
...!Attention!...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Saat Alina membuka sosial medianya, ia membulatkan matanya sempurna saat melihat akun sosial medianya di serang oleh beberapa orang
"Apa? Apa²an ini!!" Ucap Alina dengan kesal
"Ohh jadi ini toh istri keduanya Vano?"
"Paling benci sama yang namanya pelakor"
"Gimana mbak udah puas bikin sepasang suami istri cerai?"
"Sok cantik lo pelakor"
"Masih muda tapi masa depannya udah suram"
"Selamat menikmati hujatan para netizen mbak"
"Ihh sumpah, kalo ada di depan mataku ni orang, langsung ku ajak baku hantam dah"
"Kinara kuat banget Ya Allah, serumah sama madunya"
Semakin Alina membaca semakin hatinya memanas
Alina meremas ponselnya sedikit kuat, niat hati ingin diakui menjadi istri satu²nya, justru malah mendaptkan hujatan dari para netizen
Tak di sangka ternyata beberapa orang di sekitar Alina telah membaca berita viral hari ini, mereka pun akhirnya mengetahui bahwa wanita yang berada di dekatnya adalah seorang pelakor
"Dih jadi pelakor kok bangga, najis banget nggak punya harga diri" Celetuk salah seorang ibu² disana
"Ohh jadi bener ya yang ini" Walapun ibu² tersebut menoleh ke arah lain, tapi sudah jelas sindiran itu dilayangkan kepada Alina
__ADS_1
"Aduh, kayaknya aku mau pulang aja deh, takut suami ku di goda"
"Padahal muka nya polos ya, tapi kelakuan nya naudzubillah"
Alina yang geram mendengar sindiran² pedas yang di lontarkan para ibu² itu pun langsung mendekat ke arah mereka
Alina menendang salah satu kursi disana seraya berteriak kepada ibu² tersebut
"Kalian itu tidak tau apa!!! Jadi diam saja, tidak usah ikut campur urusan orang lain!!" Bentak Alina dengan suara lantang
"Dih pelakor nggak tau diri" Alina pun dibuat semakin geram dengan jawaban salah seorang ibu² disana
Ia pun akhirnya menjambak rambut wanita tersebut dengan kasar
"Sudah aku bilang jangan ikut campur!!!" Bentak Alina
"Ah, ah, tolong, rambut saya ditarik sama wanita gila ini" Dan pada akhirnya beberapa orang pun datang untuk menolong ibu² tersebut, mereka berusaha membantu untuk melerai pertengkaran antar Alina dan ibu² bermulut pedas
******
Alina menghentak kan kakinya saat memasuki rumahnya, ia masih sangat kesal dengan ibu² tadi
"Berani sekali dia mengatai aku seorang pelakor, padahal dia tidak tau bagaimana kisah aslinya" Gerutu Alina
Alina pun menoleh ke arah belakang, dan mendapati Vano yang tengah berdiri tegak di hadapannya
Tanpa basa- basi, Vano segera mendekat ke arah Alina
Ia mencengkeram lengan Alina dengan kuat, "Apa yang kau lakukan hah?!" Bentak Vano
Badan Alina pun bergetar ketakutan melihat Vano yang sedang marah
"Aku tidak melakukan apa pun mas" Lirih Alina dengan nada ketakutan
"Kau lihat ini, apa² an ini hah?" Vano menyodorkan ponselnya kepada Alina, dan Alina pun mengambil hp tersebut, seperdetik kemudian Alina manjadi sangat shock saat melihat video dirinya yang tengah menjambak rambut ibu² di rumah sakit tadi viral
"Mas, i-itu, tadi ibu² itu mengolok ku seorang pelakor" Lirih Alina
Vano menghela napas berat, "Alina, saat ini semua orang sudah tau bahwa kau adalah istri kedua ku, tidak bisakah kau menjaga sikap mu? Kalau seperti ini sama saja kau merusak harga diriku Alina" Tegas Vano
__ADS_1
Alina pun langsung bersimpuh di kaki Vano, ia memohon ampun kepada Vano
"Maaf Mas, aku terbawa emosi" Kini Alina sudah menangis di kaki Vano
"Aku mohon kepadamu Alina, jangan menambah masalah" Ucap Vano dengan frustasi
Alina pun beranjak dari duduknya, ia menatap Vano, "Mas Vano, aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi, maafkan aku mas"
Vano tidak menjawab ucapan Alina, ia memilih meninggalkan Alina sendiri dan pergi menuju kamarnya
Sesampainya di kamar, Vano segera melepaskan seluruh pakainya dan berendam sejenak untuk menghilangkan stressnya
Setelah dirasa puas berendam diri, Vano pun keluar dari kamar mandi kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi
Drett
Drett
Fokus Vano pun teralihkan pada hp nya yang berbunyi, dengan sigap ia segera mengangkat telpon tersebut
Vano melihat nama yang tertera di hpnya, dan ternyata itu sekretarisnya
"Ada masalah apa?" Tanya Vano
"Begini tuan, saham di perusahaan kita sedang mengalami penurunan yang lumayan drastis, banyak para investor yang mencabut saham² mereka dari perusahaan kita" Jelas sekertaris Vano
Vano yang awalnya bisa saja saat mendapatkan telpon dari sekretarisnya kini berubah menjadi panik saat mengetahui berita apa yang disampaikan, "Apa? Kenapa bisa begitu?" Geram Vano
"Mereka bilang, ada perusahaan lain yang menawarkan kerja sama dengan mereka, dan perusahan tersebut berani membayar 2 kali lipat dari gaji mereka saat berkerja sama dengan kita tuan" Jelas sekertaris Vano lagi
"Kurang ajarrr!! Cepat cari tau perusahaan mana yang menawarkan mereka kerja sama dan cari motif kerja sama ini" Bentak Vano, setelah mengatakan ucapan tersebut, Vano membanting hp nya ke kasur
"Aargghhh kenapa semua kacau begini" Vano menarik rambutnya frustasi
*
*
*
__ADS_1
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏
Maaf ya kakak², belakangan ini othor lagi sibuk ikut bimbel, buat persiapan masuk SMA tahun depan 😁😁😁