
...!Attention! ...
~ Cerita ini di tunjukkan/dipublikasikan hanya untuk sekadar hiburan semata, tidak bermaksud menyinggung ataupun mencemarkan nama baik orang atau tokoh dalam alur cerita, cerita ini murni haluan author, jadi tolong bijak dalam membaca alur cerita, Selamat membaca readers ~
*
*
*
10 menit telah berlalu, Kinara menunggu sang kakak dengan cemas, ia mondar mandir kesana kemari, untuk sekedar menghilangkan rasa cemasnya
Karena capek, Kinara pun mendudukan dirinya di kasur, ia mengusap lembut perutnya yang masih rata, saat sedang asik mengelus perutnya, Kinara mendengar lirih suara mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya
"Apa itu Mas Gio?" Kinara bangkit dari duduknya, ia sangat senang akhirnya sang kakak bisa datang menjemputnya
******
Di lantai bawah, Vano dan Alina tengah makan bersama di meja makan
"Eh, sepertinya ada yang datang Mas" Ucap Alina
"Biar aku saja yang buka kan, kamu makan saja" Vano beranjak dari duduknya menuju pintu rumah
Ia membuka pintu rumah dan alangkah terkejutnya Vano saat melihat siapa yang datang, "M-mas Gio?"
"Vano, aku datang kemari ingin menjenguk Kinara" Ucap Gio, ia sengaja tidak mau memberi tau niatan awalnya datang kemari
Vano mengernyitkan alisnya saat melihat dua orang bertubuh besar di belakang Gio, "Siapa mereka mas?" Tanya Vano dengan tatapan mengintimidasi
__ADS_1
"Sudahlah, kamu tidak perlu tau mereka siapa, cepat panggilkan Kinara, aku ingin menemuinya" Ucap Gio seraya masuk ke dalam rumah Vano dan duduk di sofa, di ikuti dua orang bertubuh besar dibelakang nya
Vano menelan ludahnya dengan kasar, "Ta-tapi Mas, Kinara sedang sakit, sa-saat ini dia sedang tidur" Jawab Vano dengan gugup
"Apa?! Kinara sakit, kalau begitu aku akan menjenguknya" Gio hendak beranjak ke kamar Kinara
Namun Vano mencekal tangan Gio, "Kinara sedang istirahat Mas, jangan mengganggunya" Tegas Vano
Gio yang sudah tidak sabar, langsung menepis tangan Vano dan menyuruh kedua bodyguardnya untuk menahan Vano
"Kalian berdua, cepat tahan dia"
"Baik bos" Jawab keduanya serempak
Vano yang tidak tau apa² pun memberontak, "Apa² an ini hah? Lepaskan si*l*n" Vano berteriak hingga suaranya mengundang Alina untuk melihat
"Ada apa Mas~ Ya Ampun.. apa yang kalian lakukan pada suamiku hah? Cepat lepaskan dia" Alina berusaha membantu Vano, namun usahanya sia² hanya sekali dorong oleh salah satu dari mereka Alina sudah terjatuh
Sedangkan Gio, ia sudah naik dari tadi ke lantai atas, menuju kamar Kinara
Setelah sampai di depan kamar Kinara, Gio segera memanggil Kinara
"Kinara.. ini Mas"
Kinara pun menyaut dari balik pintu, "Mas syukurlah kamu sudah datang, cepat dobrak pintunya Mas" Pinta Kinara
"Baiklah, tapi kau menjauh dulu dari pintu" Setelah Kinara menjauh dari pintu Gio segera mendobrak pintu kamar Kinara, 4 kali dobrakkan pintu berhasil terbuka
"Kinara"
__ADS_1
"Mas"
Mereka berpelukan, kemudian Gio melepaskan pelukannya, "Apa yang terjadi Kinara?" Tanya Gio
"A-aku akan menceritakan semuanya di rumah, sekarang kita pergi dulu dari sini. Tolong bantu aku bawa kopernya" Gio mengeluarkan koper dari bawah ranjang Kinara dan menyeretnya turun
Pandangan Vano pun teralihkan pada Gio dan Kinara yang tampak sedang menyeret koper menuju kebawah
"Kinaraaa!!! Mau kemana kamu hah!!!" Vano berteriak sangat kencang
Kinara pun memejamkan matanya, ia berusaha menetralkan amarahnya, "Aku akan pergi bersama Mas Gio, aku tidak mau tinggal bersamamu lagi"
"Apa maksudmu Kinara!!! Lepaskan aku br*ngs*k" Vano meraung- raung seperti orang kesurupan
Namun Kinara tidak menggubrisnya, Gio pun mengantar Kinara keluar dan menyuruh Kinara untuk masuk ke dalam mobil yang satunya, yang sudah ada sopirnya, "Kinara, kamu pulang lah terlebih dahulu, tenang saja aku tidak akan melakukan apapun kepada Vano" Ucap Gio pada Kinara, dan Kinara tidak membantah, ia mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil, setelah itu mobil melaju menuju rumah Gio
Setelah melihat sang adik pergi, Gio kembali masuk kedalam rumah
Ia menyuruh para bodyguard tadi melepaskan Vano, setelah dilepaskan Vano langsung berlari ke pekarangan rumahnya, namun sayangnya mobil yang membawa Kinara sudah melaju dengan cepat, "Ahhh, siaallll" Vano menarik rambutnya dengan frustasi
"Ayo kita pergi dari sini" Perintah Gio pada dua bodyguardnya
Gio pun juga turut pergi meninggalkan Vano yang terduduk lemas di pekarangan rumahnya
*
*
*
__ADS_1
****Hai guys, ini novel perdananya author, jadi tolong dimaklumi dan di maafkan apabila dalam alur cerita ada salah kata atau mungkin kurang tepat kata-katanya.🙏🙏🙏****