Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Pertengkaran Kinara dan Alina


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


Vano pun beralih pada Alina, "Alina, mengapa Kinara menamparmu? Apa kau melakukan kesalahan?" Tanya Vano dengan nada mengintimidasi


"Aku hanya salah bicara tapi mbak Kinara langsung menamparku" Lirih Alina dengan air mata yang hampir jatuh


"Memangnya apa yang kamu ucapkan sampai² Kinara menamparmu?" Vano kembali bertanya pada Alina


"A-aku, emm aku~"


"Dia mengatai aku mandul" Kinara menyela ucapan Alina 


"Alina? Apa itu benar?"


"A-aku tidak mungkin mengatakan seperti itu. Aku tidak sekejam itu mas" Lirih Alina


"Kinara tidak mungkin juga Alina~"

__ADS_1


"Tidak mungkin juga Alina mengatakan hal seperti itu?" Kinara menyela ucapan Vano


Kinara menyeringai, "Untuk apa aku berbicara padamu. Kau itu adalah laki² pengecut yang tidak bisa melihat kebenaran"


"Kau pikir untuk apa aku tiba² menampar Alina? Aku bahkan tidak sudi hanya untuk sekedar melihat muka nya yang penuh dosa" Kinara bicara tegas


"Kinara, kamu bicara apa sih?"


"Apa aku bicara apa? Kau menang laki² pengecut, kau bahkan lebih percaya pada wanita seperti ini" Kinara kembali mengatai Alina


"Kinara cukup!! Aku tau kamu sedang emosi, tapi tolong jangan melontarkan kata² kasar" Vano kembali membela Alina


"Cihh, suami macam apa kau ini? Inikah yang kau bilang bisa bersikap adil? Hah?" Kinara membentak Vano


"Kinara turunkan nada bicara mu, aku suamimu!" Vano balik membentak Kinara


"Mbak Kinara kenapa kamu berbicara seperti itu pada Mas Vano. Apa kamu sudah tidak mencintai mas Vano?" Alina memanas-manasi keadaan


"Sudahlah kau diam saja, kau itu hanya beban. Memang rasa cintaku sudah mulai memudar, tapi aku tetap memiliki belas kasih, buktinya saja aku tadi mau mengantarkan Vano kerumah sakit. Sedangkan kau? Kau malah mencegah kita untuk pergi kerumah sakit. Apa itu kalau bukan BEBAN?" Kinara menekan kata² terakhirnya


Wajah Alina merah padam, ia sangat malu dikatai oleh Kinara seperti itu, apalagi di depan Vano


"Tapi aku sedang hamil" Ucap Alina


"Hanya itu senjatamu? Dengan terus menerus mengatakan kalau kau sedang hamil? Apa tidak ada yang lain? Aku bosan mendengarnya" Kinara memutar bola matanya malas

__ADS_1


"Sudah cukup!! Dulu kalian ini akur tapi mengapa sekarang kalian jadi sering bertengkar seperti ini?" Vano berusaha menengahi kedua istrinya


"Kau tanyakan saja pada Alina. Sepertinya dia haus kasih sayang" Ucap Kinara seraya bersedekap dada


Tiba² saja Alina merintih kesakitan, "Ahhh mas Vano, perutku sakit lagi"


"Cihh, dasar ratu drama" Gumam Kinara


"Aku sudah memanggilkan seorang dokter untuk datang kesini. Dia akan mengecek keadaanmu" Sebenarnya Kinara tidak benar² memanggil dokter, ia hanya memancing Alina saja


"Apa?!! Sudah aku bilang aku tidak mau diperiksa!! Kenapa kau keras kepala sekali sih?" Alina membentak Kinara di depan Vano


Kinara tersenyum mengejek, "Aku tidak peduli"


Alina yang tersulut emosi langsung bangkit dari tempat tidurnya dan hendak menampar Kinara, namun Kinara langsung mencekal tangan Alina dan memutarnya


"Alina², kau sendiri yang menunjukkan sifat aslimu kepada Vano" Ucap Kinara seraya menepis tangan Alina yang sempat ia cekal


Alina menelan ludahnya, "Asataga.. Apa yang aku lakukan? Ini semua gara2 mbak Kinara" Batin Alina seraya mengepalkan kedua tangannya


*


*


*

__ADS_1


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2