
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
"Apaa??!!" Vano tersentak kaget saat mendengar pengakuan Alina, kalau kini dirinya tengah hamil
Kinara pun tak kalah kaget, "Alina? Kamu hamil?" Tanya Kinara dengan air mata yang sudah menggenang
"Hmm" Jawab Alina sekenanya
"Se-selamat ya Alina" Ucap Kinara seraya menyeka air matanya, kemudian pergi meninggalkan Vano dan Alina
Alina pun mengalihkan pandang nya ke Vano, tampak Vano sedang termenung, "Mas? Apa kamu tidak bahagia dengan kabar ini? Aku hamil loh!" Ucap Alina sedikit ketus
__ADS_1
Vano pun menatap Alina, kemudian ia tersenyum hangat, "Selamat ya Alina, mulai sekarang kamu tidak boleh banyak melakukan aktivitas" Ucap Vano dengan nada lembut
"Lalu siapa yang akan melakukan pekerjaan rumah? Mbak Kinara?" Ucap Alina dengan seringai tipis
"Tidak, aku akan mencarikan pembantu" Tegas Vano
Alina hanya memberengut mendengar ucapan Vano, "Mas Vano tetap saja perhatian pada mbak Kinara" Batin Alina
"Yasudah, Mas pergi ke atas dulu yaa, inget! Kamu nggak boleh kecapekan" Tegas Vano, kemudian beranjak pergi meninggalkan Alina
Alina benar² sangat kecewa dengan respon Vano, "Apa mas Vano benar² menganggap aku hanya sebagai ibu pengganti? Apa dia tidak bisa membukakan hati nya untukku?" Lirih Alina dengan mata menahan amarah
.
.
.
Tiba² Kinara teringat akan tespeck yang ia gunakan saat pagi tadi, kemudian ia pun beranjak dari tempat tidur dengan hati berdebar-debar menuju kamar mandi
__ADS_1
Ia pun mengambil tespeck tersebut, lagi² Kinara harus menelan pil pahit saat mengetahui hasilnya negatif, kakinya seketika terduduk lemas, ia pun meremas tespeck tersebut, hatinya benar² hancur, "Ini memang salahku, karena aku terlalu berharap" Lirih Kinara dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
Yang Kinara tidak tau, Vano sudah berdiri di belakangnya, ia ikut sedih ketika mendengar ucapan Kinara
Vano pun berjalan mendekat ke arah Kinara. Ia menepuk pelan pundak Kinara, "Sayang" Lirih Vano dengan nada lembut
Kinara yang terlonjak kaget pun langsung bangkit dari duduknya, ia pun juga langsung menyembunyikan tespeck di belakang badannya
Vano segera memeluk tubuh Kinara dengan hangat, "Tidak perlu di sembunyikan sayang, Mas tidak masalah, toh sebentar lagi kita akan punya anak dari Alina" Ucap Vano dengan nada yang lembut
Kinara tidak menjawab ucapan Vano, ia justru menangis semakin keras dan histeris
Dan itu semua tidak luput dari pandangan Alina, ia sengaja menyusul ke atas untuk melihat keadaan, ada rasa sakit dan bahagia ketika melihat Kinara tak berdaya
Ia bahagia karena bisa membuat Kinara merasa terpuruk, dan ia sedih karena Vano tetap tidak berubah, ia tetap lebih menyayangi Kinara, "Aku semakin yakin untuk menjalankan rencana ini" Gumam Alina dengan tangan yang sudah mengepal
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****