
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
"Ayo Alina, kita masuk" Ucap Vano pada Alina yang masih diam mematung di tempat
Namun Alina tidak menggubris ucapan Vano, ia masih tetap diam tak berkutik
Vano yang akhirnya kesal pun langsung menarik tangan Alina untuk masuk kedalam, sedangkan Alina hanya bisa diam pasrah
"Selamat pagi bapak ibuk, silahkan duduk" Ucap sang dokter dengan ramah
Vano pun mengajak Alina untuk duduk
"Begini bu dokter, saya mau melakukan pemeriksaan untuk istri saya yang sedang hamil, saya ingin mengetahui perkembangan anak saya dok" Ucap Vano dengan nada senang
"Ohh jadi baru pertama kali ke sini ya pak" Tanya sang dokter lagi
"Benar dok" Jawab Vano
"Baiklah kita mulai pemeriksaannya yaa. Ibu Alina silahkan kemari" Perintah sang dokter, namun lagi² Alina tidak menggubris ucapan orang, ia hanya diam mematung dengan tangan yang bergetar
Vano pun menghela napas, ia kembali melayangkan tatapan tajam pada Alina
__ADS_1
Akhirnya Alina pun mengikuti perintah sang dokter, ia berbaring di kasur rumah sakit untuk melakukan usg pertamanya
Sang perawat pun membuka baju Alina, dan mengolesi perutnya dengan gel, setelah selesai mengolesi perut Alina dengan gel.. sang dokter pun mengambil alat usg berbentuk pipih
Kemudian dokter tersebut menggesekkan alat pipih tersebut, ke sekitar perut Alina
Hingga 5 menit sang dokter melakukan usg, ia mengamati monitor usg dengan seksama, namun sang dokter sama sekali tidak menemukan adanya sebuah janin yang tumbuh dalam rahim Alina
Dokter tersebut pun beralih pada Vano yang menatapnya dengan tatapan berbinar
"Bagaimana dok? Anak saya sehat kan? Apa saya boleh lihat anak saya dok?" Tanya Vano yang hendak beranjak
Sedangkan Alina hanya bisa memejamkan matanya
"Bapak, saya minta maaf sekali, tapi saya tidak menemukan adanya janin yang tumbuh dalam rahim ibu Alina" Ucap sang dokter
Deg...
"Saya juga tidak tau pak kenapa hasil tespeck bisa positif, mungkin saja saat menggunakan tespeck ibu Alina tidak membaca instruksi dengan benar"
"Namun ada hal lain juga yang saya temukan pada usg kali ini, sepertinya ibu Alina mengalami penyumbatan tuba falopi yang menyebabkan, maaf, ****** tidak dapat bertemu dengan sel telur dalam rahim, nah.. sehingga proses pembuahan tidak dapat terjadi. Kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan kesuburan pada istri anda pak" Jelas sang dokter panjang lebar
Alina yang masih membetulkan pakaiannya pun tersentak kaget, ia segera bangkit dari kasur dan menuju ke arah sang dokter
"Ta- tapi saya masih bisa hamil kan dok?" Tanya Alina dengan nada takut
"Tenang saja bu, wanita yang mengalami penyumbatan tuba falopi masih memiliki peluang untuk hamil, tergantung pada tingkat keparahan penyumbatannya. Mungkin minggu depan ibu Alina bisa kembali untuk melakukan tes lanjutan" Jelas sang dokter lagi
"Baik dok saya permisi dulu" Setelah mengatakan kalimat tersebut Vano dan Alina pun keluar dari poli kandang tersebut dengan membawa rasa kecewa yang teramat dalam
__ADS_1
Setelah mereka sampai di parkiran, Vano mencengkeram kuat lengan Alina, "Berani sekali kamu berbohong hah?" Vano berkata cukup keras, hingga semua orang yang berada di sana pun menoleh ke arah mereka
Vano pun menghela napas berat, "Cepat Masuk!!" Vano berkata dengan sangat tegas
Sedangkan Alina hanya bisa pasrah seraya menundukkan kepalanya
******
Setelah sampai rumah, Vano segera menarik tangan Alina dengan kasar, dan menghempaskannya ke sofa, persis seperti apa yang dia lakukan pada Kinara
Vano menampar Alina dengan keras, "Dasar wanita tidak berguna kamu Alina!!! Aku menyesal menikah denganmu, kalau aku tau dari awal kamu itu mandul!!! Aku tidak akan pernah mau menikahi kamu!!!" Vano berteriak seraya mencengkeram pipi Alina
"Tapi kata dokter aku masih bisa hamil mas" Lirih Alina
"Sudahlah Alina, aku benar² kecewa dengamu" Vano hendak beranjak namun Alina lebih dulu mencekal tangan Vano
"Mas, kita masih ada kesempatan untuk bisa punya anak" Lirih Alina
"Masih punya kesempatan kamu bilang hah? Kamu itu mandul Alina!!!" Vano membentak Alina seraya menepis kasar tangan Alina
"Masss.... Arghhhhh" Alina terduduk lemas seraya menarik rambutnya frustasi
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****
__ADS_1
(MOHON DI KOREKSI APABILA ADA SALAH DALAM PENYAMPAIAN TENTANG PENYAKIT INI, KARENA AUTHOR SENDIRI JUGA AGAK KURANG PAHAM TENTANG PENYAKIT YANG MENYERANG KESUBURAN)😊😊😊