
...!Attention! ...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Setelah 25 menitan akhirnya Ghea sampai di Villa kecil yang ia pesan atas nama Kinara
Ia segera masuk dan mendapati bahwa orang suruhannya sudah meletakkan Kinara dan Malvin di kasur
"Kerja bagus. Ini uang untuk kalian" Ucap Ghea seraya mengeluarkan sebuah amplop coklat berisikan sejumlah uang dari tasnya dan memberikan kepada mereka
"Siap terimaksih boss. Lain kali kalau ada job lagi, tinggal panggil kita saja" Ucap para orang suruhan Ghea tersebut. Kemudian pergi meninggalkan Ghea sendiri
Ghea pun mulai menjalankan rencana selanjutnya, ia melepas semua pakaian Kinara dan Malvin, dan hanya menyisakan pakaian dalam mereka saja
Kemudian ia pun mengirim pesan pada Alina
("Semuanya sudah beres, aku akan mengganti nomer ku, dan memberikan beberap foto Kinara dan Malvin kepada Vano")
("Hahaha.. aku sangat tidak sabar menunggunya") Jawab Alina
"Dasar gadis bodoh, setelah Kinara, giliran kau yang aku singkirkan" Gumam Ghea seraya menyeringai
Setelah asik bergumam, Ghea langsung mengganti nomer ponselnya, lalu ia memotret Kinara dan Malvin yang sedang bertelanjang dan mengirimnya pada nomer Vano
__ADS_1
Setelah memastikan kalau foto² itu terkirim, ia segera mencabut nomernya dan membuangnya, kemudian mengganti lagi dengan nomer sebelumnya
******
"Mas? Kira² mbak Kinara hari ini pergi kemana ya?" Tanya Alina
Vano menghela napas, "Aku juga tidak tau" Lirih Vano
Tiba² saja ada beberapa notif pesan yang masuk kedalam hp Vano, namun Vano tidak menggubrisnya
"Itu pasti Ghea" Batin Alina
"Mas? Kenapa tidak kamu buka pesannya?" Tanya Alina
"Aku sedang sibuk" Jawab Vano
"Bagaimana kalau itu mbak Kinara?" Tanya Alina berusaha memancing Vano agar membuka pesan tersebut, karena ia sangat yakin kalau pesan tersebut dikirim oleh Ghea
"Eh? Nomer tidak dikenal mengirim pesan gambar?" Gumam Vano. Ia secara membuka beberapa pesan gambar tersebut
Nampak seorang wanita dan pria yang sangat Vano kenal, sedang tidur bersama tanpa mengenakan pakaian
Vano berulang kali mengerjapkan matanya, bahkan ia mengucek matanya untuk mematikan siapa yang ada dalam gambar tersebut
"I- ini? Ini Kinara kan?" Lirih Vano
"Malvin? Mereka tidak pakai baju?" Vano meremas ponselnya
"Aargghhhh, Kurang ajar... apa yang mereka lakukan" Darah Vano berdesir panas, rahangnya mengeras, matanya memerah. Ia membanting barang yang ada di depannya, ia benar² sangat murka saat ini
__ADS_1
Vano segera menyambar kunci mobilnya dengan kasar, ia segera menuju ke Villa yang tertulis di pesan terakhir, untung saja Vano tidak membanting hpnya
"Mas? Mas kamu mau kemana? Aku ikut" Alina mengejar Vano yang berjalan dengan cepat
Beberapa karyawan yang melihat mereka pun merasa aneh
Karyawan 7: "Ada apa dengan Pak Vano? Sepertinya dia sangat marah?"
Karyawan 4: :Entahlah aku juga tidak tau. Lebih baik kita diam saja daripada pak Vano semakin murka"
Vano mengendarai mobil dengan sangat kencang, jarak antar kantor dan Villa cukup dekat sekitar 20 menit sudah sampai. Ghea sengaja mencari tempat yang dekat dengan kantor Vano, agar Vano sampai tepat waktu, karena kalau terlalu lama, takutnya masa bius mereka sudah habis, begitu pikir Ghea.
******
Di sisi lain, sambil menunggu kedatangan Vano dan Alina, Ghea menitipkan mobilnya di salah satu rumah warga sekitar agar Vano tidak curiga, ia juga memberi sekilas warna² merah di sekitar leher Kinara dan Malvin, agar semakin membuat Kinara terpojok
Ghea juga menyebar- nyebarkan pakaian Kinara dan Malvin disekitar kamar
Setelah semuanya beres, Ghea menggesekkan kedua telapak tangannya, "Akhirnya, aku bisa menyingkirkan salah satu istri Vano setelah ini" Ucap Ghea seraya menyeringai dengan menatap remeh ke arah Kinara dan Malvin
Namun setelah mengatakan ucapan tersebut, Ghea mendekat ke arah tempat tidur, "Tapi.. kalau dilihat-lihat Malvin tampan juga" Gumam Ghea seraya mengelus pelan rahang Malvin, lalu turun ke perut Malvin
Saat sedang asik mengagumi badan Malvin tiba² saja Ghea mendengar suara mobil yang masuk ke pekarangan Villa, "Gawat, apa itu Vano? Aku harus segera bersembunyi" Ghea segera bersembunyi di didalam lemari yang cukup besar
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****