinara yang masih pusing untuk berjalan ke kamar mandi
__ADS_1
Sedangkan di luar tampak Vano sedang menghajar Malvin habis- habisan, Malvin tidak dapat menimpali pukulan Vano karena saat ini kepalanya sangat pusing akibat obat bius yang diberikan oleh Ghea
Di saat Malvin sudah benar² tidak berdaya dan bersimbah darah, Vano hendak melayangkan pukulan lagi, namun berhasil di tepis oleh seseorang
"Berani sekali kau memukuli kakakku, hah?" Ucap orang tersebut seraya membalas pukulan Vano. Orang tersebut yang tak lain adalah Reynal
Ceklek
Kinara keluar kamar mandi dengan Alina, mata nya sembab, rambutnya berantakan. Kinara menunduk tak berani menatap Vano
Vano pun mendekat ke arah Kinara dan langsung menamparnya dengan sangat kencang hingga Kinara tersungkur, "Dasar wanita murahan, tidak punya harga diri, pantas saja kau tidak pernah meminta hak mu, ternyata begini kelakuan mu dibelakang ku, hah? Bermain gila dengan laki² itu!!!! Iya? Kau itu tidak lebih dari seorang pelacur Kinara!!!" Bentak Vano pada Kinara
Hati Kinara benar² sangat sakit mendengar hinaan yang Vano lontarkan, ia pun memberanikan diri menatap mata Vano dengan tatapan tegas walau di selingi air mata, "Apa yang kau ucapkan Vano, aku tidak pernah sekalipun mengkhianati mu. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa ada disini" Lirih Kinara seraya menghapus air matanya secara kasar
Vano yang masih tersulut emosi kembali menampar pipi Kinara bahkan ia lagi² menampar dengan sangat keras hingga mengakibatkan robekan kecil pada sudut bibir Kinara, "Tidak tau kau bilang hah? Villa ini disewa atas nama mu Kinara!!! Lalu bagaimana bisa kau bilang tidak tau?!!! Apa kau tidak mempunyai alibi lain untuk membuktikan bahwa dirimu bukan seorang Pelacur?!!"
Vano mencengkeram pipi Kinara dengan sangat kuat, "Kau lihat ini di sekitar area leher mu!! Cihhh ... menjijikkan " Vano menatap Kinara dengan tatapan jijik, kemudian ia menghempas Kinara
__ADS_1
"Cukup Vano aku dan Kinara tidak pernah melakukan hal sehina itu... kita pasti dijebak oleh seseorang" Ucap Malvin
Vano tertawa mendengar ucapan Malvin, "Dijebak? Kau pikir aku bodoh? Ini bukan suatu jebakan, tapi ini keinginan kalian sendiri!!!" Vano membentak Malvin
"Vano yang dikatan Malvin benar, Kinara pasti di jebak oleh seseorang" Lirih Kinara
"Cukuppp!!! Aku muak mendengar ucapan kalian. Sekarang kau ikut aku pulang Kinara!!!" Vano menarik pergelangan tangan Kinara secara kasar
"Tunggu Vano!! Apa yang kau lakukan, kau bisa melukai Kinara" Tegas Malvin
"Apa urusanmu? Ini istri ku, aku berhak melakukan apa pun padanya, termasuk menghukumnya sekalipun!!!" Bentak Vano kemudian ia pergi meninggalkan Malvin dan Reynal, di ikuti oleh Alina di belakang Vano
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****