
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Vano pun berjalan dengan gontai ke kamar Alina, kakinya terasa lemas, ia benar² tidak memiliki semangat hidup ketika Kinara sedang marah padanya
Ceklek
Vano pun masuk kedalam kamar Alina, dan di lihatnya Alina yang sudah terbaring di tempat tidur
__ADS_1
Vano berjalan mendekat ke arah tempat tidur, "Sepertinya dia sudah tidur" Gumam Vano seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh Alina, ia juga mengamati wajah polos Alina
Setelah puas memandangi wajah istri keduanya, Vano pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang masih terdapat beberapa darah kering, akibat perkelahiannya dengan sang kakak ipar
Tanpa Vano sadari sebenarnya Alina belum tidur, ia hanya pura² memejamkan matanya untuk meyakinkan Vano bahwa ia sudah tertidur
"Maafkan aku mas, bukannya aku mau menjadi istri yang durhaka dengan tidak melayanimu, tapi jujur saja, aku masih marah dengan sikap mu seperti tadi, kamu meninggalkan aku begitu saja, tanpa mau memikirkan perasaanku, kamu begitu khawatir dengan mbak Kinara, tapi kamu bahkan tidak khawatir sama sekali denganku" Lirih Alina dengan tangisan yang sudah tidak dapat ia bendung
Ceklek
Setelah mandi, Vano pun menuju ke tempat tidur untuk merebahkan badannya yang lelah
Vano menghela napas berat, "Mengapa engkau memberiku cobaan yang cukup berat Ya Allah, masalah silih berganti dalam kehidupan rumah tanggaku, tidak bisakah engkau memberikan jeda waktu untuk setiap cobaanku, apa aku terlalu buruk di mata Ya Allah, sehingga engkau memberiku masalah yang cukup rumit" Lirih Vano. "Tolong beri hamba kebahagian walau hanya sebentar" Vano tidak dapat menahan tangisannya, ia menangis tanpa bersuara, sungguh tangisan yang paling menyesakkan adalah tangisan tanpa suara
Alina yang ikut mendengar keluh kesah Vano pun jadi merasa bersalah, "Apa aku terlalu egois ya kepada mas Vano" Batin Alina
__ADS_1
Alina yang tidak tega mendengarkan setiap ucapan Vano pun berniat untuk menenangkan dan memberikan semangat pada Vano, namun saat Alina hendak membalikkan badannya menghadap Vano, ia justru kembali tersulut api cemburu setelah mendengar ucapan selanjutnya dari vano
"Apa kamu sudah tidur Kinara sayang? Biasanya kamu tidak akan bisa tidur dengan nyenyak saat aku tidak berada disisimu" Gumam Vano. "Aku merindukan kamu sayang, aku merindukan masa² indah saat bersamamu" . "Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu kembali bersikap lembut kepadaku?" Vano kembali menitikkan air matanya, saat mengingat sikap dingin Kinara
Alina yang mendengar setiap ucapan Vano tentang Kinara, kembali emosi, ia meremas bantalnya untuk menyalurkan rasa sakit hatinya, "Bahkan disaat kamu sedang tidur bersamaku, kamu tetap membahas tentang wanita itu" Ucap Alina dalam hati
Entah mengapa, tiba-tiba saja Alina berpikiran untuk menyingkirkakn Kinara dari hidup Vano, "Astaga, kenapa aku bisa berpikiran seperti ini" Alina pun kembali memejamkan matanya
Keduanya pun tertidur dengan keadaan larut dalam pikirannya masing²
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.