Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Bangkrut


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam di dapur restoran, akhirnya Vano bisa pergi meninggalkan tempat itu, dengan sebuah peringatan, bahwa ia tidak boleh kembali lagi ke restoran tersebut


Vano pun pulang dengan hati dan perasaan yang dongkol


Bahkan di dalam mobil sekalipun Vano masih sempat²nya menyumpahi Kinara dan Malvin dengan hal yang buruk²


Sesampainya di rumah Vano langsung membanting dirinya di sofa rumahnya


"Sial sekali hari ini" Ucap Vano seraya mengacak-acak rambutnya


"Mas? Dari mana saja kamu?" Alina bertanya dengan nada dingin seraya bersedekap dada


Vano pun menghela napas kasar, "Tidak bisakah kau diam sebentar? Aku sangat malas mendengarkan ocehan mu!"


"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, jawab saja kau dari mana? Hah?!!" Alina semakin meninggikan nada bicaranya


"Bukan urusanmu Alina!!" Vano balik membentak Alina


"Ini urusan ku juga Mass!! Kamu itu suamiku!!" Ucap Alina dengan menunjuk Vano

__ADS_1


"Terserah" Vano yang sudah malas berdebat dengan Alina pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya saja


Sedangkan Alina, ia terus mencoba memanggil nama Vano, tapi sayangnya Vano sama sekali tidak menggubris ucapan Alina


********


2 bulan berlalu, hubungan rumah tangga Alina dan Vano sama sekali tidak membaik


Selain itu, perusahaan Vano juga mengalami pemecatan karyawan secara besar² an, Kini hanya tersisa sekitar 10 orang karyawan di kantor Vano, termasuk dengan sekertarisnya


Vano semakin frustasi dengan keadaannya saat ini, ia mau tidak mau harus menjual gedung perusahaan untuk membayar gaji² para karyawan. Awalnya Vano memang menolak membayar gaji mereka dengan alasan bahwa mereka sudah tidak bekerja lagi di kantor Vano, tapi justru mereka balik mengancam Vano bahwa mereka akan melaporkan tindakan Vano ke pengadilan. Nyali Vano pun menjadi ciut, ia pun berjanji dalam waktu 2 bulan akan segera melunasi gaji² mereka


Dan sekarang lah waktunya.


"Tuan, saya sudah berusaha mencari orang yang mau membeli perusahaan tuan, tapi sepertinya mereka sama sekali tidak tertarik" Jelas sekertaris Vano


"Lalu bagaimana? Aku sudah berjanji untuk membayar gaji mereka yang kurang" Ucap Vano dengan frustasi


Ia pun segera menjawabnya


"Iya benar, ada apa ya?"


"Ohh baik² kita akan melakukan apapun yang terbaik agar kalian merasa nyaman saat berkunjung kemari"


"Iya² , baik²"


"Terimakasih nona" 


Vano pun menoleh pada sekertarisnya, "Ada apa?

__ADS_1


"Akhirnya ada yang berniat untuk membeli gedung kita tuan" Ucap sekretaris Vano dengan nada bahagia


"Kau serius?" Tanya Vano


"Saya serius tuan" Ucap sekertaris Vano dengan mengacungkan dua jarinya


"Siapa yang akan membeli gedung kita?" Tanya Vano lagi untuk memastikan


"Saya tidak tau pasti nama orang nya tuan, tapi tadi saya dengar sepertinya orang yang menelpon saya menyebut bos nya dengan nyonya, jadi bisa di pastikan yang akan membeli gedung tuan adalah seorang wanita"


"Apa dia sudah menikah?" Tanya Vano lagi


Namun kali ini pertanyaan Vano sungguh di luar nalar, yang membuat sekertaris Vano pun menjadi bingung sendiri untuk menjawab


"Eumm... saya kurang tau tuan, tapi kebanyakan wanita karir belum menikah tuan" Jawab sekertaris Vano


"Baguslah" Vano pun diam² menyeringai, dan sudah bisa di pastikan ia memiliki rencana buruk


"Sudah sana! Kau kirimkan file² yang sudah aku berikan kepada mu, file itu berisikan tentang kelebihan kantor kita"


"Baik tuan" Sekertaris Vano pun segera menuju monitornya, ia memastikan bahwa tidak ada yang salah dalam file tersebut


Namun bukannya menemukan kesalahan, ia justru terkejut karena file² tersebut hampir semunya berisi kebohongan. Vano hanya menulis kelebihan dari gedung kantornya sedangkan kekurangan ia hanya menulis 1 atau 2 saja


Ia pun menghela napas panjang, "Sudahlah aku kirimkan saja, daripada  harus berdebat denganya"


*


*

__ADS_1


*


Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏


__ADS_2