
...!Attention!...
Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers 🥰🥰🥰
*
*
*
Terlalu lama menangis membuat tubuh Kinara benar² lemas, ia menuruni anak tangga hanya untuk sekedar mengambil air minum
Namun langkahnya terhenti ketika mata Kinara mulai memandang Alina yang kini tengah mengobati luka Vano dengan jarak yang sangat dekat
Vano menatap Alina dengan tatapan lembut, "Alina..aku baik² saja, dari tadi kamu terus mengobati lukaku, berhentilah dan katakan, apa kamu baik² saja?" Tanya Vano seraya mengelus pipi Alina
Alina memegang lengan Vano yang kini tengah berada di pipinya, hal itu tidak luput dari pandangan Kinara, ia hanya menatap datar keduanya, entahlah hatinya seakan sudah mati rasa dengan semua ini, ia bahkan sama sekali tidak menunjukkan gelagat cemburu
__ADS_1
Alina tersenyum manis menanggapi ucapan Vano, " Aku baik² saja mas, luka mu bahkan lebih menyakitkan bukan" Ucap Alina dengan lembut
"Tidak menyakitkan selama Kinara masih mau bersamaku, terimakasih sudah mau mengobati lukaku" Ucap Vano tersenyum lembut
Alina tersenyum kecut mendengar jawaban Vano, dalam keadaan yang seperti ini pun, Vano tetap memikirkan Kinara
"Andai kamu tau mas, betapa sakitnya hatiku mendengarkan kamu selalu menyebut nama mbak Kinara" Batin Alina
Tidak ingin menggangu kemesraan mereka, Kinara pun mengurungkan niatnya untuk mengambil air minum, bukannya enggan, tapi ia sangat malas hanya untuk sekedar melihat wajah Vano
Kinara yang terkejut dengan suara Vano hanya menoleh sebentar dan menghela napas, kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju ke kamar
Vano yang takut Kinara akan salah paham pun segera menghampiri Kinara, ia berlari menuju Kinara, setelah cukup dekat ia pun mencekal tangan Kinara agar tidak pergi lagi
"Kinara, ini nggak seperti yang kamu bayangin sayang, aku hanya meminta Alina untuk mengobati lukaku sayang, tidak lebih" Ucapnya berusaha meyakinkan Kinara
Kinara menepis kasar tangan Vano, "Sudahlah, aku tidak peduli dengamu, aku sudah mati rasa dengan sikap mu yang egois" Tegas Kinara, ia pun melangkahkan kakinya lagi menuju kamar
__ADS_1
"Kinara tunggu aku sayang, tolong jangan seperti ini, aku suamimu Kinara" Ucap Vano seraya berlari mengejar Kinara yang bahkan tidak mengubrisnya sama sekali
Disisi lain ada seroang wanita yang sedang mengepalkan tangannya, siapa lagi kalau bukan Alina, ia terbakar api cemburu, istri mana yang tidak cemburu jika suaminya meninggalkannya saat sedang asik bermesraan apalagi sang suami meninggalkannya demi wanita lain
"Jahat kamu mas, baru saja aku merasakan kebahagian ketika bersamamu, tapi langsung direnggut oleh mbak Kinara, kenapa kamu tidak bisa melihat cintaku mas, cintaku bahkan lebih besar daripada cinta mbak Kinara padamu, ia selalu mengacuhkanmu, tapi kamu tetap saja mencintai dia" Lirih Alina, ia merasa sangat iri pada Kinara, karena Vano lebih mencintai Kinara
"Kamu bilang akan bersikap adil pada kita berdua, tapi nyatanya? Kamu bahkan lebih memanjakan mbak Kinara dibandingkan aku" Lanjut Alina
Setelah mencurahkan isi hatinya, Alina pun membereskan barang² yang ia pakai untuk mengobati Vano
*
*
*
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****.
__ADS_1