Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Malam Yang Panas


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


"Bagaimana dengan imbalan 4 juta ini?" Tanya Ghea


Mata pelayan tersebut langsung berbinar, ia pun menyanggupi perintah wanita di depannya, "Baiklah saya menyanggupi permintaan anda" Laki² tersebut pun mengambil botol obat tersebut dan mencampurkannya pada minuman Vano 


Setelah memasukkan obat tersebut ke dalam minuman Vano, sang pelayan pun segera mengantarkannya pada Vano


"Silahkan tuan" Ucap sang pelayan seraya menaruh minuman di depan Vano


Vano pun kembali meneguk minuman tersebut


Namun 3 menit setelah Vano meminum minuman tersebut, tubuhnya terasa panas, "Kenapa dengan badanku ini?" Gumam Vano dengan menggeliat-liat


Vano yang tidak kuat menahan hawa panas yang menjalar di tubuhnya pun segera memanggil pelayan tadi


"Iya tuan ada apa?" Tanya pelayan tersebut sedikit gugup


"Minuman apa yang kau berikan kepadaku? Kenapa badanku menjadi panas begini?" Tanya Vano dengan nada mengintimidasi

__ADS_1


"Saya memberikan minuman persis seperti yang tuan pesan"


"Lalu kenapa badanku menjadi panas begini hah?" Vano membentak pelayan tersebut


"Tuan mungkin saja itu efek samping terlalu banyak minum alkohol, kalau memang tuan tidak enak badan, tuan bisa menyewa kamar di bar kita" Pelayan tersebut menawarkan Vano untuk beristirahat di kamar bar tersebut, karena selain menawarkan minuman.. bar tersebut juga menyewakan beberapa kamar untuk pengunjung yang sudah terlanjur mabuk, sehingga mereka dapat beristirahat sampai menunggu mabuknya reda


"Baiklah, antarkan aku ke salah satu kamar, aku sudah tidak kuat" Ucap Vano, kemudian pelayan tersebut pun mengantar Vano ke salah satu kamar yang berada di bar tersebut


Sedangkan wanita yang bertanggung jawab atas tindakannya pada Vano sedang menyeringai saat ini, "Sudah waktunya" Wanita tersebut yang tak lain adalah Ghea, ia beranjak dari duduknya dan pergi berjalan menuju kamar yang di pesan oleh Vano


Ia menggunakan parfum yang wanginya dapat membangkitkan hasrat laki²


Setelah sampai di depan kamar Vano, ia mengetuk pintu kamar Vano


"Siapa?" Tanya Vano dari dalam, namun Ghea tidak menjawab ucapan Vano


Matanya seketika membelalak melihat wanita di depannya yang sangat seksi, tubuhnya yang sintal, baju yang memperlihatkan lipatan dada depan, dan tidak lupa wanginya yang dapat mengundang hasrat laki²


"Ghe- Ghea? Sedang apa kau disini?" Tanya Vano dengan gugup, matanya tidak bisa lepas dari lipatan dada Ghea


Dan tanpa aba² Ghea langsung menyambar mulut Vano dengan kasar, Vano yang mendapatkan perlakuan seperti ini secara tiba² pun kaget namun sedetik kemudian ia juga membalas ciuman Ghea yang semakin ganas


Vano pun menutup kembali pintu kamarnya tanpa melepaskan tautan bibir mereka


Setelah menutup pintu, Vano segera melucuti pakaian Ghea, ia membanting tubuh Ghea pada kasur, kemudian ia menciumi setiap inci badan Ghea, Ghea pun juga melucuti semua pakaian Vano, hingga tibalah mereka berdua bertelanjang bulat, dan Vano pun memulai aksinya


******* yang di ciptakan oleh mulut Ghea mampu membuat Vano semakin kalut dengan permainan panasnya dengan Ghea, malam ini Vano menyalurkan hasratnya pada tubuh indah Ghea

__ADS_1


******


Sedangkan di sisi lain, Alina tengah mondar-mandir di ruang tamu, mata indahnya terus menelisik jam dinding, Alina terus menghubungi ponsel Vano, namun Vano sama sekali tidak mengangkat telponnya


"Kemana mas Vano ini? Kenapa sampai jam segini dia belum pulang?" Alina menggigit kuku jarinya membayang hal yang tidak² terjadi pada Vano


"Tidak, tidak mungkin mas Vano berkhianat" Gumam Alina


Alina tidak bisa menenangkan dirinya, karena ia tahu betul Vano keluar dalam keadaan kecewa, dan tidak menutup kemungkinan Vano akan kembali mencari istri baru untuk mendapatkan seorang anak


Alina menggeleng- gelengkan kepalanya, ia berusaha menepis semua pikiran buruk itu, ia tidak mau salah paham pada suaminya, karena menurut Alina, Vano adalah jodoh terakhirnya


Hingga waktu menunjukkan pukul 12 malam pun Vano masih belum kembali


Mata Alina masih senatiasa terjaga untuk menunggu suaminya pulang


"Apa mas Vano benar² sekecewa itu denganku?" Gumam Alina, ia meremas ujung baju untuk menyalurkan rasa sakit hatinya


*


*


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


Maaf ya kakak², tadi authornya habis pulang les ketiduran, jadi nya telat upload, mwehehe 😅😁

__ADS_1


__ADS_2