Belenggu Pernikahan

Belenggu Pernikahan
Kesedihan Kinara


__ADS_3

...!Attention!...


Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰


*


*


*


Gio pulang dengan keadaan yang masih terselimuti rasa amarah, ia mengemudi mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi


Rania menepuk pundak sang suami, "Mas, jangan mengemudi dengan kedaan marah, bahaya mas" Ucap Rania dengan suara lembut


Gio pun melipirkan mobilnya ke samping  jalan, ia menghela napas berat, "Sayang aku merasa gagal menjadi seorang kakak, aku sangat bodoh membiarkan Kinara menikah dengan laki² b*jing*n sepertinya" Ucap Gio seraya mengusap kasar wajahnya

__ADS_1


Rania pun turut bersedih dengan apa yang dialami oleh Kinara, ia pun mengusap lembut bahu sang suami, "Mas lain waktu kita bicarakan lagi dengan Kinara, saat ini kita pulang dulu yaa, kita pikirkan lagi cara yang lain  agar membuat Kinara bisa mengerti" Ucap Rania dengan nada yang lembut


Gio kembali menghela napas, kemudian dia menoleh kearah Rania seraya tersenyum hangat "Terimaksih sayang, kamu memang istri terbaik, aku beruntung memiliki kamu" Ucap Gio dengan lembut, ia sangat bahagia memiliki istri seperti Rania yang tidak pernah menuntut apapun, dan selalu mendukungnya


Rania tersipu malu mendengar perkataan Gio, "Aku akan selalu mendukungmu dalam keadaan apapun sayang"


Mereka pun berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain, Gio merupakan laki² yang beruntung karena mendapatkan istri seperti Rania yang memiliki sifat lemah lembut dan ke ibuan, sedangkan Rania ia juga beruntung mendapatkan Gio, laki² yang tidak pernah melepas tanggung jawab, dan selalu menjadi pelindung untuk keluarganya


.


.


.


Air mata Kinara mulai luruh berjatuhan membasahi pipinya yang mulus, "Maafkan aku mas, sungguh aku tidak bermaksud untuk membantah perkataanmu, jujur saja aku ingin lepas dari penderitaan ini namun.. hiks.. aku tidak sanggup meninggalkan Alina sendirian dirumah ini"

__ADS_1


Tanpa Kinara sadari, perlahan pintu kamarnya mulai terbuka dan menampakkan seorang pria tampan yang wajahnya sudah berlumuran darah kering, ia berjalan dengan gontai menghampiri Kinara, tersungging senyuman manis di wajahnya saat melihat Kinara, walapun sebenarnya ia merasakan perih pada sudut bibirnya


Kinara yang sadar pun langsung menghapus air matanya dengan kasar, ia memasang kembali wajah dinginnya saat menatap Vano, "Mau apa kau kesini?" Ketus Kinara


"Terimakasih sayang, hikss, terimakasih, karena kamu masih mau bertahan denganku, aku tau semarah apapun kamu padaku, cintamu akan masih tetap sama seperti dulu" Ucap Vano dengan isak tangis


Mendengar penuturan Vano membuat tangis Kinara pecah, ia menatap Vano dengan mata yang berkaca-kaca


"Aku bertahan bukan karenamu, aku bertahan karena Alina, aku masih merasa bersalah karena dia sudah menjadi korban ke egoisanmu, aku tidak munafik untuk mengatakan bahwa aku memang masih mencintaimu, tapi cintaku yang sempurna perlahan akan menghilang seiring dengan kesalahan fatal yang kamu buat Vano" Ucap Kinara dengan nada tinggi dan tangisan yang semakin pecah


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa baca karya Author yang lain😉😉


****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.


__ADS_2