
...!Attention!...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Kini semua orang sudah di panggil masuk ke dalam ruang persidangan
Vano dan pengacara masuk terakhir karena memang ada yang harus mereka diskusikan
Setelah selesai berdiskusi, Vano dan pengacaranya berjalan dengan angkuh menuju ruang persidangan
Citt..
Deg..
Langkah Vano terhenti saat melihat para wartawan yang sudah berjejer rapi di ruang persidangannya
Wajah yang tadinya menunjukan keangkuh kini berubah menjadi pucat pasi, tangannya terkepal erat
"Bagaimana mereka bisa masuk?" Gumam Vano dengan nada panik
"Silahkan masuk Pak, pintu akan di tutup" Ucap salah seorang petugas
Dengan langkah yang gusar Vano berjalan menuju tempat duduknya
Sidang pun dimulai dari pengecekan perlengakapan berkas, kemudian di lanjut dengan pembuktian barang² bukti
__ADS_1
Hati Vano semakin gelisah saat kuasa hukum Kinara mulai memberikan bukti² pernikahan keduanya
Dan itu semua pun tak luput dari sorotan kamera para wartawan
Selama persidangan pertama Vano tidak merasa tenang, apalagi semua wartawan tersebut melakukan siaran secara langsung
Sekitar 25 menitan, sidang pertama pun selesai, hakim memutuskan untuk mendamaikan kedua belah pihak terlebih dahulu, dengan cara memberikan waktu untuk keduanya, dan sidang kedua akan dilanjutkan sekitar 1 bulanan, sekalian dengan pembacaan hasil kesimpulan persidangan ini, oleh hakim setempat
Vano dan pengacara kesulitan untuk keluar dari ruang persidangan, mereka terus diberondong pertanyaan oleh para wartawan yang meliput sidang perceraian Vano
"Apa benar anda menikah kedua kalinya tuan Vano?"
"Siapa nama istri kedua anda tuan Vano?"
"Bukankah sebelumnya anda bilang nyonya Kinara yang berkhianat? Tapi mengapa di persidangan ini malah anda yang berkhianat?"
"Apa alasan anda menikah lagi tuan Vano?"
"Sudah cukup!! Saya tidak akan menjawab apapun!!" Vano berkata tegas pada para wartawan, ia pun berusaha membelah kerumunan para wartawan
Setelah ia sampai didepan pintu mobilnya, ia segera masuk dan tidak memperdulikan sama sekali para wartawan yang masih bertanya-tanya
"Aggrhhh, Kenapa jadi begini sih?" Tanya Vano pada pengacaranya
"Saya juga tidak tau tuan, mengapa di dalam ruang sidang tadi sudah banyak para wartawan yang menunggu"
"Bukankah aku sudah menyuruh mu untuk memperketat keamanan? Kenapa kita bisa sampai kecolongan seperti ini?" Bentak Vano
"Sepertinya ada pihak yang lebih berkuasa untuk menekan para petugas di pengadilan" Lirih pengacara Vano
Vano pun memukul setirnya mobilnya untuk melampiaskan amarahnya
__ADS_1
Sedangkan pengacara Vano hanya bisa tertunduk lemas, ia tidak berani mengatakan apapun karena takut melihat amarah Vano yang menggebu
******
Disisi lain, Kinara tersenyum puas melihat wajah suaminya yang pucat
"Berani kau bermain-main dengan ku Vano?" Kinara menyeringai puas dengan rencananya, sebenarnya ini bukan murni rencana Kinara, ia meminta bantuan pada Malvin, dan pastinya dengan senang hati Malvin akan membantu Kinara
"Hah, mari kita lihat trending topik sekarang" Kinara membuka hp nya dan mengklik salah satu aplikasi sosial media, dan benar saja, trending topik tesebut berganti menjadi 'Siapa Istri Kedua Tuan Vano'
Setelah puas melihat hujatan netizen yang berbalik pada Vano, kini Kinara dengan akun palsunya.. menyebar luaskan foto pernikahan Vano dan Alina
Dalam 10 menit, foto tersebut sudah di sukai oleh 400 ribu orang
"Kalian lihat saja, akan aku buat kalian hancur, sehancur- hancurnya" Mata Kinara mulai memerah menahan tangisan saat mengingat penghinaan yang dilontarkan Vano dan Alina
Vano tidak mau mengakui anak yang di dalam kandungan Kinara, dan Alina yang menghina Kinara dengan sebutan wanita mandul
"Di saat kalian sudah hancur, maka disitu juga kalian akan melihat kebahagianku, hahaha" Kinara tertawa jahat
*
*
*
Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏
[ ] Memang benar kata pepatah, 'Orang jahat, terlahir dari orang baik yang tersakiti'
[ ] Dan untuk sidang perceraian, saya nggak terlalu paham, tolong dimaklumi saja, hehehe. Tapi kalau mau koreksi ndak papa kok, dengan senang hati saya berterimakasih, karena bisa merevisi ceritanya 😊❤
__ADS_1