Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Vano Menyusul Kinara


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


Saat ini Vano tengah bersiap untuk menuju rumah Gio, ia menuruni anak tangga dengan gayanya yang cool


"Alina, aku akan pergi dulu ke rumah mas Gio" Ucap Vano pada Alina


"Untuk apa sih Mas menemui mbak Kinara lagi" Alina kesal bukan main pada Vano, bisa²nya ia masih ingin menemui Kinara setelah melihat bahwa Kinara telah berselingkuh


"Aku akan membawanya pulang kembali Alina, kita akan tinggal bersama dia lagi" Ucap Vano


Alina mendengus kesal, "Terserah kamu lah Mas" Jutek Alina


"Yasudah kalau begitu aku pergi dulu yaa" Vano hendak mencium kening Alina, namun Alina menghindar, sedangkan Vano hanya bisa menghela napas, kemudian ia berjalan menuju mobilnya di parkir


Selama perjalan Vano memikirkan cara agar Kinara mau kembali bersamanya, "Aku yakin Kinara masih mencintai aku, dan aku pasti tidak akan kesulitan saat membujuk Kinara" . "Tapi bagaimana caranya membujuk Kinara, apa yang harus ku katakan dan ku lakukan agar Kinara mau kembali bersamaku"


"Aaa.. aku gunakan saja anaknya sebagai alasan" Vano menyeringai dengan bangga


Selang beberapa menit akhirnya Vano telah sampai ke rumah Kinara, atau lebih tepatnya rumah orang tua Kinara yang di tinggali oleh Gio dan Rania


Vano menghela napas dalam, ia merapikan lagi pakaiannya, "Huh, apapun yang terjadi.. Kinara harus kembali kepadaku" Ucap Vano dengan tatapan tajam

__ADS_1


Vano pun turun dari mobilnya, dengan angkuh ia menyuruh security rumah Kinara untuk memanggil Kinara, "Ehem, tolong panggilkan Kinara" Ucap Vano seraya bersedekap dada


"Maaf, dengan bapak siapa?" Tanya sang security


"Apa? Jadi kau tidak tau aku siapa?" Tanya Vano seraya menunjuk dirinya sendiri


"Ma-maaf pak, saya baru disini" Ucap sang security dengan gugup


"Saya Tuan Vano Anggara, saya adalah suami dari nyonya mu, Kinara Tamara" Jawab Vano dengan angkuh


"Ba-baik tuan saya panggil kan terlebih dahulu, anda bisa menunggu disini" Security tersebut pun masuk ke dalam rumah untuk memanggil nyonya nya


"Permisi pak Gio ada yang mencari nyonya Kinara"


Gio mengerutkan kening nya, "Siapa?"


Tangan Gio terkepal mendengar nama Vano disebut, laki² yang telah membuat hidup adeknya seperti di neraka, kini sedang berada di depan rumahnya


"Aku yang akan menemuinya" Dengan tangan yang masih terkepal Gio berjalan ke depan dengan security


"Untuk apa kau datang kemari lagi Vano?!!" Suara Gio menggelegar


Mendengar suara tersebut, Vano seketika menoleh kebelakang, "Mas? Diamana Kinara" Vano celingak celinguk mencari keberadaan wanita yang masih sah menjadi istrinya


"Untuk apa kau mencari Kinara? Belum kau puas menyiksanya? Hah?!!" Gio meninggikan suaranya


"Apa yang kau katakan Mas? Aku tidak pernah menyiksanya..  aku hanya memberikan dia sedikit hukuman. Bukankah wajar seorang suami menghukum istri ketika istrinya melakukan kesalahan?" Tanya Vano seraya menaikkan salah satu alisnya


"Keterlaluan kau Vano!!" Gio mencengkeram kerah baju Vano, ia hendak melayang kan sebuah tinjauan namun..

__ADS_1


"Berhenti!!" Kinara keluar dari rumahnya, awalnya ia hanya melihat Vano dari jendela kamarnya dan mengabaikannya, namun suara Gio yang cukup keras membuat Kinara terpaksa turun kebawah untuk meng cek kondisi yang sedang terjadi


"Sudah tidak perlu berkelahi Mas" Lirih Kinara seraya menarik tangan Gio


"Kinara, kenapa kamu pergi?" Tanya Vano, ia berusaha mendekat ke arah Kinara namun di hadang oleh Gio


"Cukup Vano.. jangan mendekat, aku sudah memutuskan untuk bercerai dari mu" Kinara berkata tegas dan tampak tak ada keraguan dalam ucapannya


Deg..


"Apa maksudmu Kinara?!" Vano benar² tidak suka dengan kata²  'Perceraian'


"Apa kau tuli? Aku mengatakan bahwa aku sudah memutuskan untuk secepat mungkin bercerai darimu. Aku sudah tidak tahan hidup bersamamu Vano" Ucap Kinara


"Tidak!!! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu"


"Kalau kau tidak mau menceraikan ku, maka aku yang akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan" Kinara berkata dengan tegas seraya menatap tajam Vano


"Kau sudah dengar kan Vano? Sekarang pergilah dari sini!!" Gio mengusir Vano dari rumahnya


"Tidak!!! Kita tidak akan bercerai Kinara" Kinara tidak memperdulikan Vano, ia hendak melangkah masuk ke dalam rumahnya, namun kata² Vano selanjutnya membuat Kinara diam mematung


*


*


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****

__ADS_1


__ADS_2