Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Ikut Ke Kantor?


__ADS_3

...!Attention! ...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


(Di rumah Vano)


Saat ini Vano tengah melamun di meja makan, "Mas, kenapa kok nggak dimakan makanannya?" Tanya Alina


"Ini salahku karena tidak percaya pada Kinara, aku selalu menyakiti hatinya, entah berapa besar rasa bencinya padaku saat ini" Lirih Vano


"Ya Ampun mass, kamu masih mikirin soal itu?" Tanya Alina seraya bersedekap dada


"Sudahlah Alina kamu makan dulu, aku mau mandi" Ucap Vano, namun buru² Alina mencekal tangan Vano


"Mas, apa aku boleh ikut mas ke kantor?" Tanya Alina


"Untuk apa?" Tanya Vano seraya mengkerut kan kedua alisnya


"A-aku hanya ingin tau isi kantor mas. Tapi kalo tidak boleh juga tidak apa²" Lirih Alina


Vano menghela napas, "Baiklah cepat bersiap. Tapi ingat di sana tidak ada yang mengenalmu sebagai istriku. Dan jangan pernah mengatakan kepada mereka kalau kamu adalah istriku, karena ini demi menjaga reputasi keluarga" Ucap Vano


"Iyaa Mass"


Akhirnya Vano dan Alina pun bersiap- siap untuk berangkat ke kantor


"Kamu sudah siap?" Tanya Vano pada Alina


"Sudah Mas, ayo kita berangkat" Mereka pun berangkat ke kantor Vano

__ADS_1


"Emm Mas, kalau mereka bertanya siapa aku, aku harus jawab bagaimana?" Tanya Alina


"Katakan saja kamu adek sepupuku" Jawab Vano dengan santai


Hati Alina sakit mendengar jawaban Vano, "Setelah menyingkirkan Mbak Kinara, aku akan menjadi istri satu²nya mas Vano, aku akan memberikan mas Vano keturunan. Hidupku pasti kelak akan bahagia bersama mas Vano" Batin Alina, ia membayangkan kehidupan rumah tangganya yang penuh warna setelah kehadiran seorang buah hati, ditambah lagi ia akan menjadi istri satu²nya. Membayangkan itu semua, Alina senyum- senyum sendiri


Vano yang menyadari tingkah aneh Alina pun memutuskan untuk bertanya, "Alina? Kamu kenapa senyum² sendiri?"


"Ah tidak mas, aku hanya membayangkan kehidupan kita setelah hadirnya sang buah hati" Ucap Alina


"Maksudnya?"


"Kenapa? Apa aku salah bicara?" Tanya Alina


Vano menautkan kedua alisnya, kemudian ia menghela napas dan melanjutkan perjalanannya menuju kantor


Sesampainya di kantor Vano disambut oleh para karyawan


Namun para karyawan bingung dengan wanita muda yang berjalan di belakang Vano


Karyawan 2: "Iya aku tidak pernah melihat dia sebelumnya"


Dan seperti itulah yang Alina dengar sepanjang perjalanan menuju ruangan Vano


Setelah sampai di ruangan Vano, Alina segera duduk di sofa ruangan Vano, "Apa mbak Kinara sering kesini mas?" Tanya Alina


"Tidak sering juga, hanya kadang²" Jawab Vano seraya menghidupkan monitor di depannya


"Apa yang mbak Kinara lakukan kalau kesini?" Tanya Alina lagi


"Aku yang menyuruhnya kesini, untuk membawakan aku makan siang atau ketika aku merindukannya" Jawab Vano


Alina tidak menjawab dan tidak bertanya lagi, semakin ia bertanya maka semakin sakit hatinya.


Saat sedang asik bermain ponsel, Alina mendapatkan telpon dari Ghea, "Eh? Untuk apa dia menelpon? Astaga, bagaimana aku mengangkatnya, disini ada mas Vano" Batin Alina

__ADS_1


Hp Alina terus berbunyi hingga membuat Vano terganggu, "Alina, kenapa tidak kamu jawab?"


"Eh i-iya mas, aku keluar dulu" Alina bergegas pergi dari ruangan Vano menuju kamar mandi kantor


(TELPON)


("Halo, ada apa?") Ucap Alina


("Kenapa kau lama sekali mengangkat telpon ku") Kesal Ghea


("Aku sedang bersama mas Vano, memangnya ada apa?")


("Orang²ku berhasil menculik Kinara dan temannya") Ucap Ghea


(" Siapa temannya?") Tanya Alina dengan nada senang, karena mengetahui rencananya berhasil


("Laki² yang kau kirimkan fotonya padaku")


("Wahh.. baguslah, pasti mas Vano akan sangat marah pada mbak Kinara")


("Saat ini aku sedang perjalanan menuju ke sebuah Villa kecil yang aku pesan atas nama Kinara agar seolah-olah Kinara telah merencanakan pertemuan ini. Mungkin sekitar 25 menit lagi aku sampai, setelah itu aku akan menghubungi kau setelah semuanya siap")


("Baiklah") Alina memang sengaja ikut Vano kantornya, bukan untuk mengetahui isi kantor Vano, melainkan ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana marahnya Vano pada Kinara


Setelah asik bertelponan Alina kembali ke ruangan Vano, "Siapa yang menelponmu? Kenapa diangkat diluar?" Tanya Vano tegas


"Eh i-itu, dia temanku, suaranya sangat kencang saat bertelepon, jadi aku keluar saja karena takut mengganggumu" Ucap Alina


Vano hanya mengangguk menanggapi ucapan Alina, kemudian kembali menatap layar monitornya


*


*


*

__ADS_1


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2