
...!****Attention****!...
****Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰****
*
*
*
...Pukul 06.00...
Pagi² Kinara terbangun dengan keadaan yang sudah lemas, ia merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya, ia pun menoleh, dan alangkah terkejutnya Kinara ketika melihat Vano tidur di sampingnya
Kinara pun menghempaskan tangan Vano dari perutnya, kemudian ia berjalan gontai menuju kamar mandi, ia merendam dirinya di bathtub untuk menenangkan tubuhnya sejenak
Setelah berendam sekitar setengah jam an, Kinara keluar dengan mengunakan baju yang sudah rapi dan wangi
Dilihatnya Vano yang masih terlelap dengan nyenyak, seketika amarah Kinara kembali membara, ketika mengingat penghinaan yang suaminya lontarkan kemarin malam
Darah Kinara berdesir, saat ini ia semakin yakin untuk menggugat cerai Vano
__ADS_1
Saat sedang asik melamun, Kinara tidak sadar kalau Vano sudah bangun, ia pun segera menghampiri Kinara dan memeluk Kinara
Kinara tersentak kaget saat mendapatkan perlakuan seperti ini secara tiba², "Sayang, kamu sudah mandi? Kenapa tidak membangunkan aku" Ucap Vano dengan suara khas bangun tidur
Namun Kinara tidak menggubris ucapan Vano, jujur saja ia masih sangat marah dengan apa yang di ucapkan oleh Vano
Vano pun menghela napas, "Sayang, jangan marah seperti ini, maaf in mas sayang, kemarin mas kelepasan" Lirih Vano
"Apa kamu tau kemarin mas khawatir sama kamu, makanya mas kepikiran buat tidur bareng kamu, untung mas punya kunci cadangan kamar kamu" Lirih Vano
"Tolong beri aku waktu Vano, jangan mengekang ku terus. Kamu adalah laki² egois Vano, kamu sangat egois" Tegas Kinara
"Tapi Kinara~" Belum selesai Vano bicara Kinara langsung menyela ucapan Vano
Dibalik pintu, Alina terus memperhatikan mereka, hati nya sangat senang karena berhasil membuat Vano dan Kinara bertengkar
"Sebentar lagi, pasti mbak Kinara bakal di cerain sama mas Vano" Gumam Alina
"Oke baiklah, mas akan berikan kamu waktu untuk menenangkan diri, tapi mas mohon jangan pergi Kinara" Lirih Vano dengan mata berkaca-kaca
Kinara tidak menggubris ucapan Vano, ia memilih pergi meninggalkan Vano
__ADS_1
Tidak mau kehilangan kesempatan, Alina pun langsung menghampiri Vano, "Mas" Ucap Alina lembut seraya mengusap punggung Vano
Sama seperti yang di lakukan oleh Kinara, Vano tidak menggubris Alina dan pergi meninggalkannya begitu saja
Hati Alina sangat hancur mendapat perlakuan seperti ini dari sang suami, air matanya jatuh, "Hikss, kenapa kamu melakukan hal yang sama kepadaku mas? Sebenarnya apa kesalahan ku ini!!" Alina merasa frustasi dengan sikap Vano
Saat sedang menangis Alina tidak sengaja melihat benda panjang berbentuk pipih di wastafel kamar mandi Kinara, ia pun segera mengambil benda itu, dan alangkah terkejutnya Alina saat melihat benda ia itu
"Ini? Bukannya ini tespeck?" Dengan hati yang berdebar-debar Alina kembali memperhatikan benda itu, dan benar saja ada dua garis merah di tespek itu
"A-apa? Dua garis merah? Ta-tapi ini punya siapa? Apa ini bukanya mbak Kinara? Tapi aku rasa tidak mungkin, mbak Kinara kan mandul" Lirih Alina dengan suara yang sudah melemas, kakinya sudah tidak dapat dijadikan tumpuan, ia benar² shock saat ini. "Kalau sudah seperti ini, bagaimana caranya memisahkan mas Vano dan mbak Kinara?" Gumam Alina
Tiba² saja ada pesan masuk yang tidak di kenal di hp Alina
"Temui aku di cafe ××× aku akan membantumu"
"Siapa dia? Apa dia hanya orang iseng? Apa aku temui saja dia" Gumam Alina dengan suara serak
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****