
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Setelah selesai melakukan sidang pertama, Vano memutuskan untuk kembali ke kantornya bersama dengan pengacaranya
Vano berjalan menuju ruangannya dengan angkuh
Sesampainya di ruangan, Vano mendaratkan pantatnya sedikit kasar
Ia pun membuka handphone nya dan melihat sebuah berita viral yang berisikan video live hari ini tentang sidang perceraiannya
Vano memijat pelipis kepalanya
"Apa kau tidak punya cara untuk meredam berita viral ini?" Tanya Vano kepada pengacaranya
"Apa yang harus kita lakukan tuan? Semua bukti tentang pernikahan kedua anda sudah tersebar luas, kita sudah tidak bisa menutupinya"
"Apa maksudmu?" Tanya Vano sedikit geram
"Ada sebuah akun yang menyebarkan foto pernikahan anda, saya juga tidak tau dapat darimana orang tersebut" Jelas pengacara Vano
"Kenapa kau tidak memberitahuku!!!!" Bentak Vano
"Saat di mobil tadi saya mau membicarakan tentang ini, tapi saya tidak berani melihat anda yang sedang marah" Lirih pengacara Vano
Vano menggebrak meja di depannya, "Kurang ajar!! Siapa yang berani menyebarkan foto itu? Hah?!!" Vano merasa frustrasi sendiri dengan masalah yang sedang ia alami saat ini
Saat Vano dan pengacaranya sedang berbicara serius tentang masalah yang dihadapi Vano, tiba2 saja ada suara ketukan pintu dari arah luar
Tok
Tok
Tok
"Permisi tuan, Tuan besar dan nyonya besar ingin bertemu dengan anda" Jawab orang disebrang sana, yang tak lain adalah sekertaris Vano
"Suruh mereka masuk" Jawab Vano
Kedua orang tua Vano pun masuk ke dalam ruangan anaknya
Berbarengan dengan pengacara Vano yang berpamitan untuk pergi
Tanpa aba² ibu Vano langsung menjewer telinga Vano, "Kenapa kau bercerai dari Kinara hah? Terus kenapa kau juga tak bilang kepada mommy kalau mau bercerai dari Kinara" Nyonya Indira semakin memperkuat tarikannya, karena bagaimana pun ia lebih menyayangi Kinara dari pada Alina
__ADS_1
"Maa, sakitt" Vano berusaha menepis pelan tangan sang mommy
Namun sia² saja, nyonya Indira sudah terlanjur terbawa emosi dengan sifat anaknya yang sangat egois
"Ma, lepaskan dulu" Pinta Vano
Nyonya Indira pun akhirnya melepaskan tangannya dari telinga sang anak, "Kenapa kau menceraikan Kinara?" Nyonya Indira bertanya dengan nada dingin
"Maa, Kinara itu mandul" Vano berusaha memeberikan pengertian kepada ibunya
"Lalu? Kenapa?"
"Tolong mengertilah maa, aku juga ingin mempunyai keturuanan. Dan lagi, apa nama tau kalau Kinara berselingkuh dengan laki2 lain?"
"Maksudnya?" Nyonya Indira mengernyitkan dahinya
Vano menghela napas dalam, "Kinara berselingkuh dengan Malvin"
"Nggak mungkin Vano, mama sangat kenal dengan Kinara, ia wanita baik², ini pasti salah paham!!" Tegas nyonya Indira
"Sudahlah, terserah mama saja"
"Lalu bagaimana dengan istri keduamu? Apa dia sudah hamil?" Akhirnya Tuan David, ayah dari Vano pun bersuara
"Ayah tidak mempermasalahkan perceraianku?" Tanya Vano
"Tidak, itu urusanmu, ayah hanya ingin kau segera mempunyai keturunan" Jawab daddy David tegas
"Istri kedua ku mempunyai masalah dengan rahimnya" Lirih Vano
"Sudahlah dad, jangan membahas ini, aku sedang malas" Vano memutar bola matanya malas dengan sikap daddynya
"Daddy tunggu dua bulan lagi, pokoknya istri kedua mu harus segera hamil, atau kau, daddy coret dari ahli waris" Ancam daddy David
"Apa?!!" Vano membulatkan matanya sempurna
"Sudahlah, ayo pulang mom" Tuan David menarik tangan sang istri untuk meninggalkan ruang kerja sang anak
Setelah kepergian orang tuanya, Vano menggebrak meja dengan sangat keras
"S*alan, ini semua salah Alina!!! Lihat saja, kalau sampai dalam waktu 2 bulan ia tidak hamil, maka aku akan mencari istri baru. Aku tidak mau kehilangan semua aset berharga ku" Gumam Vano namun penuh penekanan
******
Saat ini Alina tengah mengantri untuk melakukan pemeriksaan lanjutan tentang kondisi rahimnya
"Atas nama ibu Alina, silahkan masuk" Sang perawat pun mempersilahkan Alina untuk masuk ke dalam ruangan dokter setelah melihat Alina beranjak dari duduknya saat namanya di panggil
Alina pun duduk dan kembali menghadap dokter yang sama saat terahir kali ia periksa bersama Vano
Sang dokter pun mulai membaca riwayat pemeriksaan Alina
__ADS_1
"Apa ada keluhan ibu Alina?" Tanya dokter tersebut seraya memperhatikan map yang diberikan oleh perawat
"2 bulan ini saya belum datang bulan dok, saya juga sering sakit pada area perut bawah" Alina menjelaskan tentang keluhannya kepada sang dokter
Dokter tersebut mengangguk paham, "Baik, terakhir kali saya sudah menjelaskan tentang penyakit yang sedang di alami bu Alina, tapi saya juga kurang yakin, untuk itu bu Alina harus melakukan pemeriksaan HSG di ruangan radiologi"
"Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui bentuk, ukuran, dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan termasuk penyumbatan pada tuba falopi, seperti yang sedang ibu Alina derita" Jelas sang dokter
Alina mengangguk menanggapi ucapan dokter, kemudian ia bertanya, "Kapan saya bisa melakukan pemeriksaan ya dok?"
"Untuk jadwal pemeriksaan, anda bisa langsung datang ke ruangan radiologi, ini saya bawakan surat pengantar untuk mendaftar disana" Sang dokter pun menuliskan surat pengantar untuk Alina melakukan tes HSG
"Ini saya langsung daftar kesana ya dok?" Tanya Alina
"Boleh, silahkan, nanti kalau hasilnya sudah keluar, ibu kembali kesini lagi, agar saya bisa memastikan seberapa parah penyakit ibu" Jelas sang dokter lagi
"Baik dok terimaksih" Alina mengatupkan kedua tangannya untuk berterimakasih kepada dokter
"Sama² ibu" Dokter tersebut juga balas mengatupkan kedua tangannya
Setelah keluar dari ruangan dokter, Alina segera pergi menuju ruang radiologi untuk mendaftarkan dirinya melakukan tes HSG
Alina pun memberikan surat pengantar dari dokter kepada perawat disana, kemudian nama Alina pun di daftar kan dalam tes HSG, Alina juga di beritahu bahwa sebelum melakukan tes, ia harus berpuasa
"Kira² kapan ya sus jadwal pemeriksaan saya?" Tanya Alina
"3 hari lagi bu, sebelum melakukan tes ibu harus berpuasa dulu ya" Jelas perawat disana
"Baik sus terimakasih"
"Sama² ibu"
Alina pun pergi meninggalkan ruang radiologi dengan sedikit gusar
"Semoga saja aku masih bisa hamil, agar aku punya alasan untuk tidak bercerai dengan mas Vano"
"Aku tidak mau bernasib sama seperti mbak Kinara, aku harus bisa menunjukkan kepada mbak Kinara, bahwa setelah bercerai, aku dan mas Vano bisa hidup bahagia tanpa dia" Gumam Alina dengan seringai tipis
"Tapi bagaimana jika suatu saat kebenaran tentang anak mbak Kinara terbongkar? Apa yang akan dilakukan mas Vano? Apa dia akan rujuk dengan mbak Kinara?" Gumam Alina lagi, ia pun menggeleng- geleng kan kepalanya berusaha menepis pikiran negatif nya
"Itu tidak mungkin terjadi" Lirih Alina
Saat sedang asik berbicara sendiri, hp Alina berbunyi terus, ia pun segera membuka hp nya
Saat Alina membuka sosial medianya, ia membulatkan matanya sempurna saat melihat akun sosial medianya di serang oleh beberapa orang
"Apa? Apa²an ini!!" Ucap Alina dengan kesal
*
*
__ADS_1
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏