
...!Attention ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
3 hari pun berlalu, Vano tetap tidak menyerah untuk memohon kepada Kinara
"Tolong sekali ini saja bantu aku Kinara, kalau begini terus, perusahaan ku bisa bangkrut" Ucap Vano dengan nada frustasi
"Tidak peduli" Jawab Kinara dengan jutek
"Ckkk, benar² egois kau ini Kinara!!" Vano membentak Kinara
Kinara yang tidak terima dengan bentakan Vano pun balik membentaknya, "Lalu, apa maksudmu dengan mengatakan bahwa aku berselingkuh? Hah?!! Aku hanya membela diriku!! Apa itu salah? Apa itu egois?"
"Mengertilah Kinara, aku melakukan itu semua demi menjaga reputasi nama baikku" Vano sudah benar² frustasi menghadapi Kinara yang keras kepala
"Cihh!!!" Kinara hanya mengatakan satu kalimat, lalu melenggang pergi meninggalkan Vano di ruang tamu rumahnya
*******
Jika di rumah Kinara sedang terjadi perdebatan antara Vano dan Kinara, berbeda lagi dengan keadaan di rumah Vano
Saat ini Alina dengan bersiap untuk pergi menuju rumah sakit
Seperti biasa, Alina akan pergi sendiri kerumah sakit, karena Vano selalu beralasan sibuk ketika dimintai tolong mengantar Alina
Setelah beberapa menit kemudian, Alina sudah sampai di rumah sakit, ia segera masuk dan menuju ruang radiologi untuk melakukan tes HSG yang sudah dijadwalkan
Setelah menunggu sekitar 5 menit, nama Alina pun akhirnya dipanggil oleh perawat di sana, kemudian ia di suruh untuk berbaring di atas ranjang
__ADS_1
Alina pun melewati beberapa prosedur pemeriksaan tes HSG yang di lakukan oleh sang dokter
Sekitar 17 menit, tes HSG yang di jalankan Alina pun berakhir
Alina segera memakai kembali celananya, kemudian ia berjalan ke arah meja sang dokter dengan langkah tertatih-tatih
"Bagaimana dok?" Tanya Alina dengan suara lirih, sebab menahan sakit pada bagian alat vit4l nya
"Silahkan duduk dulu buk" Ucap sang dokter seraya mempersilahkan Alina duduk
Alina pun menuruti perintah sang dokter dengan duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk pasien
"Jadi kondisi rahim ibu ini sudah di tahap harus di operasi, tadi saya sudah berusaha untuk membersihkan saluran tuba falopi, tapi ternyata sumbatannya terlalu dalam, jadi kita harus memilih opsi operasi" Jelas sang dokter pada Alina
Alina pun mengangguk-angguk menanggapi ucapan sang dokter
"Ini hasil ronsennya dan ini surat pengantar untuk melakukan operasi, untuk jadwal operasi bisa langsung di tanyakan ke dokter yang menangani" Jelas dokter tersebut
"Baik, terimakasih dok" Alina pun bangkit seraya sedikit membungkukkan badannya kepada sang dokter
Setelah melakukan pemeriksaan yang cukup menyiksa bagi Alina, ia segera kembali kerumah untuk istirahat sejenak
"Ckk, kemana mas Vano ini?" Gerutu Alina seraya menuju kamarnya
Setelah sampai di kamarnya, Alina segera mengganti pakaiannya, kemudian ia merebahkan badannya di kasur
"Semoga setelah melakukan operasi, aku bisa segera hamil, aku yakin dengan kehadiran buah hati pasti akan meluluhkan hati mas Vano" Gumam Alina
"Kira² gimana ya kabar mbak Kinara? Dia kan sedang hamil, semoga anak yang dikandung mbak Kinara keguguran" Alina kembali bergumam seraya menyeringai
*******
1 minggu pun berlalu
Hari ini adalah jadwal Alina untuk kembali kontrol ke rumah sakit
__ADS_1
Alina pun memberikan surat keterangan dan hasil ronsen kepada dokter spesialis kandungan
Dan sang dokter pun memutuskan untuk melakukan operasi untuk membersihkan tuba falopi yang tersumbat pada rahim Alina
"Operasi dilakukan besok ya buk, hari ini silahkan menginap dulu di rumah sakit. Saya telpon kan bagian layanan rawat inap untuk menyiapkan kamar untuk ibu Alina dulu ya"
"Untuk kamarnya mau yang bagaimana bu?" Tanya sang dokter
"Saya mau yang ruang VIP" Jawab Alina sedikit angkuh
"Baik" Jawab sang dokter
10 menit kemudian sang dokter pun memutus panggilan telponnya
"Baik ibu Alina, kamarnya sedang di persiapkan oleh suster disana. Untuk letak kamarnya ada di **** nomer ****"
Setelah selesai berdiskusi dengan sang dokter, Alina pun kembali ke rumah untuk menyiapkan pakaian yang akan ia bawa untuk menginap di rumah sakit
Saat hendak memasuki rumahnya, ternyata ia bertemu dengan Vano di ruang tamu
"Mas? Kamu nggak berangkat kerja?" Tanya Alina seraya menautkan kedua alisnya
Vano pun menghela napas panjang, "Perusahaanku mengalami penurunan saham yang lumayan drastis Al" Lirih Vano seraya menijat pelipis matanya
"Maksudnya?" Alina kembali bertanya
"Entahlah, spertinya perusahaan ku hanya tinggal menunggu kebangrutan" Lirih Vano lagi
Seketika Alina pun membulatkan kedua matanya, "Apa tidak ada cara lain Mas?"
Vano pun menggelangkan kepalanya, namun seperdetik kemudian ia langsung menoleh kepada Alina, seraya berkata, "Sepertinya ada satu cara lagi Al"
*
*
__ADS_1
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏