
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
Alina segera menghampiri Vano, "Mass, ayo bangun, jangan seperti ini" Ucap Alina seraya membantu Vano bangkit
Vano pun menurut, ia bangkit dari duduknya dan menghapus kasar air matanya, "Aku tidak bisa tinggal diam Alina, aku harus mengejar Kinara, dia tidak boleh pergi kemanapun" Tegas Vano, ia pun hendak beranjak namun Alina terlebih dulu mencekal tangannya
"Mas, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak lihat bagaimana sikap mbak Kinara? Dia tidak memikirkan perasaanmu, dia meninggalkan kamu begitu saja" Alina berusaha mencegah Vano dengan masih mencekal tangan Vano
Namun Vano menepis tangan Alina, "Maaf Alina, kali ini aku tidak bisa mendengarkan mu, aku tidak bisa membiarkan Kinara pergi begitu saja setelah apa yang dia lakukan padaku" Ucap Vano
Alina tidak tinggal diam, ia kembali menarik tangan Vano, "Mas, aku mohon biarkan mbak Kinara pergi, toh dia juga sudah ketahuan berselingkuh darimu, bahkan dia sampai mengandung yang entah anak dari siapa itu"
Vano memejamkan matanya, "Alina, sebenarnya apa mau mu?" Tanya Vano to the point
Alina menghela napas dalam, "Aku hanya mau kamu melupakan mbak Kinara, kita mulai lembar baru dalam hidup kita, hanya ada kamu, aku dan anak kita" Ucap Alina dengan senyuman hangat
__ADS_1
"Aku tidak membiarkan Kinara pergi karena ingin memberinya hukuman yang setimpal dengan apa yang dia lakukan" Vano mengepalkan kedua tangannya, ia teringat kembali akan kejadian yang benar² membuatnya marah besar
"Mas~"
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Kinara" Setelah mengatakan kalimat tersebut, Vano pergi meninggalkan Alina sendiri
******
Kinara saat ini sudah sampai di rumah kakaknya, ia disambut hangat oleh sang kakak ipar
"Kinara, apa kamu baik² saja" Tanya Rania seraya memeluk Kinara dengan hangat
Kinara menatap Rania dengan tatapan sendu, ia menundukkan kepalanya, "A-aku baik² saja mbak" Lirih Kinara
Rania menghela napas, ia mengangkat kepala Kinara "Kinara katakan saja, aku akan mendengarkan mu" Ucap Rania seraya mengelus lembut rambut Kinara
"Kinara"
"Mas.." Gio segera mendekat ke arah Kinara dan sang istri
Kemudian Gio mendaratkan pantatnya pada sofa depan Kinara dan Rani, "Kinara katakan ada apa? Kenapa kamu meminta mas untuk menjemput mu?" Tanya Gio
Kinara menghirup udara dalam², kemudian ia menceritakan semuanya, mulai dari Alina hamil sampai kejadian tadi
__ADS_1
Brakk
Gio menendang meja di depannya sampai terjungkal, "Berani sekali dia melakukan itu kepadamu hah?!!" Gio benar² meradang, darahnya mendidih mendengar perlakuan Vano pada adiknya itu
"Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus memberi pelajaran pada laki² br*ngs*k itu" Gio hendak melangkah namun di tahan oleh Kinara
"Tidak perlu Mas, mas tidak perlu kembali ke rumah itu" Lirih Kinara
"Lalu sekarang apa mau mu Kinara?" Bentak Gio
"Aku sudah memutuskan untuk bercerai" Lirih Kinara
Gio berusaha mengatur napasnya, "Baiklah, tapi kau harus berjanji, jangan sampai kau berubah pikiran dan kembali kepada laki² br*ngs*k itu" Gio berkata tegas dengan tatapan mengarah ke Kinara
Kinara menghela napas, "Aku berjanji, apapun nanti yang akan dikatan oleh Vano, aku tidak akan terpengaruh" Ucap Kinara
"Yasudah, sekarang kau istirahat di kamar, Rani antarkan Kinara ke kamarnya" Perintah Gio pada Rania
Rania mengangguk menanggapi ucapan Gio, kemudian Rania mengantarkan Kinara ke kamarnya
*
*
__ADS_1
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****