Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Ada Apa dengan Vano?


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


"K-kamu? Sedang apa kamu di sini?" Tanya Kinara sedikit jutek


"Kebetulan aku juga sedang jalan² di sekitar sini dan tidak sengaja melihatmu, jadi aku samperin aja" Ucap pria tersebut dengan santai


Kinara menyipitkan matanya, ia menatap lekat mata pria tersebut berniat untuk mencari kebenaran, namun bukan kebenaran yang Kinara temukan, justru ia salah tingkah sendiri dan langsung memalingkan wajahnya, "Ehem, apa kau membuntuti ku?" Tanya Kinara dengan nada cool


"Tidak, aku hanya tidak sengaja melihatmu. Apa kau merasa terganggu?" Ucap pria tersebut, yang tak lain adalah Malvin, sebenarnya ia sudah menyuruh seseorang untuk selalu mengawasi pergerakan Kinara


"Tidak, aku tidak merasa terganggu sama sekali, aku justru merasa senang karena aku memiliki teman untuk di ajak bicara" Ucap Kinara dengan menyunggingkan senyumannya


"Memangnya apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Malvin seraya menatap wajah cantik Kinara


Kinara menghela napas, "Aku sedang ada masalah rumah tangga" Lirih Kinara


"Apa masalahnya?" Tanya Malvin


Kinara termenung sejenak, tidak mungkin ia menceritakan apa masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya, terlebih lagi masalah itu berhubungan  dengan Malvin

__ADS_1


Kinara segera menggelengkan kepala, "Maaf aku tidak bisa menceritakan masalah pribadiku" Lirih Kinara seraya menundukkan kepalanya


Malvin yang melihat Kinara menundukkan kepalanya pun lantas dengan segera mengangkat dagu Kinara. Kini mereka pun saling bertatapan, "Tidak apa jika kau tidak memberitahuku, aku tidak memaksa" Ucap Malvin seraya menghapus sisa air mata Kinara


Jantung Kinara berdebar- debar tidak karuan, pipinya langsung memerah, entah kenapa ia merasa senang mendapatkan perlakuan seperti ini. Namun setelah ia sadar, ia segera memalingkan wajahnya


"Maaf, aku terlalu lancang" Malvin merasa tak enak hati dengan sikapnya barusan


"Tidak apa" Ucap Kinara dengan senyuman tipis


Keadaan pun menjadi canggung, mereka hanya berjalan tanpa ada yang berbicara. Namun beberapa menit kemudian Malvin kembali membuka suara untuk memecah keheningan


"Oiya, bagaimana keadaan Vano apa dia baik² saja?" Tanya Malvin dengan nada sedikit enggan


Kinara hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Malvin. Malvin pun sadar kalau saat ini Kinara pasti sedang malas membicarakan Vano, ia pun mengubah topik pembicaraan


"Apa kau tidak lapar Kinara?" Tanya Malvin


"Kenapa begitu? Kamu harus makan Kinara. Apa lagi kamu sering menangis" Ucap Malvin keceplosan


"Dari mana kamu tau kalau aku sering menangis?" Tanya Kinara dengan nada mengintimidasi


Malvin pun segera mencari alasan lain, "Matamu sembab, jadi aku pikir kamu pasti sering menangis" Walaupun kenyataannya mata Kinara tidak terlalu terlihat kalau sembab


Kinara hanya menghela napas, "Kamu memang benar Malvin kalau aku sering menangis" Batin Kinara


"Sudahlah tidak usah dibahas, lebih baik sekarang kita pergi ke cafe dekat sini saja, aku ingin makan" Ucap Kinara seraya mengelus perutnya

__ADS_1


"Baiklah" Ucap Malvin seraya tersenyum hangat, ia senang karena akhirnya wanita pujaannya mau makan


.


.


.


"Huek"


"Huek"


Saat ini Vano tengah bolak balik dari kamar mandi, perutnya terasa sangat mual, kepalanya sangat pusing


Ia terduduk lemas di kursi kantornya, saat bertengkar dengan Kinara tadi, Vano memutuskan untuk berangkat bekerja


"Astagaaa, kenapa kepala ku sangat pusing... perutku juga mu~ huek" Vano langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan kembali isi perutnya


Hari ini Vano tidak bisa fokus bekerja, ia hanya terbaring lemas di sofa kantornya, ia menyuruh sekretarisnya untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke dalam ruangannya


Tiba² saja Vano rindu dengan Kinara, ia pun meraih ponselnya, dan hendak menelpon Kinara, namun ia urungkan niatnya, mengingat Kinara masih marah dengannya, "Sepertinya ucapanku sangat keterlaluan kemarin" Lirih Vano, ia sampai menitikkan air matanya, ia tidak menyangka kalau kehidupan rumah tangganya dengan Kinara akan menjadi seperti ini


"Ini semua salah daddy" Gumam Vano seraya menghembuskan napas kasar, ia mengingat ketika sang daddy mengancam untuk memisahkan dia dengan Kinara atau menikah lagi, tentu saja keduanya adalah pilihan yang sangat buruk bagi Vano


*


*

__ADS_1


*


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****


__ADS_2