
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Karena Vano masih takut untuk menelpon Kinara, akhirnya ia pun memutuskan untuk menelpon Alina
(Di Telpon)
"Halo mas? Ada apa?"
"Alina, saat ini sepertinya aku sedang tidak enak badan, aku pusing dan mual" Ucap Vano dengan nada lesu
"Mungkin aku akan segera pulang" Lanjut Vano
"Baiklah mas, aku akan memasak makanan untuk mu" Ucap Alina
"Hmm" Jawab Vano
Kemudian telpon pun diputus secara sepihak oleh Vano, ia tidak kuat lagi untuk bicara
"Tunggu!! Mas Vano mual? Bukannya yang hamil mbak Kinara? Apa mas Vano mengalami syndrom couvade?" . "Ini tidak bisa di biarkan, nanti mas Vano periksa ke dokter, dan dokter mengatakan kalau istrinya sedang hamil dan pasti mas Vano menyuruh aku dan mbak Kinara untuk ikut diperiksa" Ucap Alina seraya meremas hpnya, ia ketakutan saat membayangkan itu terjadi, dan jika ketahuan Kinara hamil, sudah pasti ia di ceraikan
__ADS_1
"Mbak Kinara tidak boleh ketahuan hamil sebelum aku melaksanakan rencana, bisa² semua rencana ku akan gagal total" Gumam Alina
"Apa aku pura² hamil saja? Aku akan mengganti tespeck mbak Kinara dengan tespeck ku dan aku akan menunjukkan kepada mas Vano tespeck mbak Kinara tapi ku akui sebagai milikku?" Alina juga sengaja menyimpan tespeck, jaga² kalau ia sedang hamil
Setelah berpikir dua kali, Alina pun mengambil tespeck dari laci kamarnya, ia mencelupkan tespeck tersebut kedalam air biasa, dan langsung menuju ke kamar Kinara untuk menaruh tespecknya di wastafel kamar Kinara
"Setelah ini pasti mas Vano akan lebih menyayangi aku dari pada KINARA" Ucap Alina dengan seringai jahat
Setelah melakukan rencana jahatnya, Alina pun turun kebawah untuk memasak, ia memasak makanan yang spesial untuk Vano
Saat tengah asik memasak, Alina mendengar suara bel rumah, ia pun buru² keluar untuk mengecek
Langkah terkejutnya Alina saat melihat Vano datang bersama dengan Kinara, ia menjadi ketakutan, "Mas? Mbak? Ka-kalian habis dari mana?" Tanya Alina sedikit gugup
"Tadi aku bertemu dengan Kinara saat dia keluar dari supermarket, jadi aku mengajaknya pulang sekalian" Ucap Vano seraya merangkul pundak Kirana, namun Kinara hanya memasang wajah datar
.
.
.
Setelah selesai makan bersama Malvin, Kinara pun berpamitan untuk pulang, tidak lupa ia mampir ke supermarket untuk membeli buah alpukat, entah kenapa ia tiba² ngidam buah alpukat
Setelah selesai belanja, Kinara pergi ke luar supermarket dan memesan ojek online, namun saat ia hendak memesan ojek online, ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya
Sang pemilik mobil membuka kaca mobilnya, Kinara pun terkejut mendapati pemilik mobil tersebut, "Vano?"
__ADS_1
"Masuklah sayang" Ucap Vano dengan senyuman hangat
"Tidak perlu, aku akan memesan ojek online saja" Ketus Kinara
Vano pun keluar mobil dan memaksa Kinara untuk masuk kedalam mobil, mau tidak mau Kinara pun masuk ke mobil
Sepanjang perjalanan Vano menggenggam terus tangan Kinara dan sesekali mencium tangannya, Kinara hanya menatap jengah kelakuan suaminya itu
.
.
.
Alina menghela napas, ia hampir saja ketakutan, ia takut kalau ternyata Vano sudah di periksa oleh dokter
Alina pun menyusul Vano dan Kinara yang sudah masuk kerumah duluan, mereka pun makan siang bersama kecuali Kinara, ia hanya makan buah alpukat yang sempat ia beli tadi
Setelah selesai makan Alina pun membuka suara, "Emm mas Vano, Alina punya kabar bahagia buat mas Vano" Ucap Alina
Vano pun mengalihkan pandangannya ke Alina, "Apa?" Jawab Vano
Alina menghela napas, "A-aku, aku hamil mas" Ucap Alina dengan senyum yang dipaksakan
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****