
...!Attention ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
1 hari pun telah berlalu, dan besok adalah hasil sidang perceraian Vano dan Kinara
Tepat pada malam ini, Gio langsung melancarkan aksinya, yaitu menyebarkan bukti² bahwa Kinara tidak bersalah, selain itu Gio juga menyebarkan informasi tentang pemilik akun yang memfitnah Kinara, yang tak lain adalah Alina, istri kedua Vano
Dan dalam kurung waktu 2 jam, berita tersebut menjadi sangat booming
Netizen yang merasa di permainan pun mulai geram dengan tingkah Vano dan Alina yang tega memfitnah Kinara
Akhirnya tanpa basa-basi, netizen pun langsung menyerbu akun Vano dan Alina, namun kali ini kemarahan para netizen tidak main², mereka sampai meretas dan menghilangkan akun sosial media Vano dan Alina, yang dimana akun sosial media Vano berisi tentang iklan² perusahaan nya
Tentu saja perbuatan yang dilakukan oleh mereka membuat Vano merasa sangat frustasi
********
Di sisi lain, tapatnya di rumah Vano, terjadi pertengkaran antara Vano dan Alina
Keduanya saling menyalahkan antara satu sama lain sebagai penyebab kekacauan ini
"Kamu lihat semua kekacauan ini Alina. Ini semua salah mu..." Bentak Vano pada Alina
Alina yang tidak mau kalah, ia balik menghardik Vano dengan nada tinggi, "Kenapa kamu menyalahkan aku Mas, bukankah sebelumnya kamu merasa senang dengan tindakanku ini, hah? Tapi mengapa ketika semua nya menjadi kacau kamu malah menyalahkan aku?!! Seharusnya kalau dari awal kamu tidak setuju, kamu bilang sajaa, bulan malah menyetujui apa yang kulakukan!!!" Bentak Alina balik
"Diam kamu Alina!! Kamu yang menyebarkan berita fitnah itu, seharusnya kamu yang bertanggung jawab" Bentak Vano seraya menunjuk muka Alina
"Tapi ini semua atas persetujuan mu kan?" Ketus Alina
"Sudahlah Mas, aku malas berdebat dengan mu. Aku mau pergi ke kamar saja" Alina melengos pergi meninggalkan Vano di ruang tamu sendirian
"Aarghhh Alinaa!!!" Vano menarik rambutnya frustasi dengan sikap Alina
********
Fajar mulai menyingsing, cahaya lemah yang bertambah kuat menjelang terbitnya matahari
Pagi yang cerah, sinar matahari menembus masuk mengusik ketenangan seorang wanita yang tengah terbuai dalam mimpinya
Mata indah nan cantik mulai terbuka secara perlahan-lahan
Sang pemilik mata tersebut pun mulai melihat sekelilingnya seraya meregangkan ototnya
__ADS_1
Ya, orang tersebut adalah Kinara, ia kemudian melirik ke arah jam di sampingnya
"Sudah jam 7, aku akan mandi terlebih dahulu, baru turun kebawah" Dengan langkah gontai Kinara mulai berjalan menuju kamar mandi
Sekitar 25 menitan, Kinara keluar dari kamar mandi dengan badan yang masih terbalut handuk
Ia berjalan menuju lemari pakaian, dan setelah menemukan pakaian yang cocok, ia segera memakainya
Lalu turun kebawah untuk membantu sang kakak ipar menyiapkan sarapan pagi ini
"Selamat pagi mbak" Sapa Kinara dengan ramah pada Rania
"Eoh, kamu sudah bangun Kinara?" Tanya Rania dengan nada lembut
"Sudah mbak, hari ini aku akan pergi ke pengadilan lagi dengan mas Gio" Kinara berucap lirih seraya menundukkan kepalanya
Rania yang iba melihat Kinara pun mulai mendekat ke arah Kinara, ia mengelus lembut surai rambut Kinara, "Kamu yang sabar yaa, mbak yakin suatu saat nanti kamu akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Vano"
Kinara hanya mengangguk menanggapi ucapan Rania
Mereka pun memasak sarapan bersama dan menyantapnya dengan bersama dengan tenang
Setelah selesai sarapan bersama, Gio mulai membuka suara, "Rania, hari ini aku saja yang mengantar Zia, sekalian aku akan mengajak Kinara pergi ke kantor"
Kinara yang masih meneguk minumannya pun seketika tersedak, "Uhuk, uhuk. Untuk apa aku ikut ke kantor mas?" Tanya Kinara
"Itu benar Kinara, buat Vano menyesal se sesal sesalnya karena menduakanmu, aku juga akan membantu untuk merubah penampilanmu" Ucap Rani pada Kinara, karena memang sebelum menikah dengan Gio, Rania adalah seorang model yang cukup terkenal yang sempat bekerjasama dengan perusahaan Gio. Karena kecantikan dan kebaikan hatinya, Rania dapat menjerat Gio kedalam pelukannya, awalnya sangat susah untuk mendekati Gio, karena Gio adalah pria dengan perawakan dingin, namun dengan kebaikan hati Rania, Gio pun menjadi luluh
"Baiklah" Kinara hanya bisa menurut dengan kedua kakaknya
"Sebelum berangkat, aku akan merubah penampilan mu terlebih dahulu" Tanpa aba² Rania menarik tangan Kinara untuk menuju ke kamarnya
Akhirnya Rania dan Kinara pun telah sampai di kamar Gio dan Rania
Kinara benar² terkagum dengan koleksi² pakaian dan barang² milik kakak iparnya
"Wow" Kinara menutup mulutnya tak percaya dengan koleksi² mewah milik kakaknya
"Apa semua ini milikmu mbak?" Tanya Kinara
"Tentu saja" Jawab Rania
"Yasudah, kemarilah, aku akan membuatmu menjadi sangat cantik dan anggun hari ini" Rania pun memilihkan pakaian untuk Kinara dan menyuruhnya untuk memakan pakaian tersebut
Setelah selesai memakai pakaian yang di pilihkan oleh Rania, kini Kinara di beri polesan make up oleh Rania
Sekitar 18 menitan akhirnya Kinara sudah siap, ia turun kebawah bersama Rania menuju ruang tamu
"Mas, Kinara sudah siap" Ucap Rania pada Gio
__ADS_1
Gio pun melihat ke arah Kinara, ia menyeringai puas melihat dandanan Kinara yang berubah 180 derajat
"Baiklah, kita akan menunggu persidangannya dimulai di kantor saja, sekalian aku mengajari Kinara tentang pekerjaan kantor" Gio pun berpamitan kepada Rania, dan pergi meninggalkan rumah bersama Zia dan Kinara
Sebelum berangkat ke kantor, Gio mengantar anaknya ke sekolah
Lalu setelah nya ia kembali melajukan mobilnya menuju kantor bersama Kinara
Sesampainya di kantor, Gio langsung memberikan Kinara pekerjaan kantor yang harus ia selesaikan dalam 2 jam saja
Kinara benar² merasa pusing dengan semua tumpukan kertas yang ada di depannya, namun walau begitu, Kinara dapat menyelesaikan dalam waktu 2 jam
"Bagus Kinara, besok aku akan memberikanmu pekerjaan kantor lagi. Hitung² kau meringankan pekerjaanku" Ucap Gio dengan santai
Sedangkan Kinara hanya bisa menghela napas, melihat kelakuan sang kakak yang sepertinya memanfaatkannya
"Sudahlah kita tidak punya waktu untuk berdebat, sekarang kita langsung berangkat saja menuju pengadilan agama" Lagi² dan lagi kakaknya ini membuat Kinara merasa sangat kesal
*******
Menempuh perjalanan sekitar 20 menit, akhirnya mereka pun sampai di halaman pengadilan agama
Baru saja Gio dan Kinara menginjakkan tanah di halaman pengadilan, tiba² saja mereka langsung di serbu oleh para wartawan dan flash kamera yang menyoroti dari segala arah
"Nyonya Kinara, bagaimana tanggapan anda dengan berita fitnah yang di viralkan oleh istri kedua suami anda?"
"Nyonya Kinara, tindakan apa yang akan anda lakukan kepada penyebar berita fitnah ini?"
"Apa anda akan memprosesnya secara hukum? Karena ini sudah termasuk menjatuhkan nama baik anda"
"Apa anda akan memaafkan begitu saja Nyonya?"
"Tolong beri kami tanggapan Nyonya"
Diam² Gio menyeringai puas saat melihat para wartawan yang mulai memadati halaman pengadilan, bukan tanpa sebab kedatangan para wartawan ini. Mereka semua sengaja di undang oleh Gio untuk datang ke pengadilan yang tentu saja bekerjasama dengan Malvin, karena Malvin memiliki kekuasaan yang cukup besar di negara ini
Namun tampaknya Kinara hanya mampu untuk diam saja, ia tidak berani memberikan komentar apapun soal berita yang tengah viral dan memanas ini
Gio yang merasa bahwa tujuan utamanya mengundang para wartawan bukan untuk membuat adiknya semakin terpukul pun akhirnya mengajak sang adik masuk ke dalam saja, untuk menghindari para wartawan
Saat keadaan sedang memanas tiba² saja datang sebuah mobil hitam yang langsung menjadi sorotan utama para wartawan, bahkan sebelum orang yang berada dalam mobil tersebut turun, para wartawan sudah berdesakan di sekitar mobil untuk menyoroti turunnya orang yang masih berada di dalam mobil
*
*
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏
__ADS_1