
...!****Attention****!...
****Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰****
*
*
*
Pukul 07.30
Kinara mulai terbangun dari tidur pulasnya, sejenak ia memandangi seluruh sudut ruangan untuk sekedar mengumpulkan kesadarannya
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka sangat pelan, menampakkan pria tampan yang memiliki senyum manis, tengah berjalan menghampiri Kinara dengan nampan yang berada di tangan kekarnya
Vano berjalan menghampiri Kinara, "Oh, kukira istri kecilku ini belum bangun, selamat pagi Kinara sayang" Vano hendak mencium kening Kinara namun buru² Kinara mengalihkan pandangannya
Vano menghela napas, ia pun mengalihkannya dengan pembicaraan, "Oiya, ini mas bawain makanan buat kamu" Ucap Vano seraya mengelus rambut Kinara dengan lembut
"Bagaimana caranya kau bisa masuk ke kamarku? Semalam bukannya aku sudah mengunci pintu kamar ini?" Tanya Kinara dengan nada dingin
__ADS_1
.
.
Flashback
Pukul 05.00
Vano terbangun pagi-pagi, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak semenjak Kinara marah padanya
Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk sekedar membasuh mukanya, setelah itu Vano pun menuju kamar Kinara, ia sangat rindu pada istri tercintanya
Alina yang masih tertidur pun ikut kebangun, ia melihat ke sekeliling kamar, dan ia pun tidak dapat menemukan Vano, Alina panik, ia segera menuju ke kamar mandi, dan ternyata Vano juga tidak ada disana, Alina pun memutuskan keluar kamar hanya untuk sekedar mencari keberadaan Vano
Alina menepuk pelan pundak Vano, dan Vano pun terlonjak kaget, "Alina, kamu mengagetkan saja, kenapa kamu bangun sepagi ini?" Tanya Vano
"Apa yang mas lakuin disini?" Bukannya menjawab pertanyaan Vano, Alina malah balik bertanya
Vano menghela napas, wajahnya yang segar kembali menjadi murung, "Semalam sepertinya Kinara salah paham dengan kita, aku sudah berusaha menjelaskan kepadanya, tapi bahkan ia tidak mengubrisku sama sekali"
"Kalau mbak Kinara marah ya sudah, biarkan saja, toh yang penting mas kan sudah berusaha menjelaskan kepada mbak Kinara, tapi mbak Kinara nya saja yang tidak dapat menghargai" Jawab Alina sedikit ketus
"Apa maksudmu? Kamu memintaku untuk membiarkan Kinara begitu saja dengan kesalah pahamannya begitu? Tidak bisa, Kinara adalah separuh nyawaku, aku bisa mati secara perlahan jika Kinara bersikap seperti ini terus kepadaku" Ucap Vano dengan tegas
__ADS_1
"Ya terus, apa yang mau mas lakuin? Pintunya terkunci" Ucap Alina dengan wajah yang sudah ditekuk
Vano pun berpikir bagaimana caranya membuka pintu kamar Kinara, "Oiya, kita kan punya kunci cadangan" Ucap Vano dengan bersemangat
"Terserah kamu mas" Ucap Alina ketus, ia pun hendak pergi meninggalkan Vano
Namun Vano segera mencekal tangan Alina, "Alina" Panggil Vano dengan lirih
Alina yang merasa Vano sedang membujuknya pun segera menoleh ke arah Vano, "Ada apa?" Jawab Alina sedikit ketus
"Eum, bisakah kamu membuatkan makanan untuk Kinara?"
Hati Alina seketika hancur, ia pikir Vano akan membujuk dan meminta maaf padanya, namun dugaannya salah, Vano justru memintanya memasak untuk Kinara
Alina menghela napas dan memejamkan matanya sebentar, "B-baiklah" Saat ini kebencian Alina pada Kinara semakin bertambah
Flashback Off
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****