Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Membayar Tagihan Makanan


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


2 minggu pun telah berlalu, keadaan rumah tangga Alina dan Vano sama sekali tidak membaik


"Kamu mau kemana Mas?" Tanya Alina dengan nada kesal, pasalnya setelah mengalami kehilangan rahim, Vano sama sekali tidak mau berbicara dengan Alina, jangan menguatkan Alina, Vano saja selalu mengacuhkan Alina


"Bukan urusan mu" Jawab Vano dengan ketus


Alina yang tidak bisa menahan amarahnya pun langsung menamparku Vano dengan sekuat tenaganya


Plak


"Kurang ajar kamu mas!!! Ini semua salah mu bodoh. Dasar laki² brengsek, kau yang memaksaku untuk segera hamil kan?!! Padahal dokter sudah mengingatkan kamu untuk tidak sesegera memiliki anak, tapi dengan ke egoisan mu, kamu memaksa ku untuk segera hamil. Sekarang aku sudah kehilangan calon anak dan rahim ku, dan ini semua karena mu Vano bodoh!!!" Alina berteriak, meluapkan semua rasa sakit hatinya


Alina menghapus air matanya dengan kasar dan sedikit merendahkan nada bicaranya, "Pantas saja mbak Kinara meninggalkan mu, ternyata seperti ini sikapmu, kau selalu menyalahkan orang lain atas kesalahnmu sendiri. Aku saja yang selama ini buta dengan cintaku padamu, padahal nyata selama ini kau tidak pernah mencintai ku, kau hanya memperlakukan ku dengan baik karena aku hamil. Tapi sekarang aku sudah kehilangan semuanya!!! Dan kau mencampakkan ku begitu saja!!!" Alina kembali membentak Vano di kalimat² terakhir ucapannya


Setelah puas meluapkan amarahnya, Alina segera pergi meninggalkan Vano yang sedang diam termangu sendiri


Alina melangkahkan kakinya pergi menuju kamar. Setelah sampai di kamar, Alina langsung membanting tubuhnya di kasur


********


Berbeda dengan keadaan Kinara, kini hidup Kinara semakin membaik pasca bercerai dengan Vano, ia mulai mempelajari pekerjaan² kantor


Awalnya ia memang menolak permintaan sang Kakak yang menyuruhnya untuk bekerja menjadi wanita kantoran, namun Kinara berpikir, siapa yang akan menafkahi anaknya selain dirinya. Vano? Jangan kan menafkahi anak Kinara, Vano saja tidak mau mengakui anak yang dikandung Kinara


Selain itu, hubungan Kinara dan Malvin pun semakin dekat, Kinara memutuskan untuk memaafkan Malvin


Seperti saat ini, Kinara dan Malvin sedang pergi ke cafe bersama


Malvin mengajak Kinara untuk makan siang bersama yang tentunya dengan izin sang kakak, Gio


"Bagaimana pekerjaan mu Kinara?" Tanya Gio berbasa basi

__ADS_1


"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan baik. Sejauh ini aku juga sudah sedikit mengerti tentang urusan² kantor" Jawab Kinara kemudian menyendokkan makanan ke dalam mulutnya


Saat Malvin dan Kinara sedang asik menikmati makanan mereka sambil berbincang- bincang, ada seseorang yang duduk di seberang mereka


Orang tersebut menatap ke arah Malvin dan Kinara dengan tatapan benci, ia berniat untuk menghancurkan makan siang Malvin dan Kinara


Dengan langkah yang gagah, orang tersebut berjalan mendekat ke arah Malvin dan Kinara


"Hai Kinara!" Sapa orang tersebut dengan senyuman cerahnya


Sontak Malvin dan Kinara pun menoleh ke arah orang tersebut


"Vano?" Ucap mereka serentak


"Apa aku boleh bergabung disini?" Tanya Vano pada Kinara


"Bukan kah di tempat lain masih banyak tempat duduk" Ucap Malvin sedikit ketus pada Vano


"Aku tidak bertanya padamu" Jawab Vano balik dengan ketus


Daripada terus membuat kekacauan, akhirnya Kinara pun mempersilahkan Vano untuk duduk


"Duduklah" Ucap Kinara tanpa melihat ke arah Vano


"Seperti yang kau lihat, aku baik² saja" Jawab Kinara dengan nada malas


"Hmmm.. baguslah, aku pikir kau akan bersedih setelah bercerai denganku" Ucap Vano


"Tidak akan" Jawab Kinara lagi


Vano pun diam seribu bahasa mendengar jawaban Kinara, dan akhirnya Vano pun mengalihkan pembicaraan


"Oiya Kinara, bagaimana kalau lain kali kita makan siang bersama?" Tanya Vano


"Tidak usah, terimakasih" Jawab Kinara dengan jutek


"Kenapa? Kau saja bisa makan siang bersama Malvin, kenapa kau tidak bisa makan siang dengan ku?" Tanya Vano sedikit kesal


"Sudahlah Vano, lebih baik kau pergi saja dari sini" Kinara yang kesal dengan Vano pun akhirnya mengusir Vano


"Tidak mau" Vano menyilangkan kedua tangannya, seolah-olah menantang mereka berdua

__ADS_1


"Kinara, kita akhiri saja makan siang hari ini, lain kali kita makan siang bersama lagi. Bagaimana?" Malvin sengaja memanas-manasi Vano dengan mengajak Kinara makan siang kembali lain kali


"Baiklah" Kinara dan Malvin pun beranjak pergi dari cafe tersebut


Sedangkan Vano hanya bisa mengepalkan tangannya saat melihat Malvin dan Kinara mengacuhkannya


Saat sedang menahan emosinya, Vano justru di hampir oleh seorang pelayan, "Permisi pak, untuk tagihan meja ini bapak yang bayar juga ya?"


"Apa? Kenapa jadi saya?" Tanya Vano dengan kesal


"Karena bapak yang duduk bersama tadi, jadi bapak yang harus membayar!" Pelayan tersebut sedikit membentak  Vano


"Tidak bisa, aku tidak kenal mereka" Vano hendak beranjak pergi dari sana namun...


"Baiklah, kalau begitu saya akan laporkan pada manager saya"


Vano pun menghela napas kasar, "Baiklah, berapa totalnya!"


"Total 680 ribu pak, itu sudah sekalian dengan minuman yang bapak pesan"


"Apaa!!" Jangankan membayar makanan Malvin dan Kinara, Vano saja hanya membawa uang 30 ribu saja, untuk membayar minumannya


*******


Dengan menggerutu tidak jelas Vano pun mencuci piring² di restoran tersebut karena tidak bisa membayar tagihan makanan Malvin dan Kinara


"Kurang ajar kalian, lihat saja, aku akan bikin perhitungan dengan kalian" Gerutu Vano


Vano benar² malu dengan kejadian saat ini, ia merasa harga dirinya sedang di rendahkan oleh Malvin dan Kinara


"Kenapa?! Jangan melihat ku seperti itu!!" Bentak Vano pada salah satu pegawai yang memperhatikan nya terus


"Cihh, dasar orang aneh" Pegawai tersebut pun pergi setelah menghina Vano


Sedangkan Vano hanya bisa menahan amarahnya


*


*


*

__ADS_1


Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏


__ADS_2