
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Setelah kepergian sang dokter, Kinara menangis haru, ia tidak percaya penantiannya selama bertahun- tahun akhirnya terwujud
Kinara bangkit dari duduknya, ia segera memeluk Vano dengan tangisan haru, ia sudah tidak peduli dengan sakitnya, karena rasa sakitnya sudah tergantikan oleh rasa bahagia
"Mas... akhirnya aku hamil juga. Aku hamil mas.. " Kinara benar² tidak bisa menahan rasa bahagianya, rasanya ada milyaran bunga sedang tumbuh di hatinya
Namun bukannya ikut bahagia, Vano justru semakin marah pada Kinara, ia mendorong dengan kasar tubuh Kinara ke kasur
__ADS_1
"Mas?" Kinara menatap Vano dengan tatapan nanar, tak percaya akan apa yang dilakukan oleh sang suami
Tidak hanya Kinara yang kaget dengan sikap Vano, Alina pun juga tersentak kaget dengan sikap Vano
"Apa yang dilakukan mas Vano? Kenapa dia tampak sangat marah?" Batin Alina
Vano mendekat ke arah Kinara, ia mencengkeram pipi Kinara dengan sangat kuat, "Anak siapa itu Kinara?!!" Bentak Vano
"Maksud kamu? I- ini anak kamu mas" Lirih Kinara dengan tatapan tak percaya menatap Vano
Kesian kalinya lagi Vano kembali menampar Kinara, "Jangan bohong kamu Kinara!!! Kamu pasti hamil anak selingkuhan kamu itu... iya kan?" Ucap Vano
"Cukup Kinara!!! Kalau kamu masih mau menjadi istriku, GUGURKAN ANAK ITU" Tegas Vano
"Vano!!! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menggugurkan anak ini!! Dia adalah anakmu Vano, bagaimana bisa kamu menyuruhku untuk membunuh darah daging mu sendiri?" Kinara berteriak pada Vano
"Baiklah kalau itu mau mu. Ingat Kinara!!! Aku tidak akan pernah mau mengakui anak haram mu itu!!! Aku tidak sudi menjadi seorang ayah dari anak yang tidak di ketahui identitasnya, apalagi lahir dari rahim seorang pelacur" Vano berkata tanpa memikirkan perasaan Kinara
__ADS_1
"Cukup Vano!!! Aku akan pergi dari rumah mu ini. Aku juga tidak sudi memiliki seorang suami yang egois seperti mu!!!" Kinara balik meneriaki Vano
"Tidak, tidak ada yang boleh pergi dari rumah ini!!!" Ucap Vano, kemudian ia menarik tangan Alina untuk keluar, setelah nya Vano mengunci pintu Kinara dari luar
"Vano!!! Vano buka pintunya!!! Buka pintunya Vano" Kinara menggedor- gedor pintu, tapi sayangnya pintu dikunci dari luar . Lama kelamaan kaki Kinara melemas di depan pintu, ia menangis tersedu- sedu. Sungguh miris nasibnya, sang suami mempoligaminya karena tidak dapat memberikan seorang anak, namun di saat dirinya tangah hamil.. sang suami justru tidak mau mengakui anak yang ada di dalam kandungannya
"Kamu jahat Vano, kamu jahat!!!" Kinara meraung seraya menggedor pintu
"Aku tidak boleh tinggal diam disini, sudah cukup sampai disini penderitaanku, aku akan tetap berusaha kuat demi anakku" Kinara bangkit dari duduknya, ia mengambil ponselnya yang berada di laci meja
"Huh.. untung saja aku punya dua hp, entah kemana hilangnya hpku yang satu lagi" Gumam Kinara, ia pun hendak menelpon sang kakak untuk meminta bantuannya agar bisa terbebas dari neraka dunia ini
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****