Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Siapa Yang Pelakor?


__ADS_3

...!Attention! ...


~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~


*


*


*


"Vano? Sedang apa kau disini?" Wanita tersebut bertanya dengan nada dingin seraya menatap sinis Vano


"Aku sedang mengantar Alina untuk memeriksa kandungannya" Jawab Vano dengan nada lembut


"Oh" Wanita tersebut hanya ber ^oh^ ria saja


Alina yang kembali dari kamar mandi pun terkejut melihat Vano sedang berbicara dengan seorang wanita, setelah di amati lebih dekat, ternyata wanita itu adalah Kinara


Seketika amarah Alina tersulut melihat Vano yang sedang berbicara dengan Kinara


Alina pun melangkah cepat mendekati mereka, tangannya terkepal, dadanya bergemuruh menahan api cemburu


"Mas!!!" Alina berteriak memanggil Vano


"Sedang apa Mas berduaan dengan wanita ini?" Suara Alina yang cukup keras mampu mengundang rasa penasaran beberap orang disana


"Alina, kamu sudah kembali?" Tanya Vano dengan nada terkejut


"Pantas saja mas Vano tidak menemuiku, ternyata kamu sedang asik berbicara dengan wanita ini? Hah?" Alina berkata seakan- akan Kinara adalah seorang pelakor


Dan benar saja, dengan kata² Alina yang seperti itu, membuat beberapa orang disana menggunjing Kinara sebagai seorang pelakor, Alina menyeringai senang ketika semua orang mulai berbisik- bisik seraya menatap sinis pada Kinara


"Tidak mungkin kan mbak Kinara berkata yang sebenarnya" Batin Alina, ia mulai ketakutan jika Kinara bicara yang sebenarnya

__ADS_1


Namun Kinara yang merasa terpojokkan pun membalas semua perkataan Alina, "Kenapa? Apakah salah seorang istri pertama berbicara dengan suaminya sendiri?" Ucap Kinara dengan nada sinis


Alina membulatkan matanya sempurna mendengar ucapan Kinara, kini semua orang justru balik menggunjingnya


"Cih, dasar istri kedua tidak tau malu"


"Ternyata dia sendiri yang menajdi pelakor"


"Dasar pelakor tidak tau diri"


Begitulah kira² suara samar² yang Alina dengar dari beberapa orang disana


Alina semakin geram dengan Kinara, ia hendak mendekati Kinara namun...


"Ada apa ini?" Suara bariton yang berasal dari belakang, berhasil menyentak perhatian semua orang


Alina yang awalnya ingin menampar Kinara pun seketika nyalinya menciut mendengar suara Gio


"Tidak ada apa² mas, sepertinya aku sedang tidak enak badan, kita pulang saja" Ucap Kinara kemudian ia berjalan mendahului Gio


Setelah kepergian Gio dan Kinara, Alina mendapatkan tatapan tajam dari Vano


Vano pun segera menarik tangan Alina, ia membawa Alina ke tampat sepi


"Apa yang kau lakukan Alina!!!" Vano membentak Alina


"Mas a-aku hanya ~"


"Dasar wanita bodoh. Apa kau tidak tau, perbuatanmu itu tadi dapat merusak nama baik ku? Hah?" Vano benar² marah dengan sikap Alina yang sembrono


Alina tidak berani menjawab ucapan Vano, ia hanya menunduk seraya merutuki Kinara


"Ini semua salah Mbak Kinara, dasar wanita pembawa sial" Batin Alina

__ADS_1


"Sekarang apa mau mu hah?" Tanya Vano dengan nada ketus


"Aku malu mas kembali kesana, kita pulang saja ya" Alina merangkul tangan Vano


Namun Vano segera menepis tangan Alina, "Itu salahmu, pokoknya hari ini kita tetap periksa" Setelah mengatakan kalimat tersebut Vano pun pergi meninggalkan Alina sendiri


"Mas, mas tunggu" Alina berusaha mengejar Vano


"Haishh, sial, sial, sial.. ini semua salah Mbak Kinara" Gumam Alina dengan masih mengejar Vano yang berjalan sedikit lebih cepat


"Mas, mas tunggu" Vano yang tidak mau menjadi pusat perhatian lagi pun menghentikan langkahnya, ia pun menoleh ke arah belakang


"Apa!?" Tanya Vano dengan dingin


"Mas, aku minta maaf mas" Lirih Alina dengan air mata palsunya


Akhirnya Vano pun luluh, ia menghela napas dalam, "Yasudahlah lupakan saja, sekarang kita kembali ke poli, sebelum di panggil" Ucap Vano


Alina pun mengangguk, ia merasakan panik lagi saat kembali ke poli kandungan


Saat kembali ke poli kandungan, kebetulan sekali nomer Alina sedang di panggil oleh sang suster


"Nomer antrian 6, atas nama ibu Alina Arabella"


Deg...


Jantung Alina berpacu lebih cepat dari pada biasanya


"Ayo Alina, kita masuk" Ucap Vano pada Alina yang masih diam mematung di tempat


*


*

__ADS_1


*


Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏


__ADS_2